Compartilhar

Tujuh Mayat

Autor: Jimmy Chuu
last update Data de publicação: 2026-02-20 12:15:25

"Hampir!" teriak Madam Yun Luo sambil menarik cambuk kembali.

Lang Yanshi melempar tiga botol racun sekaligus. Botol-botol itu meledak.

BOOM! BOOM! BOOM!

Gas hijau, merah, dan hitam menyebar. Madam Yun Luo langsung mundur dan menutup napasnya.

Namun gas itu terlalu cepat. Kulitnya mulai melepuh. Ia berteriak.

Mei Qingshu dan Lan Yue langsung meluncur maju. Mereka menarik Madam Yun Luo menjauh dari gas.

"Mundur Semua!" teriak Han Que dengan suara yang sangat keras. "Racun itu terlalu berbahaya!"
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (2)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Catatan yang Lebih Berat dari Rumor

    Meng Qingsong tidak langsung masuk ke paviliun. Ia menunduk, mengambil lonceng bambu yang jatuh di dekat kaki Fang Jichao, lalu mengusap serat putus pada simpulnya dengan ibu jari.Wajah tua itu tidak marah, tetapi para murid Sekte Hutan Zhulin justru menahan napas lebih dalam. Mereka tahu, kemarahan yang tak keluar dari mulut pemimpin mereka sering lebih berat daripada bentakan di aula hukuman.“Lonceng ini seharusnya mengingatkan orang pada arah angin,” kata Meng Qingsong pelan. “Hari ini, ia justru mengingatkan sekte kita pada rasa malu.”Fang Jichao menunduk lebih rendah. Dua murid yang tadi mengikuti cemoohnya ikut menurunkan mata, dan suara bambu yang bergesekan di atas kepala mereka mendadak terasa seperti bisik-bisik panjang dari seluruh hutan.Meng Qingsong menyerahkan lonceng itu kepada murid penjaga di sampingnya. “Gantung di aula latihan. Biarkan semua murid

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Hutan yang Mengkhianati Tuan Rumah

    Tiga lonceng di jalur kiri berbunyi bersamaan. Nada bambunya panjang, ramai, dan jelas akan membuat siapa pun yang masuk dari arah itu tampak seperti orang ceroboh yang membangunkan seluruh hutan.Fang Jichao kehilangan senyum tipisnya sesaat. Ia tahu lonceng itu seharusnya berbunyi karena Rong Tian salah memilih arah.Rong Tian berjalan melewati akar basah tanpa mengubah napas. “Suara palsu selalu ingin orang menoleh ke tempat yang salah.”Belokan kedua lebih licik. Serbuk daun kering ditabur di atas tanah lembap untuk menukar arah angin, sementara dua murid Sekte Hutan Zhulin memakai qinggong ringan di balik rumpun bambu agar langkah mereka menciptakan gema palsu dari arah kanan.Rong Tian berhenti sebentar, bukan karena ragu, tetapi karena mendengar tanah. Embun yang jatuh dari daun bambu di sisi kiri terdengar terlalu teratur, dan akar di bawahnya menyimpan getar pendek yang tak bisa

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Undangan Bambu Sekte Hutan Zhulin

    Undangan Sekte Hutan Zhulin datang ketika Kota Biramaki belum sepenuhnya pulih dari keributan semalam. Seorang murid berjubah hijau gelap memasuki Rumah Teh Seruling Senja dengan langkah ringan, membawa gulungan bambu tipis yang diikat tali sutra hijau pucat.Pelayan tua yang sedang membersihkan meja dekat jendela segera menurunkan kain lapnya. Orang-orang yang semula berbicara soal pelataran pasar obat ikut menahan suara, sebab semua tahu satu undangan dari sekte wilayah tidak pernah datang tanpa maksud.Murid itu berhenti tiga langkah dari meja Rong Tian, lalu menangkupkan tangan dengan hormat yang rapi. “Pemimpin Sekte Hutan Zhulin, Meng Qingsong, memohon agar Tuan Jubah Putih berkenan singgah sebagai tamu.”Rong Tian menerima gulungan itu tanpa membuka terlalu lama. Tulisan di permukaan bambu disusun halus, sopan, dan bersih, tetapi di bawah kesopanan itu ada satu arti yang tidak perlu diterjemahkan.Sekte Hutan Zhulin ingin mengukur orang yang namanya baru lahir dari rumah teh, l

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Api yang Padam di Ujung Pedang

