Masuk2 Jam yang lalu
Raya mengendarai mobilnya dengan kecepatann sedang keluar dari terowongan jalan saat malam hari. Keadaan Jalan saat itu amat sepi dan tak ada yang lewat Raya menyalakan Radio agar tidak bosan “Rain,Rain Go Away..... Saat itu suasana sedang hujan “Hmmmphhhh !” Wingsss Raya di sekap dari belakang dan ia terpaksa membanting setir hingga mobilnya oleng dan menabrak trotoar. Raya merangkak dengan susah payah keluar mobil, Merangkak justru membuat kakinya luka luka Seseorang menjambak rambutnya dan Raya berteriak keras kesakitan serta orang itu menyeretnya. Ia mencakar tangan orang itu dan melihatnya menggunakan penyamaran dan sepertinya penyamar itu laki laki Raya segera berdiri dengan susah payah “Keparat !”ucap Raya “Aku yang keparat atau keluargamu yang Keparat !” “dengan suamimu itu !” ucap pria itu Ia mengeluarkan pisau berusaha menusuk Raya dan Raya menghindar namun pria itu berhasil melukai bahu dan pundak Raya dan pisau itu terjatuh Raya memegang lukanya dan melihat darah dari bahunya “kalau jadi anak itu jangan ikut campur !” teriak pikirannya dan mengingat suara teriakan anak kecil kemudian ia berubah dan melihat pria itu dengan tatapan aneh serta dingin mematikan Layaknya seorang iblis kesetanan. Layaknya kesetanan. Ia Berlari ke pria tersebut dan menangkap serta mendorongnya hingga tersungkur keras ke aspal ia memukuli orang itu secara membabi buta dan berdarah darah dan berteriak keras hingga pria itu tak sadarkan diri dan ia menjambak rambut pria itu dan membenturkan kepala pria itu berkali kali Dan Raya bangkit dari tubuh pria itu melihatnya Ia melihat darah di tangan nya dan terkejut lalu berteriak kuat kemudian menangis Flashback Off Sementara itu di tempat lain, Fahad meringis. Terdapat luka goresan di pipi kirinya dan luka baru di dadanya. Ia memegang dadanya erat. “Sialan!” panggil Fahad. Fahad mengobati luka tembakan peluru yang sudah dijahit di dada kirinya, Luka itu tidak terlalu dalam ia berada sendirian di kamar mandi. Ia melihat bayangan dirinya di cermin, amarahnya memuncak, dan langsung memecahkan cermin kaca dengan tangan hingga pecah. PRANGGGGG! Raya terdiam, berdiri melihat badai hujan dan petir turun dari jendela kamarnya di balik tirai putih. Tiba-tiba, Fahad datang. “Gunakan ini jika kau ingin keluar ke balkon!” ucap Fahad, memberinya mantel berwarna merah di bahunya. Ia memeluk Raya dari belakang. “Mr. Tiger... aku...” ucapan Raya terpotong saat melihat tangan Fahad yang terluka dan masih terbuka lukanya. “Mr. Tiger, tanganmu kenapa?” ucap Raya panik, berbalik dan memegang tangan Fahad. Ia melihat Fahad menatapnya. Fahad tidak melihatnya lama, kemudian ia mengalihkan pandangannya. “Aku tidak apa, hanya terluka sedikit,” ucap Fahad. “Sedikit? Tapi kenapa pipimu juga terluka?” ucap Raya lagi. “Aku rasa lukamu parah, aku akan obati. Apakah boleh?” “Luka ini tidak apa, akan sembuh sendiri nanti,” ucap Fahad kemudian melepaskan tangannya dari genggaman Raya. Ia menghempaskannya dengan jijik. Raya terdiam melihat punggung Fahad yang membelakanginya dan meninggalkannya. Entah kenapa, perlakuan itu membuat Raya mengingat sesuatu yang samar. Matanya berkaca-kaca, dan bersamaan dengan itu badai hujan turun. Dan lagi-lagi ia tersenyum