MasukJalan hidup tidak ada yang tahu. Reina yang sebelumnya hidup di kota yang penuh dengan diskriminasi pada kaum minoritas. Kini dia kembali ke kota asalnya yaitu Distrik Kumuh. Gadis yang akan menginjak 17 tahun itu, tidak menyangka jalan hidupnya yang dikenal sebagai jenius pemecah misteri akan mengarah pada hal yang tidak pernah dipikirkannya yaitu menjadi putri sulung anak seorang mafia di kota itu. "Aku ingin tahu siapa yang membawaku ke kota terkutuk itu, juga siapa yang membunuh orang tuaku. Aku akan menghancurkannya sampai anak-cucunya"
Lihat lebih banyak“Apa yang kau bicarakan?” Reina mengambil langkah mundur. Menatap lawannya sambil tersenyum miring. “Aku akan meledakkan tempat ini beserta isinya. Lalu, saat kapal yang kau tunggu melihat asap kebakaran, mereka akan putar balik dan pergi. Memutus ekor memang keahlian kalian, bukan?”Reaksi amarah sebelumnya kini digantikan oleh rasa panik akan dibuang. Sudah tidak terhitung jumlahnya orang buangan yang berakhir mengenaskan. Entah mati di tangan bos mereka secara langsung atau mati dihabisi rekannya atas perintah bos mereka atau ada juga mati karena sumpah mereka sendiri. Tumpukan mayat sudah menunggu di bawah kaki setiap anggotanya, menjilat, bersandiwara, menipu, apapun mereka lakukan agar tidak dibuang.“Entah itu mati dengan tanganmu sendiri atau tangan orang lain, tidak ada bedanya kan? Selamat tinggal.” Reina menjatuhkan kunci sel begitu saja kemudian pergi.---Seharusnya sebentar lagi mereka akan datang.Keluar dari pintu besi, Reina akhirnya bisa melihat lebih jelas. Sebuah ban
Begitulah, tanpa halangan apapun, Reina berhasil menyusup dan kendaraan yang membawa mereka pun tiba di sebuah bangunan terbengkalai yang dulunya berencana dijadikan sebuah pabrik di Distrik Fana.Semua tahanan mulai dipindahkan dengan penutup mata yang menghalangi penglihatan dan kedua tangan yang diikat. Namun tidak dengan Reina yang sejak awal sudah memakai kacamata hitam dan juga lensa mata berwarna putih. Dengan tampilan seperti itu, dia akan terlihat seperti gadis buta. Hal itulah yang membuatnya dengan mudah masuk dan tidak dicurigai.“Cepat masuk!”Seseorang mendorong punggung Reina hingga dia jatuh ke lantai yang dingin di sebuah sel. Dia ditempatkan bersama Shiro yang sepanjang waktu menggenggam tangannya. Shiro juga ikut terjatuh di samping Reina.Pintu jeruji tertutup rapat dan dikunci. Memastikan tidak ada celah untuk kabur bagi para korban, orang itu pun pergi.“Reina, bagaimana keadaan di sana?”“Mereka memasukkanku ke dalam sel. Aku juga sudah bertemu orang yang kucari
“Sebenarnya kenapa? Tiba-tiba meminta kita untuk menjalankan misi dengan seseorang.”“Sungguh. Setelah semua hal yang kita lalui, mereka masih saja seenaknya sendiri! sialan!”Enam orang berkumpul dalam satu meja. Hari ini kedai tutup lebih awal karena para karyawannya harus rapat sesuatu terkait malam sebelumnya. Mereka mengelilingi sebuah surat dengan amplop merah di atas meja.Dalam surat itu tertulis seperti ini:[Untuk Ezel.Aku ingin kau dan timmu mengawal seseorang. Bantu dia dalam hal apapun, jaga dia juga. Selebihnya kau bisa bertanya padanya perintah untuk timmu.Dari Ketua Black Falcon.]Dan, berakhirlah kedai harus tutup hari Senin. Mau berapa kali pun mereka memikirkannya namun tidak ada jawaban yang keluar. Bahkan seseorang yang dimaksud dalam surat itu tidak terpecahkan..Minggu malam. Di sebuah gudang tidak terpakai, acara rutin yang harus dihadiri seluruh anggota Black Falcon. Tentu saja pertemuan itu berakhir dengan berkelompok seperti pembagian tim sejak awal. Ting
“Rasanya sudah lama, ya, kita tidak bertemu, Reina.” Kiria tersenyum lebar sambil menatap Reina yang mau menuruti keegoisannya di hari libur.Tak sendirian, dia juga mengajak kembarannya, Ken, dan juga Zhao yang juga satu tempat kuliah dengannya. Menetapkan taman bermain sebagai tempat pertemuan mereka, keempat remaja itu berkumpul sebelum pintu masuk.[Citadel de Floral] Tempat segala jenis wahana permainan disediakan, mulai dari roller coaster hingga histeria. Aneka stan makanan pun menempati posisi masing-masing. Antrean panjang di pintu masuk menandakan ramainya pengunjung di akhir pekan.“Aaa ya ampun! Bagaimana bisa kau semanis ini, Reina?!” Padahal beberapa detik yang lalu dia terlihat begitu tenang, dan sekarang mulai tantrum.Hari ini, Reina memakai setelan lengan pendek dan rok hitam, rambut yang dihias dengan jepitan merah hitam, tas selempang berwarna cream, dan khusus hari ini Reina memilih memakai kacamata bulat. Semua yang dipakainya dipilih oleh Iza yang notabenenya l
---Meskipun dia masih muda, tapi boleh juga. Mata itu pasti akan mahal. Matanya dengan jelas menatap ke arah Reina yang sedang bicara dengan teman kerjanya.“Aku akan membawa mereka masuk,” ucap wanita itu.---Bagus! “Iya, beri tahu semua yang mereka butuhkan.”Tiga orang masuk ke dalam sebuah ge
“Akhirnya ketemu. Reina.”Seorang laki-laki mendarat dengan sangat mulus dari atap bangunan ke tempat Reina berdiri. Dengan jaket abu-abu dan kaos hitam, memakai masker hitam, dia berdiri tepat di samping Reina.“Kita pernah bertemu sebelumnya.” Dia harus sedikit menurunkan maskernya agar Reina men
“Mendengar namanya saja aku sudah merasa bersalah.”Celi menundukkan kepalanya, pipi kanannya lebam. Setelah membiarkan Reina masuk, gadis itu benar-benar menamparnya dengan keras. Namun, Celi tidak memiliki keberanian untuk membalasnya.“Apa kau tidak mau kirim pesan?” Reina yang duduk di sebelahn
Mau dicoba berapa kali pun, Celi masih tidak ingin membukakan pintu untuknya. Perkembangan terakhir, Celi sudah mau bicara walaupun dari intercom yang dipasangnya di dekat pintu.“Kau tidak perlu ke sini lagi, Reina. Kehidupanmu sudah lebih baik, jadi berhenti mencari tahu tentang masa lalumu.”Rein






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.