Share

Warisan Kekaisaran Zarthus

Author: Jimmy Chuu
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-12 19:40:57

Gua batu raksasa itu bergetar hebat. Bukan karena gempa bumi, melainkan oleh benturan kekuatan spiritual yang dahsyat. Dinding-dinding batu berusia ribuan tahun itu bergetar, stalaktit di langit-langit mulai rontok satu per satu, jatuh ke lantai dengan bunyi yang nyaring.

Duakk! Duakk! Duakk!

Di tengah arena yang remang-remang, tiga sosok kuno bergerak dalam sinkronisasi sempurna, mengelilingi satu-satunya pemuda berjubah putih yang berdiri tegak. Master Yuan, Jenderal Fang, dan Penasihat Tua L
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
sangat seru
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Gulungan yang Menunggu Waktu

    Gulungan itu tidak pernah dibuka sejak Rong Tian menerimanya bertahun-tahun lalu dari tangan seseorang yang sudah lama tidak ada lagi di dunia ini.Panjangnya hanya sebesar pergelangan tangan orang dewasa ketika digulung rapat. Tidak ada lambang di luarnya.Tidak ada nama.Tidak ada tanda apapun yang menunjukkan bahwa isinya layak disimpan selama ini tanpa pernah dibuka, namun cara Rong Tian menyimpannya, di lipatan jubah paling dalam yang paling dekat dengan tubuhnya, sudah mengatakan sesuatu yang lebih jelas dari lambang apapun.Malam itu, di ruang dalam kapal spiritual yang sudah mengubah arah ke timur, Rong Tian membukanya.Imam Taois Qingfeng berdiri tiga langkah dari mejanya. Tidak lebih dekat dari itu.Ia sudah berdiri di posisi itu sejak sebelum Rong Tian mengambil gulungan dari lipatan jubahnya, seolah ia sudah tahu malam ini gulungan itu akan dibuka

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kapal yang Berubah Arah.

    "Aku hanya melihat sesuatu," kata Yeo Gwansu. "Malam itu semua orang menatap makhluk besar. Semua orang. Para prajurit, para kapten, bahkan komandan armada yang sudah puluhan tahun di laut. Mereka semua menatap ke atas ke punggung yang tidak ada ujungnya.""Dan kau menatap ke bawah," kata Rong Tian. Bukan pertanyaan.Yeo Gwansu mengangkat kepalanya sedikit. "Ya," jawabnya dengan nada yang mengandung sesuatu seperti lega karena ada yang memahami tanpa penjelasan panjang."Aku selalu menatap ke bawah di laut. Ikan ada di bawah permukaan, bukan di atas. Kebiasaan enam puluh tahun tidak bisa diubah bahkan oleh makhluk setinggi cakrawala.""Cahaya yang diam," kata Rong Tian. Masih bukan pertanyaan."Satu titik," jawab Yeo Gwansu. "Di antara ribuan titik cahaya yang bergerak bersama-sama. Semuanya bergerak mengikuti makhluk itu. Tapi satu titik tidak bergerak. Tidak ikut ke kiri ketika

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Titik Cahaya di Bawah Xinghai Tianlong.

    "Seorang peramal tua bilang padaku," kata Yeo Gwansu dengan nada yang sedikit memohon, "bahwa orang yang tepat untuk mendengar ini adalah orang yang memakai jubah putih dan berjalan tanpa meninggalkan bekas. Aku sudah mencari satu bulan lebih.""Peramal tua," ulang Xiao Li dari sisi kanannya dengan nada yang mengandung skeptisisme yang tidak sepenuhnya disembunyikan. "Kau naik rajawali tua yang hampir mati ke ketinggian ini berdasarkan kata peramal tua.""Aku tidak punya pilihan lain," jawab Yeo Gwansu."Kau punya pilihan untuk tidak naik sama sekali," kata Xiao Li. "Itu pilihan yang lebih masuk akal."Yeo Gwansu menatap Xiao Li dengan ekspresi seseorang yang sudah lelah berdebat tentang masuk akal atau tidak."Anak muda, aku sudah enam puluh dua tahun di laut. Aku tahu perbedaan antara sesuatu yang masuk akal dan sesuatu yang benar. Yang masuk akal adalah tidak naik. Yang benar

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedagang yang Mengejar Jubah Putih.

