Dendam Putri Yang Terbuang

Dendam Putri Yang Terbuang

last updateLast Updated : 2026-01-31
By:  Story_pufiaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
52Chapters
735views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Elowyn Adison, tak pernah menyangka hidupnya akan dihancurkan dalam satu malam oleh keluarga dan tunangannya sendiri. Setelah mengetahui fakta jika dirinya hanyalah anak angkat, ia dijebak menghabiskan malam panas dengan pria yang dia kira gigolo. Sadar tak pernah mendapatkan kasih sayang dan dibuang, Elowyn memutuskan hubungan dengan keluarga Adison dan merencanakan balas dendam. Siapa sangka, dia justru dipertemukan kembali dengan Duke Alexander, gigolo malam itu yang ternyata adalah seorang konglomerat.  Akankah Elowyn berhasil membalaskan dendamnya? Atau justru terjebak dalam lingkaran masalah baru yang siap melilitnya?

View More

Chapter 1

1. Malam Kehancuran

“Ada apa dengan tubuhku? Ughh panas sekali ….”

Seorang gadis cantik terlihat sedang duduk sendiri di sudut bar. Tubuhnya bersandar dan sedikit menggeliat pada kursi tinggi yang tengah didudukinya. Elowyn ingat, siang tadi dia baru saja mengetahui fakta bahwa dirinya bukan bagian asli dari keluarganya. Dia juga ingat bagaimana tadi memergoki tunangannya yang sedang bercumbu dengan saudarinya sendiri—Liona. Tapi dia tidak ingat bagaimana bisa sampai di tempat terkutuk ini dan menghabiskan satu gelas vodka yang membuat tubuhnya terasa panas.

“Kenapa semuanya jadi berputar-putar? Apa dunia sedang gempa?” Ia terkekeh sambil memegangi kepalanya yang begitu pusing.

Elowyn melihat sekelilingnya untuk mencari seseorang yang cocok untuk diajak menghabiskan malam bersama. Hingga atensinya menemukan seorang pria tampan yang duduk sendirian di sofa single pojok ruangan. Pria itu rupanya juga tengah menatap ke arahnya.

“Tuan … maukah kau bermalam denganku?”

Pria dengan tatapan setajam elang itu hanya diam memperhatikannya. Bau alkohol menguar ketika Elowyn mendekatkan wajahnya. Dengan lancang, gadis itu membelai dada bidangnya.

“Aku punya banyak uang. Satu miliar untuk satu malam, bagaimana?” ucapnya pada pria yang ia berpikir adalah seorang gigolo.

“Enyah dari hadapanku!” Suara dingin dan berat itu terdengar. Pria itu menoyor dahi Elowyn menjauh.

Lalu tiba-tiba, Elowyn menjatuhkan tubuhnya ke arah pria tersebut. “Tolong aku … seseorang memasukan obat ke minumanku,” lirihnya seraya mencengkram lengan sang pria.

Diperhatikannya wajah cantik yang gelisah itu dalam-dalam, kemudian sang pria menariknya lebih dekat. “Kau yakin?”

Elowyn hanya mengangguk, tidak dapat lagi menahan gejolak yang semakin liar dalam tubuhnya. Sebuah seringai tipis muncul di wajah tampan pria tersebut sebelum akhirnya mengangkat tubuh Elowyn ala bridal style dan membawanya pergi.

***

Clap! Clap!

“Ughhh!”

Suara kecapan dan desahan memenuhi sebuah kamar hotel malam ini. Elowyn semakin terbawa suasana, membiarkan pria itu melumat bibirnya tanpa ampun. Ia tak banyak mendominasi, maklumlah ia sangat amatir dalam hal seperti ini.

“Emhh ahh ….” Elowyn mendesah ketika tangan pria itu mengerayap pada bagian pahanya.

“Ahhh aku mohon, cepatlah! Tubuhku rasanya seperti terbakar.”

Pria itu mengangkat dagu Elowyn, lalu berbisik. “Kau wanita yang berani dan tidak sabaran, ya? Baiklah, tapi jangan menyesal nantinya.”

Bisikan itu menjadi kata-kata terakhir yang Elowyn dengar, sebelum sang pria menarik kasar gaun miliknya dan melemparnya sembarangan. Rasa panas dalam tubuhnya semakin menjadi, seolah merenggut kewarasannya.

“Akkkh … s-sakit!” Elowyn menitikkan air matanya saat merasakan sesuatu yang teramat menyakitkan seolah mengoyak tubuhnya habis-habisan.

Sang pria melepaskan pelukannya, rasa terkejut menghampirinya ketika melihat sesuatu menodai sprei putih di bawah tubuh Elowyn. “Ahh shit! Kau masih perawan?”

Elowyn hanya memejamkan matanya pasrah, menikmati sensasi panas yang perlahan mulai memudar. Dan malam ini, jatuh sudah harga dirinya. Elowyn merutuki seseorang yang telah mengerjainya hingga membuatnya kehilangan kesuciannya seperti ini.

Tak terasa matahari pun mulai menerjang. Sinar hangatnya menyapa wajah yang masih mengarungi mimpi indah di dalam kamar bernuansa putih tersebut.

“Uggh ….” Elowyn mengerjap-ngerjapkan matanya ketika cahaya silau itu menyorot kearahnya. Ia menggeram pelan saat merasakan kepalanya berdenyut. Lalu beberapa detik berikutnya, matanya terbuka secara paksa. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah langit-langit dengan ukiran unik yang tampak asing baginya.

Dimana dia sekarang? Ini bukanlah kamarnya?

