Desires

Desires

last updateLast Updated : 2024-06-15
By:  Moon KenOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
9.9
10 ratings. 10 reviews
33Chapters
6.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

What do you desire? Wealth, Fame or Women? Anything you desire can be fulfilled in The Great Black Sea. Set in the medieval period, six friends depart on a journey after their friend gets diagnosed with an unknown disease with no cure. They need to search for a fish which is in a holy pond on an island and has power to fulfill any wish. But what lies for them are the hardships and challenges in the form of cannibal tribes, hungry fairies, ball munching mermaids, pirates and even genies. Will they be able to reach the island and save their friend? Will they be driven by their own desires and betray each other? You have to read to find out. This is an epic ride which will make you delve deep inside yourself in a fun way.

View More

Chapter 1

Chapter 1

Lana menangis sekaligus tertawa di dalam sebuah bar yang ramai. Hidupnya sangat mengejutkan, bagaimana tidak, beberapa jam lalu ia baru saja dicampakkan oleh kekasihnya. Namun tidak sampai 30 menit dia mendapat kabar soal kenaikan gaji dan bonus karena tidak pernah cuti.

Sungguh ironi.

“Aku harus mabuk malam ini. Oh tunggu…” ia meraih ponselnya dari tas selempang hitam yang disimpan dikursi sebelah.

Lana Rose adalah sebuah perawat disalah satu klinik yang ada di pusat kota California. Hidupnya baik-baik saja sampai malam ini. Gadis 26 tahun itu hampir gila karena kekasihnya, atau lebih tepatnya mantan kekasihnya adalah seorang dokter tempat ia bekerja. Lana pikir ia tidak akan pernah putus dengan kekasihnya, tapi malam ini, sang pacar memilih untuk mengakhiri hubungan tanpa alasan yang jelas.

Lana memandang ponselnya. “Dia benar-benar tidak mencariku.” gumamnya dengan suara sedih yang terdengar jelas.

Bartender dihadapannya tampak cemas karena Lana bahkan tidak kuat duduk dengan benar.

Lana mengusap wajahnya dengan kasar, menahan diri agar tidak menangis. Ada banyak alasan untuk Lana tidak bersedih, dia cantik, muda dan memiliki pendapatan yang tetap setiap bulannya.

“Lupakan saja dia.” Lana kembali meminum cocktail dengan campuran jus nanas itu. Wajahnya mengerut ketika ia merasa tenggorokannya terbakar.

Gadis itu lantas berdiri dari kursinya, jalan sambil memegang kursi yang berjejer disepanjang konter.

Lana adalah pelanggang tetap bar ini, dia hafal betul dimana letak kamar mandinya.

Saat berjalan menuju kamar mandi, ada dua wanita yang menunggu giliran di depan Lana.

Salah satu wanita itu hendak menyulut rokoknya. Lana langsung berdehem, dengan setengah kesadaran yang ia miliki Lana melipat tangannya di depan dada. “Di dalam Bar ini, kalian tidak boleh merokok.”

“Siapa kau?!” wanita itu langsung gusar dan mendorong Lana.

“Banyak bahan mudah terbakar.” Lana menunjuk semua arah dengan serampangan. “Apa sulitnya mentaati peraturan.”

Gadis itu melempar rokoknya yang sudah menyala ke lantai lalu menatap Lana dengan sangar. Harus diakui Lana tidak memiliki badan seksi layaknya model, dia tidak tinggi, apalagi tubuh yang bisa dibilang kurus itu membuatnya terlihat seperti gadis petit. Rambutnya yang coklat tua selalu ia biarkan panjang, membingkai wajah bulatnya yang pucat.

“Tidak usah diladeni, sepertinya dia mabuk.” ucap teman si wanita itu mencoba melerai.

Terlihat jelas Lana mabuk, dia sudah bersandar di dinding dengan mata sayu.

Sampai tiba giliran Lana masuk ke bilik toilet. Gadis itu dengan cepat melakukan apa yang perlu. Namun, ketika hendak keluar, Lana mencium asap.

Ia terbatuk, tangannya mengepal di depan mulutnya. Seketika kesadaran Lana kembali, ia menoleh kanan dan kiri. Benar saja, ada kobaran api tepat di depan pintu masuk toilet wanita.

“Ahh… ini pasti gara-gara yang tadi.” gerutunya.

Ia segera melepas kemejanya, menyisakan tank top putih yang melekat di tubuhnya. Lana membasahi kemeja itu dengan air dan mengikatkan di kepalanya. Ketika ia hendak melewati pintu terdengar suara minta tolong dari bilik pertama.

