Share

Dua Gunung yang Runtuh

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2026-02-13 11:18:32

DUAR!

Pedang Rembulan bertemu dengan telapak tangan kosong Rakhim di udara.

Bunyi benturan itu sangat keras dan sangat tidak wajar, seperti logam menghantam logam, bukan logam menghantam daging manusia.

Biarawati Thunder menarik pedangnya kembali dengan sangat cepat, mata terbelalak sesaat melihat telapak tangan Rakhim yang tidak terluka sama sekali. Ia melancarkan tebasan kedua dari sudut yang berbeda, kali ini lebih cepat dan lebih tajam.

"Teknikmu indah," kata Rakhim dengan nada yang sangat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Retak di Dalam Cahaya Pucat

    Rong Tian membiarkan darah itu keluar sampai warnanya berubah. Ketika yang menetes tak lagi hitam pekat, ia mulai mencabut jarum satu per satu, lalu menepuk ringan sisi lutut dengan dua jari.“Turun,” katanya pada istri Zhou Kaimin.Perempuan itu menatapnya seolah tak paham. Zhou Kaimin pun ikut membeku satu tarikan napas.“Turun,” ulang Rong Tian. “Kalau kaki ini tidak kau pakai sekarang, rasa takutmu sendiri yang akan menutupnya lagi.”Qingfeng turun ke sisi meja, membantu memegang siku perempuan itu. Wang Fu tetap berdiri di pintu, tapi matanya kini tak lagi di lorong, melainkan pada kaki kiri yang perlahan turun menyentuh lantai batu.Tumit itu gemetar. Lututnya goyah, dan napas perempuan itu pecah dua kali.“Berdiri,” kata Rong Tian.Ia berdiri.Awalnya cuma setenga

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Darah Hitam di Ujung Telapak

    Zhou Kaimin berdiri di sisi meja, diam seperti patung yang dipaku dari rasa malu. Dari luar, Zhao Meiyan menyandarkan siku di kusen jendela rumah teh dan berkata dengan suara cukup keras untuk didengar separuh lorong, “Bagus juga. Orang-orang yang mengaku tabib itu rupanya cuma menjual api untuk menutup es.”Pedagang kulit mendecih, tapi kali ini tak banyak orang ikut menertawakannya. Mereka sedang melihat kulit paha yang menghitam, mencium bau obat lama yang asam, dan menyadari bahwa perempuan itu memang bukan pura-pura sakit.“Apa masih bisa diselamatkan?” tanya Zhou Kaimin akhirnya.Rong Tian tidak memandangnya. “Bisa.”Satu kata itu membuat beberapa orang di luar otomatis bergerak lebih dekat. Rong Tian mengangkat kepala sedikit dan menatap Wang Fu.“Tutup garis depan. Siapa pun yang mendorong terlalu dekat, lempar keluar.”

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tandu yang Masuk Lewat Pintu Samping

    Rumah Zhou Kaimin tidak jauh dari blok utara, tetapi malam itu jalan yang ia tempuh terasa lebih sempit daripada biasanya. Ia baru sampai di halaman samping ketika pelayan tuanya berlari keluar dengan wajah pias.“Nyonya kambuh lagi.”Zhou Kaimin masuk hampir menabrak kusen. Di dalam ruang kecil berlampu redup, istrinya terbaring miring dengan tangan mencengkeram kain alas, wajahnya putih kehijauan, dan napasnya terputus-putus seperti ada es tipis yang digesekkan di dalam dada.Kaki kirinya yang selama bertahun-tahun tak bisa digerakkan kini kejang hebat. Dari pinggang bawah sampai paha, kulitnya tampak menggelap di satu garis yang membuat pelayan tua di pojok hampir menangis.“Sejak kapan,” tanya Zhou Kaimin sambil meraih pergelangan istrinya.“Baru setengah dupa,” jawab pelayan itu dengan suara bergetar. “Awalnya Nyonya bilang pinggangn

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Teh Dingin di Rumah Teh Wu Laosan