palsu, meski hatinya berdarah. Ia hanya bisa mengepal tangannya kuat. Raya tengah tertidur pulas. Pintu terbuka tiba-tiba. Seseorang menghampirinya di ranjang dan mengelus keningnya. Ia melihat Raya dengan senyuman indah dan tatapan lembut—orang itu adalah Fahad. Ia menarik selimut yang sama dan berbaring di samping Raya, menatapnya dari sisi kiri. Raya memeluknya dalam kondisi tak sadar. Untungnya, Fahad sudah membalut luka-lukanya, terutama bagian dada, sehingga tidak sakit saat kepala Raya menyentuh dada miliknya. Mereka tidur bersama saat itu, dalam kondisi berpelukan.Beberapa hari kemudian berita kematian para anak anak itu tersebar di kampus dan fi dengar oleh Raya yang terkejut kuat dan beberapa melihatnya aneh namun setelah itu diam diam dia tersenyum kemudian. Ia melihat hari dan tanggal di ponselnya kemudian “Sudah saatnya”Raya bersama Diana dan Domi ke rumah Diana mereka akan mengerjakan proyek hukum bersama untuk pratik dan membawa begiru banyak berkas kasus untuk di pelajari Mereka sampai di ruang tamu“Aku ingin ke toilet dulu !”ucap Domi “Iss kita selalu barengan ingin ke toilet ayook !”ucap DianaRaya melihat sekeliling setelah di tinggal oleh Domi dan Diana sementara waktu dan memegang berkas beekas mengeceknya“Hai baby girl?”ucap Caesar yang tiba tiba sudah ada di belakangnya dan membuat Raya terkejut dan hampir jatuh dan kertas berkasnya jatuh dan untungnya Caesar menangkap tubuhnya dan mereka saling bertatapan dekat dan hidung mereka menyatu. “Shit, maafkan aku !”ucap RayaCaesar terkekeh dan tersenyum dan melepaskan
•••Di jalanan terpencil, mobil yang membawa Marcus, Lydia, Benjamin, dan Doruk melaju kencang. Marcus yang masih emosi akibat jarinya patah dan penghinaan di kampus, serta di keluarkan nya dia dari kampus dan tidak bisa mengontrol kecepatannya. “Aku benci wanita itu !”ucap Lydia. “Dasar wanita sialan !”Ucap Camille melihat Doruk terluka. “Kita harus berikan pelajaran untuk mereka!”ucap Sora sambil mengobati Benjamin. “Sudahlah !”titah Marcus berteriakTiba-tiba, sebuah mobil mewah dari belakang menghantam mereka dengan keras. Marcus terkejut, mengajak duel pengemudi di belakangnya. Tiba-tiba, sebuah mobil lain dari samping melaju, mengimpit mobil Marcus di tengah. Marcus kehilangan kendali, mobilnya oleng. Di depan mereka, sebuah truk pembawa kayu mendadak berhenti.Dalam sepersekian detik, mobil Marcus oleng ke jurang.Begitu terbangun, Geng Lydia dan Marcus mendapati diri mereka terluka parah dan tergantung oleh rantai di dalam sebuah gudang kosong. Tubuh mereka menggantung
“PEREMPUAN PEREMPUAN SUNDAL !”teriak Mark dari sanaMarcus, yang merupakan senior berandalan di kampus itu.Lydia dan Camile bangkit dari posisi mereka dan berlari ke kekasih mereka "Sayang, dia orangnya!" ucap Lydia pada Marcus. Menunjuk Raya Marcus datang dengan dua temannya yang lain, Benjamin dan Doruk. Marcus adalah pria bertubuh besar dengan tatapan congkak. Marfus berjalan cepat ke arah Raya dan Diana Aggghhhhg!Teriak Marcus ketika Raya menendang tulang kering Marcus hingga pria itu tersungkur ke tanah, merintih kesakitan."Kabur!" teriak Raya pada Diana.Mereka berdua kabur. Benjamin dan Doruk yang terkejut melihat ketua mereka dilumpuhkan, segera mengejar mereka. Benjamin dan Doruk mengejar Raya dan Diana hingga menyudutkan mereka di pojok belakang gedung kelas yang sepi. Mereka menjebak kedua gadis itu."Kalian tidak akan ke mana-mana!" geram Benjamin.Mereka menangkap keduanya masing masing dan berusaha melecehkan mereka berdua dengan memegang dada mereka dari
