LOGINEvan Pendragon, pemuda bangsawan yang penuh masa depan, harus menanggung tuduhan keji atas kematian tragis kedua orang tuanya. Terbuang ke penjara tanpa keadilan, tubuhnya hancur oleh siksaan yang tiada ampun. Namun, dari reruntuhan kesakitan itu, sebuah kekuatan rahasia dalam dirinya mulai bangkit, tulang naga yang tersembunyi di tubuhnya menunggu untuk mengubahnya menjadi sosok yang tak terkalahkan. Diberi pilihan menjadi bagian dari proyek misterius atau kembali ke penjara, Evan memilih menjadi kelinci percobaan untuk membalas dendam. Setelah 3 tahun pelatihan ia diterjunkan ke medan perang dan menjadi mesin pembunuh nomor satu. Kini, sebagai Jenderal Perang yang dianugerahi Bintang Mahaputra, ia menyusup kembali ke tempat kelam yang dulu menghancurkannya, sebuah penjara penuh korupsi dan pengkhianatan, demi melindungi adiknya dan menegakkan keadilan yang sesungguhnya.
View MorePatrick sempat mundur, terkejut dengan ledakan emosi atasannya."Pak Eric," Patrick berkata hati-hati, "saya tahu Bapak menyukai Bu Anna. Tapi situasi ini...""Diam!" Eric memotong dengan nada berbisa. "Aku tidak butuh simpatimu."Keheningan mencekam selama beberapa detik. Eric berjalan mondar-mandir di ruangan sempit itu seperti singa yang terkurung. Otaknya bekerja keras mencari jalan keluar dari situasi yang semakin rumit.Evan Wijaya. Nama itu sudah menjadi duri dalam dagingnya sejak pria itu menginjakkan kaki di Penjara Inferium. Pertama, ia mengalahkan Boris dengan satu serangan. Kedua, dia berani mengancam Eric secara langsung. Dan sekarang, berani merebut wanita yang selama ini Eric inginkan."Aku harus menyingkirkannya," Eric bergumam dengan mata menerawang. "Harus. Bagaimanapun caranya."Patrick berdehem pelan. "Pak Eric, kalau boleh saya memberi usul..."Eric menoleh dengan pandangan tajam. "Apa?""Selama ada Bu Anna dan Ivan di penjara Inferium ini, kita tidak akan pernah
Anna menghela napas. Ia bangkit, mulai mengumpulkan pakaiannya yang berserakan. Blus yang robek tidak bisa dipakai lagi. Ia terpaksa mengenakan jaket yang tadi ia sampirkan di bahunya."Aku akan mengirimkan baju ganti untukmu," Anna berkata sambil merapikan rambutnya. "Dan... terima kasih.""Untuk apa?""Untuk tidak memanfaatkan situasi tadi," Anna menatap Evan dengan pandangan baru. "Kau bisa saja menyakitiku. Tapi kau tidak melakukannya."Evan berdiri, tubuh atletisnya menjulang di atas Anna. "Aku bukan monster, Anna. Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan untuk bertahan hidup."Anna mengangguk pelan. Ia berjalan menuju pintu, lalu berhenti."Evan," ia berkata tanpa menoleh. "Berhati-hatilah. Ada banyak orang di penjara ini yang menginginkan kematianmu.""Aku tahu.""Dan aku tidak akan selalu bisa melindungimu."Evan tersenyum di balik punggung Anna. "Siapa bilang aku butuh perlindungan?"Anna membuka pintu dan melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Pintu besi tertutup dengan bu
Evan terdiam sesaat. Alisnya terangkat sedikit."Hukuman macam apa itu?" Evan bertanya dengan nada geli.Wajah Anna memerah. Rasa malu bercampur nafsu membuat matanya memanas."Kau bilang akan melakukan apa yang kumau," Anna berbisik, suaranya lebih mirip desahan. "Ini yang kumau."Tangannya yang masih bisa bergerak sedikit, meraih tangan Evan. Ia meletakkan telapak tangan pria itu di dadanya yang membusung, tepat di atas jantungnya yang berdegup liar."Kau bisa merasakannya?" Anna menatap mata Evan tanpa berkedip. "Sejak pertama kali kau berani melawanku di ruang kerjaku, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Kau membuatku gila."Evan merasakan detak jantung Anna yang cepat di bawah telapak tangannya. Kehangatan tubuh wanita itu menjalar melalui kain blus tipis yang memisahkan mereka."Kau yakin tidak akan menyesal?" Evan bertanya dengan suara rendah, "bercinta dengan seorang napi?""Tidak," Anna tersenyum menantang. "bagaimana denganmu?"Tangan Evan bergerak, jari-jarinya mencengker
Evan duduk bersila di tengah lantai dingin ruang isolasi. Matanya terpejam. Napasnya teratur, dalam dan lambat. Energi naga mengalir di setiap pembuluh darahnya, berputar seperti arus sungai emas yang menenangkan.Dalam kegelapan meditasinya, ia merasakan denyut jantung naganya semakin kuat. Inti energi di pusat dantiannya bersinar terang, memancarkan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuh. Setiap tarikan napas membawa energi murni masuk. Setiap hembusan membuang racun emosional yang mengendap.Tiba-tiba telinganya menangkap suara langkah kaki di koridor. Langkah yang tegas tapi ringan. Hak sepatu wanita berdetak di lantai beton. Evan tidak membuka mata, tapi bibirnya membentuk senyum tipis.Pintu besi berderit terbuka.Aroma parfum mawar bercampur kayu cendana menyeruak masuk. Aroma yang sudah ia kenali sejak hari pertama di penjara ini.Anna Tanzil berdiri di ambang pintu dengan cambuk kulit di tangan kanannya. Cahaya koridor menerangi siluet tubuhnya dari belakang."Evan Wijaya,
Evan bangkit dan berjalan santai menuju belati yang tergeletak di lantai basah. Dia mengambilnya dengan gerakan yang tidak tergesa, memeriksanya sejenak, kemudian melemparnya keluar ruangan dengan kekuatan yang membuat senjata itu melesat dan berhenti saat menancap dalam di dinding.Sony membelalak
Evan menepuk bahu Theo dengan lembut. "Bagus. Kita mulai latihan besok pagi sebelum sarapan. Sekarang pergi mandi yang bersih. Baumu sangat mengganggu."Theo tertawa untuk pertama kalinya malam itu, suara yang terdengar lega dan penuh harapan. "Baik, Pelatih!"Setelah Theo pergi ke kamar mandi umum
Ketika Theo berusaha menjawab, Boris menangkap dagunya, menundukkan wajahnya ke permukaan air kloset yang keruh. “Jawab!” bentak Boris, lalu menekan. Kepala Theo terbenam, BYUR!, air kotor menyelimuti wajahnya, mengisi lubang hidung, menusuk kerongkongan. Gelembung udara naik liar di permukaan, su
Pukulan Boris mengenai kepala Evan dengan keras. Tapi pukulan Evan juga mengenai ulu hati Boris, meski tak sekuat tenaga.Evan jatuh tersungkur ke tanah, tidak bergerak. Boris mendarat dengan kaki goyah, masih berdiri tegak meski wajahnya mulai pucat.Keheningan menyelimuti lapangan selama beberapa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews