Startseite / Romansa / Dendam Putri Yang Terbuang / 46. Ingatan yang hilang

Teilen

46. Ingatan yang hilang

last update Zuletzt aktualisiert: 25.01.2026 23:18:20

“Tuan, katanya di depan ada bekas kecelakaan,” lapor Emilio melalui sambungan telepon.

“Apa?!”

Ciit!

Duke menginjak rem mobilnya tiba-tiba, perkataan pengawalnya itu membuatnya syok setengah mati.

“Kalian sudah memastikan bahwa tidak ada yang lewat di jalan itu setelah ditutup 30 menit yang lalu. Jangan bilang itu ….”

“Benar. Kami menduga itu adalah mobil Nyonya muda yang terjun ke bawah.”

Deg!

Rasanya seperti nyawanya dicabut secara paksa. Duke menggeleng ribut tak percaya. “Tidak mungkin,” ucapnya lirih.

“Kami juga berharap seperti itu. Pengawal lain yang sampai lebih dulu sedang turun menelusuri jejak kecelakaan. Diperkirakan mobil yang jatuh itu masuk ke laut.”

“Temukan secepatnya. Aku akan sampai sebentar lagi.”

Sambungan telepon pun terputus. Duke kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rasa khawatir dan takut menguasai pikirannya yang hanya dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk tentang istrinya.

Selain curam, di bawah tebing itu membentang laut yang luas. Jika s
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dendam Putri Yang Terbuang    52. Skandal

    “Sial! Kenapa ini semua terjadi? Siapa yang sudah menayangkan semua itu,” gerutu Liona emosi, sembari menuruti panggung dengan menutupi wajahnya dari serbuan kamera. Baru saja gadis cantik nan manis itu menikmati hasil kerja kerasnya, dan merasa berada di atas awan karena projek pertamanya sukses besar. Karena kesuksesan itu, banyak tawaran iklan yang berdatangan serta projek-projek lainnya. Baru saja ia memegang trofi pertamanya dengan bangga. Namun, pijakkannya langsung dipatahkan hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit. Orang-orang yang tadinya menatap kagum dan iri padanya, seketika tatapan mereka berubah menjadi hina. Bisik-bisikan para penonton dan tuntunan pertanyaan dari wartawan, menyerbu bagai sekumpulan lebah yang mengincar targetnya. “Liona, apa benar tentang tayangan tadi?” “Apa kau mengetahui tayangan itu sebelumnya? Atau itu memang sengaja untuk menaikan pamor saja?” “Liona, benarkan yang di foto dan video itu adalah kamu?” “Liona, tolong jelaskan yang s

  • Dendam Putri Yang Terbuang    51. Penghargaan dan kehancuran

    Api membakar ujung rokok seorang pria yang tengah berdiri di balkon kamarnya, sembari menatap hamparan lampu di taman rumahnya. Pikirannya semewarut saat ini. Ia menegak alkohol dalam gelas yang sengaja disiapkan untuk menemani batang nikotin agar semakin sempurna. Teringat ucapan seorang detektif berapa saat yang lalu.Dua jam sebelumnya.“Jadi, itu yang membuat penyelidikan ini memakan waktu begitu lama,” jawab detektif itu jujur. “Data adopsi yang saya temukan seperti dipalsukan. Nama, tanggal lahir, bahkan asal usulnya juga diganti.”“Kenapa ada orang melakukan sejauh itu?” Viona bergetar.Detektif itu menarik napas pelan, seolah sedang menimbang kata-katanya. “Kemungkinan putri kalian tidak mengingat jati dirinya sendiri, alias hilang ingatan. Karena anak berusia lima tahun, paling tidak dia bisa mengingat namanya sendiri dan orang tuanya. Tapi kalau tidak, berarti ada gangguan dengan ingatannya.”“Itu artinya data dari rumah sakit sebelum dibawa ke panti asuhan disembunyikan?”

  • Dendam Putri Yang Terbuang    50. Red carpet

    Lampu kamera menyala di setiap sudut sepanjang jalan. Karpet merah membentang panjang di depan gedung megah Star Group. Malam ini, adalah acara red carpet yang ditunggu-tunggu oleh para bintang. Kilatan flash kamera tak berhenti menjepret para tokoh utama yang melewati karpet tersebut. Sementara di belakang panggung berdiri seorang wanita cantik dengan gaun putih sederhana tapi terlihat anggun. Wanita itu memegang segelas jus anggur. Sudut bibirnya terangkat sedikit mengintip dari celah pintu, menyaksikan hasil kerja kerasnya selama ini terbayar hari ini. “Elowyn, kau mengintip siapa?” Gadis itu menoleh, melihat temannya yang tak mempesona berjalan ke arahnya sambil membawa kamera yang mengandung di lehernya. “Kau kenapa kesini? Harusnya membatu artismu bersiap-siap, sana,” ujar Elowyn setengah meledek. Gadis yang menghampirinya menghela napas panjang. Ia merebut minuman di tangan Elowyn. “Malas, ah. Setelah hari ini, aku mau resign saja,” jawab Elie. “Kau ini! Bukankah

