Share

Bab 252

Penulis: Faizal Arjuna
"Hanya saja, ada orang sampah seperti ini di Rumah Sakit Monora, aku sangat kecewa .... Untuk urusan kerja sama, lupakan saja."

Begitu aku selesai bicara, direktur utama dan beberapa investor di seberang langsung tercengang. Baru saja mereka mendengar dari Hamid bahwa kemampuan dan bakat bisnis Ray bisa dibilang luar biasa.

Mereka awalnya mengira ini kesempatan emas untuk menjalin hubungan. Tak disangka, malah jadi bumerang?

Namun, baik Hamid maupun Ray, bukan orang yang bisa mereka singgung! Ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!   Bab 326

    "Nindy, ternyata kamu! Kebetulan sekali!""Aku bawa Andrew jalan-jalan. Beberapa hari ini dia nggak enak badan terus. Kondisinya makin buruk."Chicco berkata dengan ekspresi khawatir, "Hari ini aku bawa dia ke rumah sakit, tapi belum sampai ruang dokter, dia sudah pingsan!"Setelah berkata begitu, Chicco langsung membungkuk dan mencubit Andrew dengan keras, lalu berbisik, "Mamamu di depanmu, cepat minta dia gendong.""Ah ...." Andrew yang hampir pingsan langsung terpicu rasa sakit. Dia spontan berteriak pelan dan sedikit sadar."Mama ya? Aku nggak enak badan .... Rasanya pusing ... lapar .... Aku kangen Mama!" Andrew memaksakan tubuhnya yang lemah, berjalan tertatih-tatih, lalu langsung memeluk Nindy."Andrew, kenapa jadi seperti ini?" Saat mendengar panggilan "mama", Nindy sempat mengernyit. Awalnya dia ingin menjelaskan semuanya dengan jelas kepada Chicco dan Andrew.Namun, sekarang Andrew sudah ada dalam pelukannya. Keringat dingin dan rasa sakit di wajah anak itu jelas bukan pura-p

  • Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!   Bab 325

    Nindy tanpa sadar menyesalinya. Namun tak lama kemudian, dia tersadar bahwa selama lima tahun menikah, dia bahkan tidak pernah pulang ke kampung halaman Ray sekali pun, apalagi menjenguk orang tuanya.Mungkin di dalam hati, Ray sudah lama merasa kecewa berat padanya."Maaf, Ray. Dulu aku memang nggak pengertian sama sekali. Kali ini, aku pasti akan menebus semuanya dengan baik!" Nindy tersenyum pahit, lalu mempercepat laju mobilnya.Tanpa dia sadari, di belakang mobilnya, sebuah mobil hitam biasa terus mengikutinya tanpa henti. Orang yang mengemudi di dalam mobil itu ternyata adalah Chicco, yang sempat menghilang beberapa waktu!Sejak kejadian memalukan di bar terakhir kali, dia membawa Andrew pergi meninggalkan rumah Nindy.Namun, belakangan ini dia kehabisan uang ....Chicco tidak berhasil mendekati wanita kaya baru, jadi dia kembali mengincar Nindy. "Nindy, sudah selama ini, kamu seharusnya sudah nggak marah lagi, 'kan?" gumam Chicco pelan.Di kursi belakang, Andrew yang wajahnya ta

  • Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!   Bab 324

    "Selain itu, cari tahu juga apa penyakit Rio dan dirawat di ruang mana. Ini mendesak, cepat!"Di ujung telepon, Lasso sempat tertegun, tapi tetap menjawab dengan sigap, "Baik, Bu Nindy!"Sebenarnya saat ini Grup Karya sudah berada di ambang kebangkrutan, banyak karyawan biasa sudah mengundurkan diri. Lasso juga sebenarnya sudah hampir mencari pekerjaan lain."Mm, aku akan pergi ke Kabupaten Cloudia untuk urusan kerja selama dua hari ini. Untuk urusan grup, kamu bantu awasi dengan ketat."Nindy melanjutkan, "Karyawan yang sudah mengundurkan diri nggak perlu ditahan. Nanti waktu Grup Karya bangkit kembali, mereka pasti akan menyesal.""Bu Nindy, sebenarnya aku juga mau mengundurkan diri." Lasso ragu sejenak, tapi akhirnya tetap mengatakannya."Kamu ... Lasso, apa kamu juga nggak percaya aku bisa bangkit lagi?" Nindy sedikit tertegun dan tampak terpukul."Bukan begitu, Bu Nindy. Aku tentu percaya pada kamu, hanya saja aku juga harus hidup ...." Lasso tersenyum pahit, lalu berkata, "Lagian

  • Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!   Bab 323

    "Hehe, aku ini bukan bos besar."Melihat Raisa sudah tidak apa-apa, aku terus memijatnya sambil tersenyum. "Belum lama ini aku masih seorang pemadam kebakaran. Setiap hari menghadapi bahaya, menyelamatkan orang, berpacu dengan waktu melawan kematian.""Karena sudah lama jadi pemadam, aku jadi paham beberapa pengetahuan pertolongan pertama. Teknik pijat juga aku pelajari karena sering terkilir saat bertugas, jadi lama-lama terbiasa ....""Oh, begitu ya. Kalau begitu kamu tetap jadi bos saja."Raisa mengangguk setelah mendengarnya."Kenapa? Karena lebih banyak uang?"Aku sengaja mengalihkan perhatiannya dan mengobrol santai.Tak disangka, Raisa langsung berkata, "Bukan karena uang. Tapi karena jadi pemadam kebakaran itu terlalu berbahaya. Kalau kamu jadi bos, setidaknya orang nggak perlu terus khawatir."Mendengar ucapannya, aku sedikit tertegun. Selama lima tahun aku menikah dengan Nindy, tidak pernah sekali pun aku mendengar ucapan seperti ini darinya. Tak kusangka, Raisa malah peduli

  • Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!   Bab 322

    "Ah!"Raisa menjerit ketakutan, lalu langsung melingkarkan kedua tangannya di leherku. Seluruh berat tubuhnya pun bergantung padaku. Detik berikutnya, tatapan kami saling bertemu. Jarak kami hanya beberapa sentimeter, bahkan napas kami saling terasa di wajah masing-masing.Raisa perlahan terdiam. Begitu dia tersadar, wajah cantiknya langsung merah padam."Ray! Kamu ini sengaja ya! Kamu memanfaatkanku!" Raisa berseru dengan malu, lalu segera berdiri tegak dan melepaskan pelukannya dari leherku. Namun belum beberapa detik, dia kembali terhuyung karena pergelangan kakinya yang terkilir.Aku buru-buru maju menopangnya, lalu berkata sambil tersenyum getir, "Tadi memang aku refleks terlalu cepat, tapi setelah itu malah kamu yang memelukku. Kenapa jadi aku yang dibilang memanfaatkan kamu?""Aku nggak peduli, pokoknya semua gara-gara kamu ....""Kalian laki-laki itu terlalu banyak akal!"Raisa tidak bisa menjelaskan dengan jelas. Wajahnya masih merah saat mengalihkan pembicaraan, sementara ali

  • Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!   Bab 321

    Melihat orang-orang Organisasi Nagari berdiri di depan, Raisa jelas agak gugup, lalu bertanya, "Ray, kamu nggak punya hubungan sama mafia, 'kan?"Begitu mendengar ucapannya, aku langsung menggeleng.Jangankan mafia di Kabupaten Cloudia, bahkan yang di Kota Oceania saja aku belum pernah berhubungan."Ferry, kalau kamu nggak perlu lagi menghargai Kamil, kenapa tadi kamu masih patuh sekali padaku?"Aku semakin bingung dan langsung menanyakannya.Ekspresi Ferry tetap hormat, lalu dia berkata, "Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin aku minta bantuan dari kamu!" Begitu dia selesai bicara, aku langsung mengerti."Begitu ya, kamu mau minta bantuan apa?""Pak Ray, aku punya adik perempuan yang sedang kuliah di Universitas Oceania. Belakangan ini dia mendapat masalah dan pihak lawannya cukup kuat."Ferry berkata dengan nada tak berdaya, "Aku ingin membantu menyelesaikannya, tapi aku nggak bisa menjangkau sejauh itu.""Kekuatan Pak Kamil di Kota Oceania juga nggak terlalu besar. Kamu adalah orang de

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status