Dan ia terkejut bukan main saat menemukan sosok pria tampan bertelanjang dada terlelap di sebelahnya. “A-apa sudah yang terjadi?” Elowyn menundukkan pandangan pada tubuhnya yang tertutup selimut. Sekali lagi ia terkejut. “A-apa ini? Kenapa aku tidak pakai baju?”

Elowyn memejamkan matanya lagi guna meyakinkan diri jika ini hanyalah mimpi.

“Wake up, Elowyn!”

Plakk!

“Akkh sakit!”

“Ini bukan mimpi. Ja-jadi … aku menggoda gigolo itu sungguhan?”

Tubuh Elowyn terasa lemas sekarang. Bisa-bisanya karena patah hati setelah memergoki kekasihnya selingkuh dan menemukan fakta jika dirinya hanyalah anak angkat orang tuanya, membuatnya jadi gila dan berakhir masuk ke bar? Tempat yang seumur hidup tidak pernah disentuh olehnya.

“Oh tidak! Aku pasti sudah gila. Aku harus pergi sekarang!”

Melihat pria itu masih tertidur pulas, Elowyn menahan semua rasa sakit di sekujur tubuhnya untuk bangkit dan mencari pakaiannya. Namun, ia justru menemukan pakaian yang semalam ia kenakan telah berbuah seperti kain lap yang sudah koyak dan tak terbentuk lagi. Sebrutal itukah permainan mereka semalam? Ia bahkan tidak ingat jelas apa saja yang sudah dilakukannya.

“Pakai ini sajalah,” gumamnya ketika menemukan sebuah kemeja putih yang tergeletak di bawah meja. Tanpa pikir panjang, ia segera memungut dan memakainya. Elowyn menghela napas sejenak setelah mengenakan kemeja yang sangat kebesaran untuk ukuran tubuhnya yang mungil. Tapi tidak apa. Setidaknya ia bisa keluar dari tempat ini tanpa telanjang.

“Astaga! Dimana dompet dan ponselku?” paniknya saat tidak menemukan dua benda keramat miliknya itu.

“Bagaimana ini?” Elowyn menggigit bibir bawahnya. Ia teringat ucapannya pada pria itu semalam yang menawari uang satu miliar untuk bermalam dengannya.

Tapi yang dia temukan sekarang hanyalah sebuah koin yang terselip di antara lekukan tasnya. Dengan ragu-ragu, Elowyn meletakan koin itu di telapak tangan sang pria. “Terima kasih karena sudah menolongku semalam. Kalau kita bertemu lagi, aku akan melunasi sisanya. Dan maaf, aku tidak bermaksud mencuri kemejamu,” ucapnya sangat pelan. Takut pria itu akan bangun sebelum dirinya pergi.

Bisa mati berdiri dirinya jika itu terjadi.

Setelahnya ia keluar dari kamar dengan perlahan. Persis seperti maling yang takut ketahuan. Ia berjalan cepat meninggalkan tempat itu tanpa peduli tatapan aneh dari orang-orang yang dijumpainya sepanjang jalan. Elowyn terus menyumpah serapahi orang yang membuatnya jadi seperti ini. Orang yang seharusnya bertanggung jawab atas semua kekacauan yang terjadi padanya, dan Elowyn yakin orang itu adalah Liona, yang pasti tujuannya adalah ingin mempermalukannya.

“Liona brengsek! Akan kujadikan kau daging cincang setelah ini.”

***

Setelah dua jam terpaksa berjalan kaki dari hotel hingga rumahnya, Elowyn meluruhkan tubuhnya pada dinding di teras. Ia menarik napas panjang lalu menatap kakinya yang gemetar hebat. Elowyn merutuki nasib sialnya karena ponsel dan dompetnya yang hilang entah kemana, membuatnya jadi kelelahan.

“Sekarang aku harus bagaimana? Aku sudah tidak perawan, hikz ….”

Ia mendesah berat kemudian menangkup wajahnya frustasi.

“Aku tidak bohong, Ayah. Elow memaksaku masuk ke bar lalu dia minum-minum. Aku sudah melarangnya melakukan itu, tapi dia mengancam akan menyakitiku jika aku tidak menurutinya.”

Sayup-sayup telinga Elowyn mendengar namanya disebut dari dalam rumah. Ia menyudahi acara 'mari meratapi nasib' dan memilih bangkit untuk mengintip dari celah jendela. Disana ia melihat kedua orang tuanya bersama Liona dan Zeros, mantan tunangannya.

“Zeros? Mau apalagi dia kesini?” batin Elowyn.

“Aku mohon Ayah, jangan hukum Elowyn nanti,” ucap Liona terdengar sendu. Tapi Elowyn tahu itu hanyalah sandiwara. Sejak satu persatu rahasia orang-orang di dalam sana terungkap, tidak ada lagi yang bisa Elowyn percayai.

“Permainan apalagi yang dia buat?” gumam Elowyn, kemudian beranjak dan membuka pintu rumah secara kasar.

“Elowyn?” ucap mereka semua hampir serempak.

Elowyn berjalan ke arah mereka yang berada di ruang tamu. Kemudian berhenti di hadapan orang tuanya. Senyum manis yang sulit diartikan menjadi sapaan mereka yang pertama.

“Apa kalian sedang menungguku?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Story_pufia
Story_pufia
ayo balaskan dendammu Elowyn.........
2025-12-20 12:03:37
0
0
Ramun Fitria
Ramun Fitria
Jadi Elowyn sakit bgt gak dianggap ...
2025-12-18 18:14:28
1
0
Story_pufia
Story_pufia
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
2025-12-18 16:25:12
3
0
52 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status