MasukEmak suka karakter Longwei. Emak juga suka dengan taktekt9knya Dimas sama Ardi. Bikin ngikik
28"Pagi, Sayang," sapa Dimas, sembari memandangi istrinya yang baru bangun. "Mau sarapan, atau mandi dulu?" tanyanya. "Ehm, aku mau mandi," balas Zhou Yiran dengan suara serak."Oke. Nanti kubawakan sarapannya ke sini." Dimas tertegun ketika Zhou Yiran tampak kepayahan untuk bangkit. Dia mengulurkan kedua tangan guna membantu perempuan tersebut hingga bisa duduk dan berdiri."Aduh! Nggak bisa jalan," rengek Zhou Yiran. Dimas akhirnya menggendong sang istri dan jalan ke toilet. Dia menurunkan kaki Zhou Yiran ke lantai dan memegangi perempuan tersebut, supaya bisa berpindah duduk ke kloset. "Keluar, Bang," ucap Zhou Yiran. "Aku juga mau mandi," kilah Dimas, sebelum melepaskan kaus dan melemparkan benda itu ke luar pintu. Zhou Yiran meringis. "Aku mau pup." "Ehm, habis itu, panggil aku. Kita mandi bareng." Zhou Yiran tidak menyahut dan hanya mengangguk. Dia menunggu Dimas keluar sambil menutup pintu. Lalu Zhou Yiran mulai bersemedi dengan serius."Ran, kokomu nelepon. Boleh aku a
27Waktu sudah mendekati tengah malam. Namun, Dimas masih terjaga. Dia kesulitan untuk tidur, karena menyadari ada perempuan di sebelah kanannya.Kemarin malam, Dimas benar-benar lelah dan langsung terlelap setelah merebahkan diri ke kasur. Dia dan Zhou Yiran sama-sama tidur nyenyak, hingga tidak ada yang terbangun untuk salat Subuh. Akan tetapi, malam kedua itu berbeda. Aroma harum dari tubuh Zhou Yiran menyebabkan Dimas gelisah. Dia tidak berani berbalik, karena khawatir akan memaksakan kehendak pada Zhou Yiran. Dimas memahami bila perempuan di sebelahnya pasti masih canggung padanya. Meskipun sejak kemarin Dimas sudah berusaha mengakrabkan diri, sekaligus membiasakan Zhou Yiran akan kehadirannya. Pria berkaus biru itu membuka mata ketika Zhou Yiran bangkit dan jalan ke toilet. Dimas teringat cerita Wirya, yang akan memanjakan istrinya bila hendak bertamu. Zhou Yiran keluar dari toilet. Dia berhenti di dekat kasur, karena baru menyadari bila Dimas telah menghilang. Zhou Yiran rag
26Sepasang manusia jalan menyusuri pantai sambil berpegangan tangan. Mereka membiarkan air laut menyapu kaki, yang sandalnya telah dilepas sejak tadi. Tiba di ujung kanan, Dimas memasang tripod di pasir. Lalu mengaktifkan kamera resolusi tinggi miliknya. Dimas mengatur timer, kemudian mendekati Zhou Yiran dan mengajak perempuan itu berpose. Belasan gaya mereka lakukan sembari memasang senyuman lebar. Dimas nyaris terjatuh sebelum ditarik Zhou Yiran agar bisa berdiri tegak. Dimas kembali ke dekat kamera guna mengulang memasang timer. Kemudian dia menyambangi sang istri dan menggendong Zhou Yiran yang spontan memekik. Dimas berputar dua kali dengan diiringi tawa istrinya. Lalu Dimas menurunkan Zhou Yiran dan memeluk perempuan tersebut sesaat, sebelum mengurai dekapan dan menciumi dahi Zhou Yiran. Baik Dimas maupun Zhou Yiran tidak menyadari, bila tingkah mereka direkam Luthfiandi dan Zulfan. Kedua ajudan junior itu kompak berseru, ketika Dimas mencuri kecupan di bibir istrinya, yang
