Share

BAB 16 : Tragedi

Pukul 9 malam, Brian mengantar Windy pulang. Sebelum keduanya berpisah, ucapan selamat malam dan mimpi indah menjadi penutup istimewa. Windy menutup pintu lalu bersandar. Kejadian di dalam bioskop tak kunjung enyah dari pandangan. 

“Kamu nggak perlu jawab sekarang kok. Kamu bisa jawab kapanpun kamu siap.”

Itu adalah kalimat yang Brian sisipkan di telinga Windy, sebelum mengecup samar permukaan pipi Windy. Demi Tuhan, selama kencan tadi Windy benar-benar mati kutu akibat perlakuan Brian yang terlampau manis. Padahal sebelumnya banyak pria yang juga bersikap manis pada Windy, namun entah kenapa gadis cantik ini merasa ada yang berbeda dari Brian. 

Karena tampan? Sepertinya tidak. 

Melainkan

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status