Lana mengedor pintu itu. “Buka pintunya!”

Pintu terbuka, dua wanita tadi sedang bersembunyi di dalam dengan rokok yang bahkan masih mereka pegang.

Lana mendesah, sambil melirik mereka. “Kalian benar-benar.” Lana menggeleng. “Lepaskan baju kalian, basahi dengan air lalu kita berbaris bersama sampai keluar.”

Lana kerap mendapat pelatihan soal situasi seperti ini, maka dari itu dia bisa sedikit tenang dibanding yang lain.

Dua gadis itu mengikuti saran Lana.

Lana memimpin di depan, melewati api yang untungnya belum terlalu besar.

Mereka sampai keluar dengan selamat, disambut oleh para pengunjung lain yang besorak lega.

Suara sirine pemadam kebakaran kian terdengar, Lana segera memakai kembali kemejanya yang basah.

***

Api berhasil dipadamkan berkat kecepatan para pemadam kebakaran. Seorang pria bertubuh tinggi melepas helmnya.

“Apa kau yang tadi membantu mereka keluar?” tanya pria itu dengan suara yang rendah dan serak.

Lana menunjuk dirinya sendiri.

Pria itu mengangguk tak sabaran, kerutan di kening pria itu semakin dalam. “Pemilik bar yang bilang bahwa kau yang membantu beberapa korban.”

Lana mengedikan bahu, ia ada dipinggir jalan dekat mobil pemadam. “Kami awalnya terjebak di kamar mandi, lalu mereka berteriak. Yah, bisa dibilang aku memang menyelamatkan mereka.”

Semburat merah merekah di pipi Lana, ketika ia sadar ia baru saja menjadi pahlawan.

Pria itu menaikan alisnya. “Kau tau dia membawa korek api?”

Lana mengangguk, sejujurnya ia sudah sangat mengantuk. Lana ingin segera lari dari tempat itu, kembali ke apartemennya yang hangat.

Pria itu mendengus, wajahnya yang terkena jelaga tidak mengurangi ketampanannya.

“Kau tahu bar ini punya aturan ketat dilarang merokok?”

Lagi-lagi Lana mengangguk. Tak sampai semenit Lana menguap.

“Bagaimana kalau bukan aku yang kau introgasi, mereka pelakunya tapi kau seolah-olah menyalahkanku.” gerutu Lana menyelipkan rambutnya ke telinga.

Pria itu menghela napas panjang. “Lihat itu, mereka hanya menangis dan menolak memberi penjelasan. Itu reaksi yang wajar, tapi kau malah…”

“Ada apa? Aku hanya sering mendapat pelatihan dan merasa tadi tidak terlalu menakutkan.” sahut Lana, ia lantas berdiri lalu membersihkan bokongnya dengan telapak tangan. Ia melirik tanda pengenal di dada pria itu. “Oke, Jesper. Aku Lana, kau bisa menginterogasiku besok siang di klinik dekat jalan utama. Saat ini kepalaku seperti berputar.” ia memijat pelipisnya.

Jesper mentap wanita itu cukup lama sampai akhirnya ia menghela napas. “Kau butuh tumpangan?”

Lana menggeleng sambil melambaikan tangannya. “Apartemenku hanya berjarak dua blok dari sini. Kalian bantu si pemilik bar saja, dia cukup pemalu.”

Jesper terkekeh lalu mengangguk. “Ya, dia pemalu. Sangat pemalu.”

Sial, Jesper mau tak mau mendongak menatap Lana yang pergi berjalan, menjauh dari keramaian sisa kebakaran tadi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Moon Ken
Moon Ken
sorry for the hiatus there will be regular updates from now on
2022-07-27 18:40:57
1
0
mintchoco23
mintchoco23
This is interesting. Looking forward for the next chapter. By the way, do you have any social media to discuss your story further that I can follow?
2021-07-07 18:33:11
1
1
SomethingLikeDeSun
SomethingLikeDeSun
Very interesting. I enjoyed reading it. Nice cover art swell.
2021-04-19 10:07:19
1
1
Airiane
Airiane
Well the blurb has an intriguing concept, and as I started to read the first five chapters I liked it. Subbam was lucky to have good friends although all he does is F*** I look forward to read more of their adventure. Keep up the good work!
2021-02-26 21:41:55
1
0
Superovkata
Superovkata
I like the idea of the book. It's something different and very intriguing. Keep up the great work!
2020-12-05 22:23:13
1
1
33 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status