LOGINDi kehidupan sebelumnya, segala pengorbanan Reveriela Drunke untuk Pangeran Damien Lark berakhir membawa bencana dan kehancuran seluruh keluarga. Cinta, kasih sayang, dan perlindungan yang Reveriela mimpikan ternyata hanya ilusi yang Pangeran Damien ciptakan dan justru menyeret seluruh keluarga Drunke menjadi tumbal perebutan tahta. Sebelum kematian yang sepi, hal terakhir yang Reveriela dengar adalah huru hara di mana Pangeran Bupati, Arcane Wilder, membakar seluruh istana menjadi lautan api neraka. Ketika membuka matanya Kembali, Reveriela menemukan bahwa ia terlahir kembali ke usia 18 tahun di mana keluarga yang paling mencintainya masih aman dan utuh. Berbekal pengalaman hidup sebelumnya, Reveriela menggertakkan gigi dan bersumpah akan menyeret Damien Lark berlutut di kakinya. Reveriela mengangkat roknya, menuju Pangeran Bupati, Arcane Wilder, sekutu terkuat untuk menghadapi Damian Lark. Tetapi yang tidak Reveriela ketahui adalah Pangeran Bupati menonton setiap pergerakannya dari samping dengan penasaran. “Kenapa kau begitu membenci Pangeran Damien?” “Kepura-puraannya sungguh menjijikan,” Jawab Reveriela, “Lalu, kenapa kau tidak menyukainya?” “Dendam lama,” Arcane Wilder menjawab santai. Ketika Reveriela akhirnya sadar, semuanya menjadi lebih masuk akal. Credit : Retrouvailles by. Sae
View MoreKobaran api membumbung tinggi membuat seluruh ibukota menyala terang. Rumah-rumah rakyat jelata tertutup rapat, gerbang mansion bangsawan nyaris tidak meninggalkan celah. Semua orang bersembunyi, bahkan ratusan bangsawan melarikan diri dari ibukota karena ketakutan.
Di depan reruntuhan istana yang telah menjadi lautan api, Arcane Wilder berdiri seperti Hades, dewa neraka yang menantikan pesta kematian.
Bintik-bintik merah dan darah masih menetes dari pedangnya, entah sudah berapa kepala yang terpenggal. Dari seluruh tampilannya yang seperti iblis neraka, tali merah di pergelangan tangannya sangat mencolok dan tidak selaras dengan kengeriannya.
Angin dingin berhembus, membawa bau anyir dan gosong dari terbakarnya seluruh sudut istana.
“Sudah mati?” Suara serak itu membuat pria yang berdiri beberapa Langkah di belakang Arcane Wilder terkejut sesaat.
“Ya, Tuanku. Kondisinya sudah lama tidak memungkinkan untuk bertahan.”
“Begitu,” Arcane Wilder menatap ke langit yang gelap, di mana bahkan bintang tampak ketakutan menampakkan cahayanya, “Kuburkan dengan layak.”
“Ya, Tuanku.” Pria berpakaian hitam itu segera mengundurkan diri untuk memenuhi perintah.
Nyala api membumbung semakin tinggi bagaikan monster ganas yang melahap habis setiap bagian istana. Tali merah yang rapuh di pergelangan tangan Arcane Wilder akhirnya mencapai batas akhir bertahan, putus, dan terbang menari bergabung ke dalam api yang menyala-nyala.
…………
Cahaya matahari masuk melalui jendela besar dan menyelinap melalui kelambu, menyinari gadis muda yang terbaring di atas ranjang bulu lembut. Reveriela Drunke perlahan membuka matanya dan melihat langit-langit ranjang berwarna merah muda, kemudian tersentak dan duduk.
Tidak mungkin...Reveriela menatap sekitar dengan mata terbelalak, lalu mengangkat kedua tangannya dan terkejut. Tubuhnya hanya tersisa tulang berbalut kulit dengan bekas bekas luka tak terhitung jumlahnya. Sekarang, jelas tubuhnya adalah tubuh seorang gadis yang terawat dan cantik.
