Destined for King Alpha Lycan.

Destined for King Alpha Lycan.

last updateLast Updated : 2024-07-31
By:  vivian daher Ongoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
164Chapters
2.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Do you really think someone like you is worthy of love?" he whispered in Eleanor's ear, making her body shudder in fear. "I... I don't know," she stuttered, her voice trembling, eyes fixed on the ground to avoid his piercing gaze. "I would never love a weak wolf like you, an aberration," he spat with disdain, his words filled with anger. "You shame our kind, Eleanor!" She slowly lifted her eyes to meet his intense gaze. "Do you hate me for this?" she asked, her voice faltering. "Hate?" He tilted his head, a cruel smile forming on his lower lip. "Hate is too soft a word. I feel repulsion towards you, disgust at being tied to such an insignificant being." Eleanor fought back tears as she heard his next words. "I, Asher Bennett, future Alpha of the Bloody Moon Pack, reject Eleanor Parker as my mate!" he growled angrily, turning away with contempt. "Never dare to say you're my mate again, You have a choice, Eleanor. You can bow down and accept your miserable fate... or you can fight, like the fool you are, thinking you have any chance." "A miserable fate for a wretched girl, what more could Eleanor Parker expect? After being brutally rejected by her mate and betrayed by her stepsister, sold like an animal by those who wished her dead, she rises from the ashes beside the great and supreme Alpha King Lynca, the cruelest of all werewolves capable of killing anyone who dares to disobey him. "I thought I signed my death sentence with the bloodthirsty Alpha King, responsible for hundreds of deaths. Yet, he became my rebirth, making me feel alive. Love drew me toward the abyss between us, where I could easily lose myself." Eleanor sighed, meeting his mesmerizing arctic blue eyes.

View More

Chapter 1

chapter one

Saat aku mengetahui semuanya, duniaku berhenti.

Aku ingat menggenggam ujung ranjang sebelum semuanya gelap.

Mereka bilang aku pingsan karena syok.

Suamiku, Dirga Valendra, pria yang disebut pewaris utama mafia, membatalkan kesepakatan bernilai triliunan dan terbang pulang malam itu juga.

Selama dua hari, dia tidak tidur, hanya menjaga di sampingku dengan wajah pucat karena ketakutan.

Saat aku membuka mata, dia sudah berdiri di sampingku.

"Alana," katanya lembut dan menempelkan telapak tanganku ke pipinya. "Kamu membuatku takut setengah mati."

Pria yang dulu menatap pistol yang terisi peluru tanpa berkedip, kini gemetar karena aku jatuh pingsan.

Melihat ke matanya, mata yang dulu paling aku percaya, kini terasa jauh lebih menyakitkan daripada apa pun yang tubuhku rasakan.

Cinta seperti itu tidak mungkin dipalsukan.

Tetapi aku tetap tak bisa berhenti bertanya, apakah dia juga menatap wanita itu seperti itu?

Karina Santoso.

Teman masa kecilnya.

Perempuan yang melahirkan anak kembarnya.

Seandainya aku tak melihat foto-fotonya dan laporan DNA itu dengan mata kepalaku sendiri, aku pasti tidak akan pernah percaya.

Dunia melihat Dirga sebagai sosok yang sempurna.

Tapi kesempurnaan menyembunyikan banyak hal. Dan rahasianya telah hidup di sisi wanita lain selama setahun penuh.

Aku memalingkan wajah, membiarkan air mata meresap ke bantal.

Tanganku gemetar menempel di perutku.

Setelah bertahun-tahun menjalani berbagai percobaan bayi tabung yang gagal, akhirnya aku hamil.

Dan yang bisa aku lakukan hanyalah menangis.

Dirga menarikku ke dalam pelukannya, suaranya rendah dan lembut.

"Ada apa, sayang? Siapa yang membuatmu sedih? Katakan padaku, aku akan urus semuanya."

Tapi aku mencium aroma samar di kulitnya, wangi parfum mahal yang bukan miilikku, dan bercampur dengan manisnya bubuk susu bayi.

Perutku mual. Aku mendorongnya, lalu berlari ke kamar mandi sambil muntah-muntah.

Dia langsung menyusul, menahan rambutku dan membersihkan wajahku.

Dia benci kekacauan. Dia benci bau muntah.

Namun tetap saja dia berlutut dan berbisik dengan lembut, "Tidak apa-apa. Aku ada di sini."

Aku hampir tak mampu bertahan lagi, karena di detik itu dia adalah pria yang kucintai sepenuhnya.

Dia yang dulu berani melakukan apa saja untukku.

Pria yang dulu aku pikir tak mungkin bisa hidup tanpanya.

Aku hampir memaafkannya.

Aku hampir meyakinkan diriku bahwa kalau dia meninggalkan Karina, kami bisa kembali seperti dulu dan memulai lagi, membesarkan bayi kami bersama serta berpura-pura semuanya baik-baik saja.

Aku ingin memberitahunya.

"Dirga, aku..."

Tapi ponselnya berdering.

Dia mencium keningku dan mengatakan ada urusan pekerjaan, lalu berjalan keluar kamar.

Tiga puluh menit kemudian, Karina mengirimiku foto.

Dirga sedang menggendong anak kembar itu, bibirnya menyentuh dahi mereka.

Senyum di wajahnya bukan rasa bersalah, melainkan ketenangan.

Foto itu menghancurkan sisa harapanku yang terakhir.

Ketika aku keluar dari rumah sakit, aku tidak pulang.

Aku langsung pergi ke tempat Bella, teman lamaku, dia satu-satunya orang yang masih bisa aku percaya.

"Tolong aku," kataku. "Aku butuh kamu memalsukan kecelakaan pesawat."

Dia menatapku dengan tak percaya, tapi aku tidak berkedip.

Karena aku paham Dirga.

Dia tidak akan pernah membiarkan aku pergi.

Dan kalau aku ingin melindungi bayiku, aku harus menghilang.

Malam itu, aku mulai berkemas.

Aku membuka lemari dan mengambil semua kemeja yang pernah aku jahit untuknya.

Aku menggunting semuanya menjadi potongan kecil dan membuangnya.

Berlian yang dia berikan padaku, semuanya kuberikan ke para pekerja rumah.

Enam belas album foto yang kami buat selama bertahun-tahun, dengan janji akan melihatnya lagi ketika kami tua, kukeluarkan satu per satu dan kusiapkan untuk dibakar di perapian.

Halaman-halamannya melengkung, menghitam, lalu menjadi abu.

Tepat tengah malam, ponselku bergetar.

Pesan dari Bella: [Semuanya sudah siap. Dua hari lagi, kamu akan menghilang.]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
164 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status