Compartir

48. Bahaya Datang

Autor: Evita Maria
last update Última actualización: 2026-01-15 22:41:15

*Thomas Walker, dibuang sebagai bayi di depan Panti Asuhan Kasih Bunda. Kepala panti, Michael, dikenal sadis dan sering menyiksa anak-anak asuhan. Tom tidak pernah mendapat kasih sayang, hanya pukulan dan umpatan.*

*Usia 8 tahun, Tom memiliki sahabat dekat bernama Ricky. Ketika Ricky berusaha melindungi Tom dari siksaan Michael, kepala panti itu menyiksa Ricky hingga tewas. Mayat Ricky dikuburkan di belakang asrama tanpa laporan pada pihak berwajib. Semuanya dilakukan di depan mata Tom yang menyebabkan trauma psikis dan mental.*

*Usia 15 tahun, Tom membunuh dan memutilasi Michael yang hampir memperkosa salah satu anak perempuan di panti. Selama tujuh tahun berikutnya, Tom membunuh sebelas orang lagi dengan metode yang sangat sadis. Media menjulukinya "Penjagal dari Arcana."*

*Lolos dari hukuman mati dan dihukum penjara seumur hidup karena dianggap mengalami gangguan jiwa berat.*

Evan menutup file itu dengan perasaan yang kompleks. Tom bukan sekadar psikopat biasa, dia adalah produk da
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dendam Membara Sang Dewa Perang   50. Kecurigaan Wakil Kepala Penjara

    Di ruang makan staf, suasana masih hangat setelah acara penyambutan Ivan selesai. Para sipir dan pegawai masih mengobrol ringan sambil menikmati kopi dan dessert. Eric duduk di ujung meja, berkali-kali melirik jam tangan sembari menyeringai tipis.*Pukul 13.15. Pertarungan pasti sudah dimulai,* pikirnya puas. *Dalam beberapa menit lagi, Evan Wijaya akan menjadi mayat.*"Letnan Ivan," Anna yang duduk di sebelah Ivan kembali berbasa basi, "bagaimana kesan pertama Anda tentang Penjara Inferium?""Luar biasa," Ivan mengangguk,menyeka mulutnya dengan serbet. "Organisasi dan fasilitasnya sangat baik. Tapi…," ia melirik ke arah jendela yang menghadap ke blok narapidana, "aku ingin melihat bagaimana kondisi di setiap blok saat ini."Eric yang sedang minum kopi hampir tersedak. "Melihat kondisi blok? Untuk apa, Letnan?""Sebagai wakil kepala penjara, aku perlu memahami situasi operasional secara langsung," Ivan menjawab tegas. "Terutama ruang kontrol dan sistem pengawasan."Anna mengangguk set

  • Dendam Membara Sang Dewa Perang   49. Keributan Di Ruang Makan

    Samson sempat mundur selangkah, merasakan aura aneh yang terpancar dari mata Evan. Ada sesuatu di balik ketenangan pria itu yang membuatnya merinding, seperti menatap mata predator yang sedang menilai mangsa."Mulutmu sungguh berani bicara!" Samson mendengus, berusaha menutupi rasa gentar yang tiba-tiba muncul. "Sudah bersalah tapi masih bisa sombong!"“Kuberi kau waktu untuk berlutut minta ampun!” bentak The Duke dengan nada mengancam, “Siapa tahu aku kasihan dan mengampuni nyawamu.”"Bagaimana kalau kau yang berlutut dan memohon padaku supaya tetap hidup dengan lengan yang utuh?" Evan tersenyum dingin, suaranya setenang permukaan danau sebelum badai.Sorot mata Evan berubah, iris hitamnya berkilat seperti bilah pedang yang dipanaskan dalam api. Samson merasakan dingin menusuk tulang belakangnya, seolah sedang menatap mata malaikat maut.Tapi rasa gentar itu cepat tergantikan oleh amarah ketika Samson melihat empat anak buahnya berdiri siaga di sekitar meja. ‘Tidak mungkin satu orang

  • Dendam Membara Sang Dewa Perang   48. Bahaya Datang

    *Thomas Walker, dibuang sebagai bayi di depan Panti Asuhan Kasih Bunda. Kepala panti, Michael, dikenal sadis dan sering menyiksa anak-anak asuhan. Tom tidak pernah mendapat kasih sayang, hanya pukulan dan umpatan.**Usia 8 tahun, Tom memiliki sahabat dekat bernama Ricky. Ketika Ricky berusaha melindungi Tom dari siksaan Michael, kepala panti itu menyiksa Ricky hingga tewas. Mayat Ricky dikuburkan di belakang asrama tanpa laporan pada pihak berwajib. Semuanya dilakukan di depan mata Tom yang menyebabkan trauma psikis dan mental.**Usia 15 tahun, Tom membunuh dan memutilasi Michael yang hampir memperkosa salah satu anak perempuan di panti. Selama tujuh tahun berikutnya, Tom membunuh sebelas orang lagi dengan metode yang sangat sadis. Media menjulukinya "Penjagal dari Arcana."**Lolos dari hukuman mati dan dihukum penjara seumur hidup karena dianggap mengalami gangguan jiwa berat.*Evan menutup file itu dengan perasaan yang kompleks. Tom bukan sekadar psikopat biasa, dia adalah produk da