Mendengar gerakan dari ranjang, seorang gadis pelayan segera menyibak kelambu, menyapa Reveriela dengan kerutan cemas berbalut lega di wajahnya.
“Nona, akhirnya Anda bangun...” Ucap Yesia, gadis pelayan di rumah Bangsawan Drunke, “Anda membuat saya khawatir.”
Reveriela mengabaikan kekhawatiran serta keluhan gadis pelayannya, dan justru menarik kedua tangan Yesia. Ia melihat ke kanan dan kiri tubuh Yesia, lalu mengajukan pertanyaan yang aneh pada pelayannya.
“Yesia...tahun berapa sekarang?”
Yesia sangat bingung, tetapi tetap menjawab pertanyaan Reveriela dengan polos.
“Sekarang musim semi tahun Renance Raja Lark ke-12.”
Kepala Reveriela berdengung. Kemudian serangkaian klip kehidupan sebelumnya berputar seperti kaset rusak. Melihat wajah Reveriela tiba-tiba pucat, Yesia menjadi panik.
“Young Lady, apakah saya perlu...”
Sebelum kata-kata Yesia selesai, pelukan hangat menyergapnya secara tiba-tiba. Reveriela berteriak kecil, lalu melepaskan Yesia dan segera turun dari ranjang. Gadis itu menghambur pergi, bahkan tanpa mengenakan sandal tidurnya.
Berlari menyusuri Lorong dan menuruni anak tangga, Reveriela menemukan Nyonya Drunke, sedang mengarahkan pelayan untuk meletakkan rangkaian pot bunga di atas meja ruangan. Wanita itu sedikit tersentak saat seseorang menyergap ke dalam pelukannya secara tiba-tiba. Menyadari bahwa itu putrinya, Nyonya Drunke segera berbalik, membalas pelukan putrinya dengan raut bingung dan khawatir.
“Sayang, kenapa?” Tanya Nyonya Drunke dengan cemas, “Di mana yang sakit?”
Reveriela tidak bisa mengatakan apapun, hanya bisa memeluk tubuh ibunya dengan erat. Menghirup bau mawar yang telah lama ia rindukan dengan serakah. Melihat kedua wanita dalam keluarga saling berpelukan, Tuan Drunke yang baru saja keluar dari ruang kerja bersama Marlow kelihatan tidak kalah cemas.
“Apa yang terjadi pada little Riela? Kenapa tidak beristirahat di kamar?”
Mendengar suara yang hampir ia lupakan, Reveriela segera berbalik dan menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Melihat putrinya ingin menangis, Tuan Drunke segera datang dan memeluknya untuk menenangkan. Pria paruh baya itu mengusap punggung putrinya dengan sayang.
“Oke jangan menangis, Papa di sini,”
Kalimat Tuan Drunke membuat mata Reveriela menjadi semakin masam. Sudah berapa lama ia merindukan kalimat ayahnya tersebut? Sejak menikahi Pangeran Damien dan mendukungnya untuk naik tahkta, Reveriela tidak pernah lagi merasa begitu dekat dengan keluarganya. Masa-masa sulit sampai kejatuhan yang dialami rumah Drunke, semuanya karena sumbangsihnya yang dengan egois memaksa keluarga Drunke mendukung Pangeran Damien dengan membabi buta.
Tahun-tahun itu, ketika Tuan Drunke menentang keras keinginannya untuk menikah dengan Pangeran Damien, Reveriela merasa seolah-olah keluarganya egois, jahat, dan tidak memahami perasaannya. Ia begitu bodoh, tidak tahu diri, terobsesi, hingga mengabaikan cinta paling tulus yang diberikan keluarga untuknya.
Yesia yang sama tidak mengerti dengan perilaku tiba-tiba nona mudanya, mau tidak mau menjelaskan dengan singkat bahwa Reveriela bangun dan memeluk semua orang secara tidak bisa dimengerti.