    Tak ada yang tertawa.Para murid Sekte Puncak Matahari di belakang Xu Zhenhai justru memucat sedikit, dan satu tetua di sisi kanannya mengatupkan gigi karena apa yang dibongkar Rong Tian bukan kelemahan murid muda, melainkan akar satu jalan teknik.Xu Zhenhai menatapnya cukup lama. “Kalau Tuan sedang menebak, satu jurus cukup untuk menjatuhkan semua kata itu ke tanah.”Rong Tian memandangnya datar. “Kalau saya benar, satu jurus cukup untuk membuat seluruh Kota Biramaki melihat di mana Sekte Puncak Matahari kehilangan akarnya.”Xu Zhenhai mencabut pedang. Tidak cepat, tidak kasar, tetapi cukup untuk membuat matahari petang memantul tipis di bilahnya. Hawa panas halus merambat dari pusat tubuhnya ke bahu, lalu ke lengan.Kerumunan mundur setapak. Pedagang obat mengangkat keranjang mereka. Pengawal karavan menahan tangan pada gagang pedang, bukan untuk ikut c

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Rasa Malu Naik ke Pelataran Pasar Obat

    Sore di Kota Biramaki bergerak lambat, tetapi kabar bergerak jauh lebih cepat.Saat rumah-rumah pengawal mulai menyalakan lampu gantung pertama dan penjual obat gunung menurunkan tirai setengah, Rumah Teh Seruling Senja justru mulai kehilangan orang-orangnya, bukan karena urusan selesai, melainkan karena seluruh kota tahu masalah berikutnya tak akan selesai di dalam bangunan kayu itu.Apa yang lahir dari cangkir, sumpit, dan meja kayu pagi tadi telah keluar ke jalan. Ia menyentuh rumah-rumah pengawal, losmen karavan, kios jimat, pedagang obat, sampai pagar luar halaman sekte-sekte kecil yang membuka cabang di kota.Orang-orang tak lagi berkata, “ada pria berjubah putih di rumah teh.” Mereka kini berkata, “Tuan Jubah Putih membuat murid inti Qingcheng berlutut tanpa menyentuh gagang pedangnya.”Itu sebabnya ketika rombongan Sekte Puncak Matahari datang petang itu, mereka tak la

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Berlutut Tanpa Darah

    Duan Yifeng menerima tanpa perubahan besar di wajah. “Baik. Kalau begitu saya yang akan belajar.”Jurus pertama datang seperti garis hujan yang turun dari celah awan. Pedang Qingcheng bersih, cepat, dan dibangun untuk membuat lawan salah menilai jarak.Banyak mata di rumah teh bahkan tak sempat melihat kapan bilah itu terangkat penuh. Yang mereka lihat hanya ujung pedang sudah hampir menyentuh dada Rong Tian.Rong Tian bergerak setipis kain ditarik angin. Ia menggeser tubuh sejauh yang dibutuhkan, membuat garis itu lewat di ruang kosong, lalu membiarkan Duan Yifeng merasakan sendiri bahwa tusukan pertamanya tak menyentuh apa-apa selain udara.Satu dengus pendek keluar dari meja murid Sekte Puncak Matahari. “Cepat memang cepat, tapi orang itu bahkan tak perlu mengubah napas.”“Diamlah,” bisik temannya. “Kalau Qingcheng ikut kehilangan muka

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Bisikan Angin di Jing Hu

    Senja mulai turun saat Rong Tian tiba di Kota Moyun. Langit berubah menjadi jingga kemerahan, dihiasi gumpalan awan tipis yang bergerak lambat di ufuk barat. Angin sore berhembus sejuk, membawa aroma danau dan tanah basah yang menyegarkan setelah perjalanan panjang.Kota Moyun adalah kota persingga

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tarian Tiga Jurus Pedang.

    Sikap Rong Tian yang acuh tak acuh itu semakin memicu amarah kedua panglima. Mo Shen, urat lehernya menonjol, tak bisa lagi menahan diri. Wajahnya berubah merah karena amarah yang meledak."Jangan buang waktu!" teriaknya dengan suara yang nyaris pecah. "Siapkan panah!"Lima ratus pemanah bergerak s

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lentera Jiwa Yang Mati

    Rong Tian berdiri beberapa langkah dari perempuan itu, menatapnya dengan tatapan datar.Perempuan itu terdiam sebentar. Ada jejak keraguan di matanya. Keraguan yang dalam. Siapa pemuda ini? Bagaimana ia bisa membunuh lima kultivator tingkat Jiwa Muda dalam sekejap? Dengan pedang kayu?Tapi ia harus

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Perintah dari Menara Hitam

    Hei Zongyuan berbaring di ranjang itu dengan napas yang masih terengah-engah, dadanya naik turun perlahan.Kehangatan tubuh Yin Meili masih terasa di sampingnya, aroma manisnya bercampur dengan keringat, sebuah jejak dari keintiman yang baru saja mereka bagi. Pria itu baru saja selesai bercinta den

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status