•••Raya terbangun oleh sinar mentari. Ia melihat Fahad yang masih tertidur dan memeluknya. Raya tersenyum saat melihat wajah Fahad di sampingnya dan mengelus rahang Fahad yang kini tengah telungkup menghadapnya.Ia berniat pergi, tapi Fahad menahannya dan menariknya kembali.“Mr. Tiger, aku akan pergi untuk mandi!” ucap Raya, pelan.“Sini saja,” ucap Fahad, menarik Raya lebih dekat ke pelukannya.“Tapi aku mau berangkat kuliah,” kata Raya, sedikit merengek.Fahad menduselkankan kepalanya dan hidungnya di jenjang leher Raya, kembali memeluknya erat. Kehangatan tubuhnya menyelimuti Raya.Dan Fahad seakan senang dengan bau tubuh Raya“Millya,” ucap Fahad tanpa sadar, suaranya serak karena tidur.Tubuh Raya menegang. Ia terdiam sejenak, melihat wajah Fahad yang terlelap, lalu tersenyum. Fahad bergerak sedikit, hidung mereka saling menyentuh. Mata emas Fahad terbuka perlahan, langsung menatap mata abu-abu Raya.“Morning, Raya,” ucap Fahad, suaranya kini kembali normal.“Morning
“Masalah ini seharusnya kau bilang padaku!” ucap Fahad.“Aku minta maaf, Mr. Tiger!” ucap Raya ketakutan kuat. “Katakan padaku sedetail detailnya !”titah Fahad Raya menceritakan kejadian malam itu secara detail dan garis besarnya dengan ketakutan pada Fahad hingga ia menangis Fahad memegang kedua pipi Raya.“Lihat aku! Jika ada apa-apa! Kau harus memberitahukan itu padaku!” ucap Fahad.“Kau tidak akan kenapa-kenapa, dan kau akan aman!” “Ayo kita keluar dari acara ini!” ucap Fahad. Raya melihatnya, hanya dengan senyum dan menangis. Ia memegang kedua lengan Fahad.“aku bersihkan lukaku dulu !” ucap Fahad. “Ya,” ucap Raya menangis Mereka sampai di area parkiran agar tidak diketahui paparazzi. Berjalan beriringan dan Fahad memegang tangan Raya Supir datang dengan mobil Fahad yang lainnya, sebuah Ferrari hitam edisi terbaru. Fahad sengaja pulang dengan mobil berbeda dari yang saat ia datang. Hal ini bertujuan untuk mengecoh atau mengalihkan perhatian paparazzi atau mata-mata ya
“Fahad Hakan Abdullah!” ucap seseorang, membuat Fahad terdiam. Wajahnya berubah serius dan tangannya mengepal kuat.“Kau berada di Australia sekarang, kan?” ucap suara itu.“Apa maumu!” tegas Fahad.“Aku tidak mau apa-apa. Tapi istrimu cukup manis dan cantik memakai dress hitam itu!” ucap si anonim. Fahad mengepal tangan lebih kuat.“Bicara yang benar !”tekan Fahad“istrimu sangat cantik apa dia masih perawan ?”ucap Anonim itu “Hentikan Ucapanmu !”sarkas Fahad“jaga ucapanmu ! Kalau kau mau dia, Jika kau berani! Aku pastikan kau tidak akan punya tangan atau masa depan yang cerah!” ucap Fahad.“Aku bersama dengan dirinya kemarin. Apa kau tahu itu? Dia sangat lugu, tapi dia begitu hebat,cantik serta tangkas !”“Kau sangat marah jika ia disentuh, bukan?” tanya anonim itu. Fahad mengepal tangannya keras.“Kau tahu dia hebat karena apa? Karena dirinya mampu melawan anak buahku hingga hampir tewas ketika ia ingin ku bawa dan kusentuh!” tekan Anonim itu “hentikan omong kosongmu !”sarkas F