Tuan Drunke mengira bahwa putrinya hanya mengalami mimpi buruk dan meminta pelayan untuk memanggil dokter keluarga. Baru saat itu, Reveriela akhirmya mengingat bahwa awal musim semi tahun Renance 12, tubuhnya jatuh ke danau bersama Tatum Falcon, saingan cintanya saat menghadiri ulang tahun salah satu gadis bangsawan.
Reveriela mengingat persis bahwa kemarahannya saat itu dipicu oleh gaun yang mereka kenakan sama persis. Mereka berdebat siapa yang harus pulang mengganti gaun tetapi malah berakhir saling mendorong dan jatuh ke danau. Reveriela ingat saat itu, Pangeran Damien bergegas melompat ke danau tetapi menjangkau Tatum lebih dulu. Jika bukan karena Marlow menyadari adiknya terjatuh dan segera melompat ke danau, Reveriela mungkin sudah terlambat untuk diselamatkan.
Tetapi justru karena insiden pertengkaran yang berakhir tragedi, ada banyak rumor beredar di mana-mana bahwa ia adalah gadis bangsawan yang sombong, jahat, dan tidak punya sopan santun. Mendengar bahwa Pangeran Damien bahkan tidak repot-repot untuk menjenguknya, Reveriela membuat masalah di mana-mana dan terpaksa membuat Tuan Drunke memberlakukan kurungan rumah padanya selama sabulan penuh.
Karena hal itu, Reveriela melakukan berbagai cara untuk bisa menghubungi Pangeran Damien, yang akhirnya justru memperkuat gosip buruk tentang dirinya. Setelah bertahun-tahun hidup bersama, Reveriela baru mengetahui bahwa semua reputasi buruknya tidak lain dan tidak bukan didalangi oleh Pangeran Damian sendiri.
Pikiran mengembara Reveriela diinterupsi oleh kedatangan dokter keluarga. Dengan patuh, ia mengikuti perintah ayahnya dan membiarkan dokter keluarga memeriksa denyut nadi dan suhu tubuhnya.
“Demam nona muda sudah sepenuhnya turun. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi nona harus tetap istirahat selama beberapa hari lagi,” Ucap dokter tua yang sudah mengabdi selama 30 tahun pada keluarga Drunke.
Semua orang bernapas lega, tetapi tidak dengan Nyonya Drunke yang tahu persis sifat putrinya. Baru akan membujuk Reveriela untuk tinggal dengan patuh selama beberapa hari lagi di rumah, tetapi suara gadis itu sudah lebih dulu terdengar.
“Mama, Papa, Kakak, jangan khawatir. Aku berjanji akan tinggal di rumah dengan patuh dan memulihkan diri.”
Tuan Drunke sangat puas dan mengusap kepala putrinya yang kini menjadi lebih masuk akal. Ia mengatakan bahwa setelah benar-benar sembuh, Reveriela bisa membeli apapun yang diinginkan, dan akan membiarkan Marlow menemani ke manapun gadis itu ingin bermain.
Reveriela sekali lagi menjawab ya dengan patuh dan membuat semua orang menaruh jantung mereka kembali ke tempatnya.
Untungnya, untungnya sekarang ia terlahir kembali. Reveriela berjanji kali ini ia akan membalaskan dendam kehidupan sebelumnya, dan memastikan keluarga Drunke aman.