25Yacht kecil melaju kencang di lautan. Deburan ombak diterjang, meskipun itu menyebabkan tubuh seluruh penumpangnya terguncang.Zhou Yiran meringkuk di sofa panjang di kabin bawah. Dia mengalami mabuk laut dan sudah muntah dua kali. Zhou Yiran telah mengonsumsi obat pereda mabuk laut, tetapi sepertinya obat itu tidak berpengaruh ke tubuhnya. Dimas memasuki kabin guna mengecek kondisi Zhou Yiran. Dia mengingat-ingat untuk tidak mengajak sang istri ke tempat wisata yang melewati laut, karena perempuan itu ternyata tidak bisa menikmati perjalanan tersebut.Zhou Yiran bangkit dan jalan cepat ke toilet. Dia kembali mengeluarkan isi perut yang hanya tinggal air. Zhou Yiran menyirami kloset dengan tangan gemetaran. Dia kaget ketika selang shower diambil alih Dimas, yang ternyata turut memasuki bilik basah. Zhou Yiran berpindah ke depan wastafel. Dia mencuci wajah dan leher, lalu berkumur-kumur. Zhou Yiran kaget kala Dimas membantunya mengeringkan wajah dengan handuk kecil. Kemudian pria i
24*Petinggi PB dan PBK, 1st, 2nd & 3rd Generation*Lazuardi : @Darling D. Aku telepon dari tadi, nggak diangkat.Syuja : Jangan ganggu pengantin baru, @Ardi.Hasbi : Dimas pasti capek.Jauhari : Habis lari keliling lapangan bola.Yusuf : Push up 1000 kali. Fawwaz : Kayang.Santos : Skotjump.Ibrahim : Koprol.Alvaro : Mengayuh sepeda. Hisyam : Balap motor. Fikri : Ngepot ke kanan dan kiri. Yanuar : Menanjak 2 bukit.Yoga : Menyusuri lembah. Zulfi : Menuruni tebing rerumputan. Haryono : Lalu bergulat.Wirya : Come on, Baby!Chairil : Faster! Nanang : Oh, yes! Qadry : Teriak aja, Sayang!Mukti ; Mang, bakso 2 mangkok! Zikria : Di atas, sudah bikin deg-degan. Ehh, Mukti malah beli bakso. Gumelar : Buyar imajinasiku. Listu : Bang Mukti, payah! Banan : Mukti, rese! Deswin : Lanjut, Abang-abang! Dedi : Yah! Ketinggalan. Aku baru buka grup. Andri : Aku juga baru on. Dimas : @Darling A, aku baru bangun. Ada apakah? Lazuardi : Ada info dari Yu Shunyuan. Dimas : Japri.Lazuar
23"Ada apa?" tanya Dimas. "Gelap. Aku takut," cicit Zhou Yiran. Dimas memindahkan laptop ke meja. Dia menekan tombol pause, lalu menarik earphone dan meletakkan benda itu di dekat laptop. Dimas berdiri dan jalan keluar. Dia meraba dinding untuk menemukan sakelar dan menyalakan dua lampu besar, hingga ruangan itu seketika berubah terang. Keduanya berpindah ke pantry. Dimas mengecek isi kulkas, lalu mengeluarkan bakso dan kol. Dia bergeser ke dekat meja penyajian guna mengecek isi rice cooker putih. "Abang mau buat apa?" tanya Zhou Yiran yang baru selesai minum di dekat dispenser. "Nasi goreng, tapi nasinya tinggal dikit. Nggak cukup buat kita," ungkap Dimas. "Masih ada nasi uduk." "Di mana?" Zhou Yiran bergeser ke depan meja kanan. Dia membuka rice cooker biru, yang ternyata kabelnya masih menyolok di stop kontak. "Ini. Masih banyak " jelasnya. Dimas mendekat dan menyicipi nasi itu sedikit. "Untungnya nggak basi. Masih panas juga." "Kabelnya tidak dilepas." "Hmm, mungkin su







