Home / Fantasi / Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang / Cahaya dari Kedalaman Laut Xinghai

Share

Cahaya dari Kedalaman Laut Xinghai

Author: Jimmy Chuu
last update Last Updated: 2026-03-14 20:00:06

Kapal-kapal berhenti melaju karena tidak ada angin yang mendorong layar dan tidak ada gelombang yang membantu pergerakan. Semua orang di atas kapal berdiri diam tanpa mengerti apa yang baru saja terjadi.

Kuroda Tetsuya menurunkan pedangnya yang sudah setengah terhunus.

Ryu Seongmin menarik napas dan tidak mengeluarkannya.

Han Jisoo, yang sudah mengangkat tombaknya untuk melempar ke arah kapal Seo Hyunwoo, membiarkan tangannya turu

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Cahaya dari Kedalaman Laut Xinghai

    Kapal-kapal berhenti melaju karena tidak ada angin yang mendorong layar dan tidak ada gelombang yang membantu pergerakan. Semua orang di atas kapal berdiri diam tanpa mengerti apa yang baru saja terjadi.Kuroda Tetsuya menurunkan pedangnya yang sudah setengah terhunus.Ryu Seongmin menarik napas dan tidak mengeluarkannya.Han Jisoo, yang sudah mengangkat tombaknya untuk melempar ke arah kapal Seo Hyunwoo, membiarkan tangannya turun perlahan sampai ujung tombak itu menyentuh geladak kapalnya sendiri.Tidak ada yang berkata apapun selama beberapa detik yang terasa sangat panjang.Di bawah permukaan laut yang hitam dan rata itu, dari kedalaman yang tidak bisa diukur dengan cara apapun yang diketahui manusia, sesuatu bergerak.Cahaya muncul dari kedalaman. Bukan cahaya biasa, bukan cahaya dari benda yang dikenal.Ia bergerak dalam pola yang m

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pertarungan di Laut Xinghai

    Park Jaeun muncul dari sisi lain dermaga dan menyemburkan kabut racun laut berwarna kehijauan ke arah Baek Daejin yang mencoba merebut kapal yang belum sempat ia naiki. Baek Daejin menghirup setengah napas dari kabut itu, tangannya langsung menekan dadanya.Lututnya menyentuh dermaga, dan tidak bergerak lagi.Han Jisoo melompat dari ujung dermaga dengan tombaknya sudah terarah ke arah Fujimoto Kagero yang mencoba naik ke kapal yang berbeda. Tombak itu menembus bahu kiri Fujimoto dan mendorongnya kembali ke dermaga dengan suara benturan yang keras."Biarkan aku pergi," rengek Fujimoto dari lantai dermaga sambil tangannya mencoba mencabut tombak dari bahunya, wajahnya sudah pucat. "Aku tidak membaca isinya.""Aku tidak tahu apapun.""Semua orang yang masuk ke aula itu tahu sesuatu," kata Han Jisoo dengan sangat dingin sambil ia mencabut tombaknya kembali dengan satu tarikan. "Itu s

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kejaran di Dermaga Hyeongseong

    Pelabuhan Pulau Hyeongseong pada malam hari hanya diterangi oleh lampion-lampion kapal yang bergoyang mengikuti gelombang kecil, cahayanya oranye dan tidak stabil. Tidak ada penjaga resmi.Tidak ada hukum yang berlaku setelah gelap turun di pulau ini, dan semua orang yang datang ke Hyeongseong sudah tahu itu sejak pertama kali menginjakkan kaki di sini.Bau ikan asin dan tali basah mengisi udara. Beberapa nelayan yang masih terjaga di atas kapal mereka memilih berpaling dan pura-pura sibuk begitu mereka melihat siapa yang datang ke dermaga dengan langkah seperti itu.Seo Hyunwoo tiba di dermaga dengan napas yang sudah mulai tidak teratur.Ia memilih kapal kecil yang tambatannya paling mudah dilepas, kapal nelayan berukuran dua orang dengan layar kecil yang sudah setengah terlipat dan cat lambungnya yang sudah mengelupas di beberapa bagian. Tangannya bekerja cepat melepas tali tambat sambil matanya te

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Catatan Lelang Pulau Hyeongseong (Bagian 2)

    "Lima ratus," kata Han Jisoo dari pojoknya dengan nada yang tidak mengandung emosi apapun, seperti seseorang yang menyebut angka dari daftar belanjaan.Dari baris belakang, seorang kultivator muda dengan jaket kulit laut berbisik kepada temannya. "Siapa pria rambut keperakan itu? Ia menawar seperti orang yang sudah tahu isinya.""Seo Hyunwoo," jawab temannya dengan suara yang lebih pelan. "Pengumpul peta reruntuhan. Ia sudah dua kali masuk ke zona berbahaya yang tidak ada orang lain yang berani. Kalau ia mau sesuatu, artinya sesuatu itu bernilai."Seo Hyunwoo menghitung cepat.Ia tahu nilai salinan itu. Ia juga tahu bahwa siapapun yang memenangkan lelang ini tidak akan bisa berjalan keluar dari pulau ini dengan tenang.Namun ia sudah datang jauh-jauh dari kota pelabuhan Haeryong untuk ini, dan ia tidak datang untuk pulang dengan tangan kosong."Enam ratus," k

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Catatan Lelang Pulau Hyeongseong

    ARC. Geger di Laut TimurPaviliun Lelang Bintang Laut berdiri di ujung barat Pulau Hyeongseong, menempel di tebing batu karang yang menghadap langsung ke laut terbuka. Bangunan itu tidak megah dan tidak pernah mencoba terlihat megah.Dindingnya dari batu laut yang sudah menghitam karena garam dan angin selama puluhan tahun, dan retakan-retakan kecil di sudut-sudutnya dibiarkan terbuka seperti luka yang tidak mau sembuh. Lampion-lampion merah tua digantung di sepanjang lorong masuk, dan cahayanya tidak cukup terang untuk menerangi sudut-sudut aula yang dalam.Malam itu aula penuh.Kursi-kursi kayu panjang sudah diisi sejak satu jam sebelum lelang dimulai. Para kultivator dari berbagai latar belakang duduk berdampingan dengan jarak yang cukup untuk tidak saling menyentuh, namun cukup dekat untuk saling mendengar napas masing-masing.Tidak ada yang berbicara keras. Percakapan berlan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Rumor di Kota Ashgar

    Idris tidak berkata lebih lanjut. Ia berjalan dengan matanya yang mulai bergerak mengingat-ingat setiap wajah yang ia lihat semalam di ruang pusat.Rafiq Mahrun yang berjalan di sisi kanan Qasim berbicara sangat pelan. "Kain itu aman?""Di tempat yang paling aman yang ada," jawab Qasim.Guan Shiqi dari Sekte Tapak Batu Kunlun mengumpulkan dua muridnya di luar gerbang selatan kota saat matahari sudah setinggi dua tombak."Berapa yang kita bawa?" tanya murid pertamanya sambil mengecek isi kantong di pinggangnya untuk ketiga kalinya sejak pagi."Dua belas tabung pil kultivasi, tiga ikat herbal, dan dua manual," jawab Guan Shiqi sambil ia sendiri mengecek dengan satu sentuhan cepat. "Tidak banyak. Lebih sedikit dari yang aku harapkan ketika pertama kali mendengar ada ruang rahasia di bawah sini.""Senior Guan kecewa?" tanya murid keduanya dengan nada hati-hati.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status