Berita tentang sampainya para utusan dari kerajaan tetangga untuk meramaikan acara kerajaan segera menyebar dalam waktu yang cepat. Ada banyak obrolan tentang bagaimana sosok para utusan yang datang di kedai-kedai minuman dan restauran.Di salah satu meja restauran yang menghadap ke jalan, Reveriela duduk menikmati minuman sambil mendengarkan orang-orang berdiskusi. Tahun ini akan menjadi tahun perburuan kerajaan paling dinantikan banyak bagsawan. Gadis itu telah mendengar bahwa beberapa kerajaan tetangga telah mengirim daftar utusan yang datang.Kerajaan Anuman mengirim Putra Mahkota Calius secara langsung untuk bergabung, Kerajaan Persemakmuran Wales mengirim Duke Halloit, dari tenggara continent yang eksotis, Kerajaan Orion, telah mengirim Putri Myra yang kontroversial dan dikenal sebagai putri yang memiliki banyak pria tampan sebagai ‘hewan peliharaan’ di ranjangnya, disusul dengan putra Duke Alison yang mewakili Wilayah Timur Kroia, serta beberapa bangsawan yang tersebar di wilay
Begitu Kael Grey keluar dari ruangan, Ratu Roserie duduk dengan tenang dan menatap surat yang dititipkan Arcane Wilder melalui keponakannya tersebut. Setelah Kael menjelaskan apa yang terjadi pada Putri Phoebe dan penyelidikan yang sudah Pangeran Bupati lakukan, Ratu Roserie tidak bisa lagi menahan ketenangan. Wanita itu mencengkeram gelas tehnya sangat erat, membuat pelayan pribadinya terkejut dan sangat cemas.“Ratuku, apa yang harus kita lakukan?”Ratu Roserie mencoba untuk menenangkan emosinya dan menutup mata. Ia tidak percaya bahwa Pangeran Damien sudah berbuat terlalu jauh, bahkan menganggap Phoebe sebagai ancaman dan tega melukai saudara sedarahnya sendiri. Meskipun ia bukan ibu biologis Pangeran Damien, tapi sebagai Ratu, ia telah memperlakukan Damien dan Selir Carmila secara adil. Mereka tidak pernah mengusik pihak Carmila dan tidak pernah sekalipun memiliki niat buruk pada Pangeran Damien.Awalnya Ratu Roserie berharap bahkan jika Damien menjadi putra mahkota dan dinobatkan
Ketika Pangeran Damien memasuki ruang belajar istana, Raja Heddar sudah duduk dan menunggunya sambil membaca laporan dari parlemen. Pangeran Damien menunduk kecil untuk memberi hormat, lalu mengambil tempat di seberang Raja Heddar yang akhirnya menutup gulungan di tangan.“Aku dengar dari Asisten Henry kau ingin berdiskusi denganku tentang aliansi pernikahan?”“Benar, Ayah,” Jawab Damien, lalu meletakkan beberapa gulungan profil gadis bangsawan, “Aku sudah menyeleksi kandidat yang cocok. Aku ingin Ayah memutuskannya untukku.”Raja Heddar melirik putranya sekilas dan mengangguk-anggukan kepala. Ia membuka gulungan per gulungan dan tidak bisa tidak mengajukan pertanyaan.“Pilihanmu adalah Tatum Falcon putri Perdana Menteri dan Yasmin Eklar putri Menteri Kehakiman?”“Benar, aku merasa mereka candidat paling cocok untukku,” Jawab Damien.“Menikah tidak hanya tentang bisnis, kau harus pastikan kau menyukai mereka dengan tulus dan bertanggung jawab seumur hidup,” Raja Heddar memberikan nasi
Kereta kuda berlambangkan kepala serigala milik Pangeran Bupati membelah jalan utama Ibukota. Ketika Reveriela mengirim surat dan mencoba peruntungan untuk meminta Arcane Wilder menemaninya pergi ke toko pakaian bersama, gadis itu tidak menyangka Pangeran Bupati akan setuju dengan mudah dan menjemputnya hanya dalam beberapa jam kemudian.Melirik pria yang sibuk dengan surat kabar di seberangnya, membuat Reveriela yang bosan akhirnya berdehem pelan. Seakan mengerti kode gadis itu, Arcane segera menutup surat kabar di tangannya dan mengalihkan perhatian pada gadis di depannya.“Apa aku benar-benar tidak mengganggu pekerjaan Pangeran Bupati?” Tanya Reveriela.“Jangan khawatir,” Jawab Arcane singkat.Reveriela mengangguk-angguk mengerti tapi merasa sedikit gelisah.“Aku sedikit khawatir Pangeran Bupati akan merasa tidak nyaman di toko pakaian dengan banyak pelanggan.”Arcane mengangkat sebelah alisnya dan memberitahu, “Gale telah membuat reservasi. Hanya kita yang akan mereka layani.”Rev






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.