    Lampu minyak di rumah teh Wu Laosan diturunkan setengah, dan teh krisan di atas meja bundar sudah keburu dingin sebelum satu pun orang di dalam ruangan itu bicara jujur.Mereka datang dengan wajah seolah sedang memikirkan keselamatan Pasar Hantu Shiqiao, padahal masing-masing hanya sibuk menghitung dagangan, jalur, dan muka sendiri.Zhou Kaimin duduk paling dekat jendela dengan punggung tegak, tetapi urat di pelipisnya sudah lama bergerak. Di kiri kanannya ada penarik iuran lorong, pemilik kios obat liar, pedagang kulit, pengelola gudang kecil, dan dua wakil blok yang semalam paling cepat menyuruh Balai Pengobatan Bulan Patah ditukar demi ketenangan.Zhao Meiyan berdiri dekat tiang, kipas lipatnya diketuk-ketukkan ke pergelangan tangan. Wu Laosan tak ikut duduk di meja rapat, hanya menumpu siku di balik meja teh sambil menuang cangkir demi cangkir seperti orang yang tak peduli, padahal telinganya menangkap semua.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Empat Kata di Dinding Belakang

    Rumor pun bergerak lagi, tapi kali ini lebih hati-hati.Ada yang menyebutnya Tuan Berjubah Putih, ada yang berkata dia cuma tabib balai yang terlalu sukar dibaca, dan ada pula yang berbisik bahwa pria itu mungkin ahli besar dari luar jalur pasar yang sengaja menyembunyikan pedangnya.Rong Tian mendengar sebagian bisik itu, tapi ia tidak membantah dan tidak mengaku. Ia hanya kembali duduk di meja depan, membersihkan ujung jarum seperti semua yang baru saja terjadi hanyalah kerja malam yang harus diselesaikan sebelum lampu mati.Penolakan seperti itu jauh lebih berat daripada jawaban. Orang-orang Shiqiao paham bahasa orang yang tidak butuh memperkenalkan dirinya karena perkenalan justru akan membuat terlalu banyak kepala bergerak.Nama Balai Pengobatan Bulan Patah pun terdengar berbeda ketika akhirnya disebut-sebut lagi. Tidak lagi dengan nada meremehkan, juga tidak dengan manis palsu, melainkan dengan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Bayangan di Balik Lautan Kesadaran

    Kerumunan luar menahan napas. Mereka mungkin tak paham banyak soal kutukan jiwa, tapi semua orang tahu ada jenis luka yang lebih buruk daripada daging terbelah, sebab tubuh masih hidup tetapi akal pecah lebih dulu.Rong Tian mendekat, menatap pupil pria itu, kulit tengkuknya, lalu ujung kukunya. “Siapa yang mengutuk.”“Kami tidak tahu.”Rong Tian menyentuh belakang telinga pria itu dengan dua jari. “Kalian tahu. Kalian hanya tidak berani mengucapkannya.”Pria yang terkena kutukan mengeluarkan suara kecil seperti orang yang sedang berdiri di tepi jurang. Dari sudut bibirnya menetes garis keperakan tipis.Qingfeng melihatnya lebih dulu. “Darah qi.”Rong Tian mengangguk. “Kutukan pengikat takut.”Xiao Li merinding, tapi tetap mendekat. “Apa maksudnya.”

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lantai Dua Untuk Siapa

    Barisan di luar Gerbang Ashgar akhirnya bergerak habis menjelang sore, meninggalkan jejak debu tebal yang mengambang di udara panas seperti kabut kering yang enggan pergi.Rong Tian dan Imam Taois Qingfeng keluar dari arus manusia yang padat, meninggalkan kebisingan gerbang di belakang mereka.Kota

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Gerbang Kota Ashgar

    Kota Ashgar berdiri kokoh di tepi Padang Pasir Ashkar dengan tembok batu yang sangat tinggi dan tebal seperti benteng yang tidak tertembus. Batu-batu itu berwarna coklat kemerahan, terkikis angin gurun selama ratusan tahun hingga permukaannya kasar dan penuh goresan waktu.Gerbang utamanya terbuat

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang Rembulan di Gurun Maut

    Dua hari berlalu sejak Kapal Roh Sayap Roh Tianxu melewati Khar Amitan. Lanskap berubah lagi dengan cara yang sangat drastis dan mencolok.Salju putih Kunlun menghilang total. Digantikan oleh hamparan pasir yang luas dan sangat gelap.Ini adalah Padang Pasir Ashkar. Lautan Pasir Tanpa Nyawa yang te

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Satu Tebasan, Dua Mayat

    Pedang itu muncul dari kehendak itu sendiri, dari keinginan yang tidak terlihat. Seperti ia selalu ada di sana sejak awal, hanya menunggu dipanggil untuk menunjukkan diri.Bilahnya hitam pekat tanpa sedikit kilauan atau refleksi cahaya apapun. Tidak ada ornamen yang indah, tidak ada ukiran yang rum

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status