  • Dendam Membara Sang Dewa Perang   47. Tom Walker, Sang Psikopat

    Satu jam kemudian, Sari menyerahkan berkas tebal kepada Eric dengan tangan gemetar. Eric merebut berkas itu dan membacanya dengan tergesa-gesa.*Nama: Ivan Pendragon. Usia: 27 tahun. Lulusan Akademi Kepolisian terbaik tahun ini. Orang tua: Ardhan Pendragon (almarhum), Lily Pendragon (almarhumah). Kakak kandung: Evan Pendragon (almarhum).*Eric menutup berkas dengan wajah pucat pasi. Tangannya gemetar hebat hingga berkas data diri Wakil Kepala Penjara baru hampir terjatuh dari genggamannya.*Bukan kebetulan,* pikirnya panik. *Ini bukan kebetulan sama sekali. Ivan ada di sini dengan tujuan tertentu. Dia pasti tahu apa yang terjadi pada kakaknya tiga belas tahun lalu.*Eric memijat pelipisnya yang berdenyut sakit. Ia harus berhati-hati dengan pemuda itu atau semua kejahatannya di masa lalu akan terbongkar dan dirinya akan berakhir di kamar gas."Pak Eric?" suara Sari membuatnya tersentak. "Anda tidak apa-apa?""Tidak apa-apa," Eric berdiri dengan kaku. "Kembali ke tugasmu!"---Ruang Mak

  • Dendam Membara Sang Dewa Perang   46. Menyambut Wakil Kepala Penjara Baru

    Sony yang telah mengikuti Boris sejak dari toilet kini berdiri di sudut aula, menatap punggung Evan yang menjauh dengan campuran kagum dan takut.Dia bukan manusia, Sony berpikir sambil menelan ludah. Dia adalah sesuatu yang jauh lebih mengerikan.Dan di suatu tempat di lantai atas, Boris duduk meringkuk di sudut selnya, masih gemetar dengan mata kosong menatap dinding.Eric dan Duke Samson mendatangi sel Boris. Eric bertanya dengan hati-hati, “Evan yang melakukan ini padamu?”Boris tak menjawab, hanya gemetar setiap nama itu disebut.“Keparat Evan!” Samson menggebrak jeruji penjara dengan gusar, “Hari ini akan menjadi hari kematiannya!”Eric mengangguk, “Benar, kau harus menghabisinya sebelum dia menguasai Blok E!”“Ja-jangan!” Boris tiba-tiba bersuara tapi suaranya sangat kecil sehingga Samson dan Eric tak mendengar dengan jelas.“Jangan takut, Boris!” hibur Samson, “Aku akan membalaskan dendammu!”Boris menggeleng, “Jangan….!”Tapi Samson dan Eric tak mendengar, mereka segera menin

  • Dendam Membara Sang Dewa Perang   45. Permintaan Maaf Boris

    Eric yang sedang memeriksa barisan ketiga juga menyadari kehadiran Boris. "Boris! Hei, Boris!" dia berteriak sambil melangkah mendekat. "Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau seperti ini?"Tapi Boris melewati Eric begitu saja tanpa menoleh sedikitpun. Seperti sipir kepala itu tidak ada, seperti suaranya hanya angin yang lewat.Eric berdiri membeku dengan wajah yang tidak percaya. Tidak pernah dalam lima belas tahun karirnya ada napi yang berani mengabaikan pertanyaannya secara langsung.Theo yang melihat Boris mendekatinya dengan tatapan kosong itu merasakan ketakutan yang luar biasa. Tubuhnya gemetar hebat, kaki-kakinya terasa lemah hingga hampir tidak bisa menopang berat badannya sendiri.*Dia datang untuk membunuhku,* pikir Theo panik. *Dia masih mau menyelesaikan apa yang dimulainya kemarin.*Napas Theo menjadi pendek dan cepat. Keringat dingin mengalir deras di pelipisnya. Ia ingin lari, tapi kaki tidak mau bergerak. Trauma dari penyiksaan kemarin membuat tubuhnya membeku.Seluruh

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status