    Enam bulan sebelumnya…Kapal spiritual itu melaju di ketinggian yang membuat awan-awan tipis terbelah di kiri dan kanannya seperti kain sutra yang disobek oleh haluan yang tidak kenal hambatan.Angin di atas sana berbeda dari angin di permukaan bumi, lebih dingin, lebih bersih, dan tidak membawa suara apapun kecuali desisan udara yang terpotong panjang tanpa jeda.Rong Tian berdiri di haluan dengan kedua tangannya di belakang punggung. Jubah putihnya tidak berkibar meski angin menghantam dari depan, seolah ada lapisan tak kasat mata yang memisahkan tubuhnya dari udara di sekitarnya.Matanya menatap ke arah timur di mana langit mulai berubah warna dari biru muda ke jingga tipis menjelang sore.Wang Fu berdiri di sisi kiri geladak dengan tangannya di gagang pedangnya secara naluri. Xiao Li berdiri di sisi kanan dengan postur yang sama, cara dua orang yang sudah begitu lama b

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Celah yang Akhirnya Terbuka

    "Lalu kita ke mana?" tanya muridnya."Kita mencari cara lain untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan tanpa harus masuk ke zona itu," jawab Master Lan Qiyue. "Mungkin artefak itu bukan satu-satunya pintu menuju apa yang kita cari."Muridnya mengangguk, meski wajahnya belum sepenuhnya meyakinkan.Mereka berlayar kembali ke arah timur pada pagi yang sama tanpa upacara apapun.Di Dataran Tengah, kabar tentang Laut Xinghai sampai ke kota-kota besar dan memicu pertemuan tertutup yang tidak diumumkan siapapun di luar lingkaran mereka.Feng Cangyun, yang selama setengah tahun pertama masih bergantung pada ramuan penstabil untuk menahan racun meridiannya, akhirnya pulih penuh pada bulan kedelapan. Bukan dari tabib biasa.Seseorang yang melewati kota tempat ia dirawat, seseorang yang tidak meninggalkan nama, melihat kondisi meridiannya dan menghabiskan satu malam mena

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Laut Xinghai Tak Lagi Sama

    Laut Xinghai tidak pernah kembali seperti sebelumnya.Kedua kaisar mengirim perintah yang sama kepada komandan armada masing-masing dalam waktu dua hari setelah malam itu. Jaga posisi. Jangan menyerang lebih dulu. Namun tidak ada perintah yang bisa mengembalikan apa yang sudah berubah di laut itu.Di Pelabuhan Haeryong yang biasanya ramai bahkan di musim hujan, seorang pedagang tua duduk di kedai tepi dermaga dengan separuh meja kosong di sekelilingnya."Kapal dari timur sudah empat minggu tidak masuk," kata pedagang itu kepada pemilik kedai yang sedang menyapu di belakang meja."Tidak ada yang berani melewati jalur tengah sekarang," jawab pemilik kedai tanpa berhenti menyapu. "Dua armada kekaisaran masih saling berhadapan di sana. Berlayar di antara dua armada yang hampir perang sama bahayanya dengan berlayar di dekat makhluk itu.""Makhluk itu sudah turun kembali," kata pedagan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Serangan Yang Terpental Balik

    Bing Ruoxue mendengar semua ejekan itu. Tubuhnya gemetar lebih hebat. Tapi ia tidak mundur. Ia tetap berdiri di tempatnya, menatap Elder Sekte Bayangan Yin dengan tatapan penuh ketakutan tetapi juga penuh tekad.Elder Sekte Bayangan Yin terdiam sebentar. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lima Ratus Tahun

    Hutan Magnolia kembali sunyi, suara alam kembali mengambil alih setelah kegaduhan. Sepuluh mayat berserakan di tanah, tergeletak tak bernyawa.Darah masih mengalir pelan dari luka-luka yang mengerikan, membasahi tanah. Bau anyir darah bercampur dengan aroma bunga magnolia yang manis, menciptakan kon

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Serangan Lima Elder.

    Di cermin itu, terpantul wajah seorang remaja muda berusia sekitar sembilan belas tahun. Kulitnya halus, wajahnya tampan, matanya jernih. Tidak ada kerutan. Tidak ada tanda-tanda usia.Ini bukan wajah pria berusia lima ratus tahun lebih.Ini wajah pemuda yang baru saja memasuki dunia persilatan."A

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Formasi Lima Bayangan.

    Elder Feng yang berdiri di pojok panggung hanya bisa menatap semua itu dengan wajah lelah dan putus asa. Ia ingin mengatakan sesuatu, ingin menenangkan situasi, tapi ia tidak tahu harus berkata apa.Di tengah semua kekacauan itu, Rong Tian masih berdiri diam di atas panggung. Ekspresinya tidak beru

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status