  • Dendam Putri Yang Terbuang    49. Pesan mendalam Tuan Zain

    “Bagaimana kabar Kakek?” tanya Elowyn. Saat ini ia berada di rumah rawat Tuan Zain. Tentu saja sebelum pergi ke tempat ini, ia sempat adu mulut dulu dengan Duke yang memintanya untuk istirahat lagi. Padahal menurut di empu tubuh, ia sudah baik-baik saja dan bahkan kembali fit seperti sebelumnya. Suasana ruang rawat Tuan Zain sangat tenang. Pria tua itu sudah tidak memakai bantuan alat pernapasan lagi, bahkan dia terlihat bersemangat seperti bukan berusia 75 tahun. “Aku sudah baik-baik saja. Apalagi kamu menjengukku. Tubuhku langsung pulih seperti dulu,” jawab pria itu, berpose menunjukan otot tangannya. Elowyn tersenyum sendu. Segera ia memeluk tubuh ringkih tersebut. “Kakek jangan sakit lagi, ya. Aku sangat khawatir tahu saat dengar Kakek drop.” Tuan Zain terkekeh pelan seraya menepuk-nepuk punggung cucu menantunya. “Kakek ini sudah tua, jadi wajar saja jika Drop. Maaf ya.” “Wajar apanya?” sahut Elowyn ngegas. “Dokter bilang jantung Kakek sempat berhenti.” “Itu karena Kakek

  • Dendam Putri Yang Terbuang    48. Wanita bodoh

    “Kakek sudah sadar. Sekarang sedang dalam masa pemulihan,” jawab Duke, membuat Elowyn tersenyum lega. “Aku … aku mau menemui Kakek. Duke, aku mau menemui Kakek. Tolong bawa aku ke Kakek,” ucap Elowyn dengan mata berkaca-kaca.“Tidak bisa sekarang, Elowyn. Kau juga baru bangun. Jadi istirahat saja dulu,” ujar pria itu dengan lembut.“Tapi aku ingin bertemu Kakek. Aku sampai disini karena ingin bertemu Kakek. Duke, tolong ….” Elowyn tak pernah mendapatkan kasih sayang keluarga selain dari neneknya. Setelah sang nenek meninggal, hidupnya terasa sepi dan penuh kelam. Namun, sejak Duke membawanya masuk ke dalam hidupnya dan bertemu Tuan Zain, perasaan yang dulu pernah hilang kembali lagi. Bagi Elowyn, Tuan Zain bukan sekedar Kakek mertua saja, melainkan keluarga terdekatnya yang sesungguhnya. Bahkan ayah dan ibunya pun tidak bisa menempati ruang seperti itu di hatinya. “Duke, aku hanya ingin bertemu Kakek,” mohon Elowyn, menarik ujung baju Duke.“Tidak Elowyn.” “Tuan benar, Nyonya. Sek

  • Dendam Putri Yang Terbuang    47. Terseret lebih dalam

    “Mommy, Mommy! Aku mau naik kuda itu!” rengek seorang anak perempuan kecil sambil menunjuk seekor kuda putih di dalam kandang.“Tidak boleh, Sayang. Kamu masih terlalu kecil,” jawab sang mommy lembut, berjongkok agar sejajar dengan tinggi putrinya.Bibir mungil anak itu mengerucut. Pipi chubby-nya mengembang lucu, lalu kakinya menghentak ke tanah karena kesal. “Aku mau naik. Ada Kakak sama Daddy. Mereka pasti mau menemani aku.”“Tidak, Sayang. Berkuda itu terlalu bahaya untuk anak usia lima tahun,” ucap sang mommy sabar.“Ada apa, Mom?”Seorang pria dewasa menghampiri mereka, ditemani seorang anak laki-laki remaja yang berlari mengejar langkahnya. “Dia ingin naik kuda, tapi kan masih terlalu kecil,” jelas sang mommy. “Aku melarangnya, tapi malah jadi ngambek seperti ini.” Pria itu tertawa kecil, lalu mengangkat putrinya tinggi-tinggi. “Anak Daddy mau naik kuda, ya?”Si kecil langsung mengangguk cepat dengan mata bulatnya yang berbinar.“Baiklah,” ujar sang Daddy akhirnya. “Daddy tem

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status