Home / Romansa / Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya / Bab 69. Waktu untuk menjelaskan

Share

Bab 69. Waktu untuk menjelaskan

Author: Ralonya
last update Last Updated: 2025-12-19 22:44:11

Saat Arka sedang sibuk oleh obrolan bisnis dengan beberapa tamu penting, Dina menyelinap menuju balkon belakang yang sepi untuk mencari udara segar.

​Langkah kaki Dina terhenti saat semilir angin malam menerpa wajahnya. Ia mencengkeram pagar balkon hingga buku-buku jarinya memutih, mencoba menahan isak tangis yang nyaris pecah. Namun, keheningan itu segera terusik oleh suara derap langkah kaki yang sangat ia kenali.

​"Dina."

Dina mematung, bahunya menegang kaku seolah baru saja tersengat aliran listrik. Ia menolak untuk berbalik. Namun, pertahanannya goyah saat aroma maskulin yang begitu akrab menyerbu indra penciumannya tanpa izin.

​Wangi itu seolah mengkhianatinya, membangkitkan kerinduan liar yang beradu tajam dengan rasa sakit yang baru saja ia telan.

​"Pergilah, Mas. Aku ingin sendiri," tutur Dina.

Ia memaksakan matanya menatap kekosongan di depannya, berusaha mengenyahkan bayangan Arka yang seolah sedang mengintip dari balik pintu aula, siap menerkam dan menghancurkan keluargan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 91. Mencari celah

    Davin melonggarkan pelukannya, lalu merogoh benda pipih itu dengan sedikit enggan. Begitu melihat layar yang menyala, keningnya berkerut. “Sebentar, Mama menelepon,” ujarnya. Dina mengangguk, lalu sedikit menggeser posisi duduknya untuk memberi jarak, memberikan ruang bagi Davin agar bisa berbicara dengan ibunya dengan tenang. “Kamu sudah tidur, Nak?" Suara Veronika terdengar lembut di seberang telepon.“Belum, Ma," jawab Davin singkat. Jemarinya bergerak pelan, menyisipkan anak rambut Dina ke balik telinga dengan penuh kasih, seolah mencoba mengabadikan momen tenang ini.“Mama mengganggu waktumu?”“Tidak, Ma. Ada apa?” jawab Davin tanpa melepas pandangan dari Dina. “Begini, besok malam pulanglah ke rumah. Ada hal penting yang ingin Mama dan Papa sampaikan kepadamu. Ini tentang kelanjutan rencana pernikahanmu dengan Natania.”​Seketika tangan Davin yang tadi membelai wajah Dina terhenti di udara. Ia masih menatap wanita di depannya, namun binar hangat di matanya padam seketika. Sen

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 90. Ngemil malam

    Setelah makan dan berbincang ringan dengan Rina, Dina memutuskan untuk masuk ke kamar. Percakapan hangat dengan ibunya tadi ternyata cukup ampuh untuk mengurai sesak di dadanya. Kini, ia merebahkan diri, mencoba menikmati kembali keheningan di kamar masa kecilnya. Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Sebuah ketukan pelan dan berirama pada kaca jendela mengejutkannya. Dina mematung saat mendengar bisikan lirih yang familiar memanggil namanya dari balik tirai. Dina tersentak, jantungnya seketika berdegup kencang. Ia mengenali suara itu. “Mas Davin?” bisiknya tak percaya.​​Dengan perasaan tak percaya, Dina bergegas mendekati jendela dan menyibak tirai. Benar saja, Davin berdiri di balik kaca dengan senyum lebar yang seketika menghangatkan hatinya. Pria itu mengangkat sebuah kantong plastik putih.“Buka jendelanya," ujar Davin tanpa suara, hanya menggerakkan bibirnya karena takut suaranya akan membangunkan orang tua Dina.​Dina melirik jam dinding—sudah pukul sepuluh malam. Tanpa

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 89. Keyakinan

    ​Rina mengusap pipi Dina dengan penuh kasih, jarinya yang kasar karena pekerjaan dapur terasa hangat di kulit Dina. “Mama dan Papa juga minta maaf karena sempat menuduhmu yang bukan-bukan. Mama tahu kamu anak baik. Sesulit apa pun keadaanmu, kamu tidak akan mungkin melakukan hal memalukan seperti itu," ujar Rina dengan nada penuh keyakinan.​Setiap kata pujian dan keyakinan dari ibunya terasa seperti sembilu yang menyayat hati Dina. Ia ingin berteriak bahwa ia telah ‘berzina’ karena mencintai Davin, pria yang benar-benar memperlakukannya sebagai manusia, bukan barang dagangan seperti yang dilakukan suaminya sendiri. Namun, ia hanya bisa diam membisu di bawah tatapan Arka yang diam-diam sedang merayakan kemenangannya.Arka yang berdiri di samping Dina harus sekuat tenaga menahan hasratnya untuk tertawa terbahak-bahak. Di matanya, pemandangan ini adalah lelucon paling lucu di dunia. Betapa mudahnya sepasang orang tua ini ditipu oleh kebohongan Dina, anak baik yang mereka banggakan. “

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 88. Kesalahpahaman

    Bagi Dina, satu jam perjalanan itu terasa tanpa akhir. Saat mobil akhirnya berhenti, ia segera membuka pintu dan turun dengan terburu-buru. Ia butuh menghirup udara segar secepat mungkin, menjauh dari aroma parfum Arka yang selama di perjalanan terasa mencekik paru-parunya. Arka menyusul di belakangnya, wajahnya tertekuk masam, menyembunyikan amarah yang baru saja diredam paksa oleh ancaman Davin. Namun, ia tak punya pilihan selain mengikuti kemauan pria itu. Baginya keselamatan kursi direktur saat ini lebih penting. Beberapa ratus meter di ujung jalan, sebuah mobil hitam terparkir dalam diam. Di baliknya ada Davin yang matanya tak lepas dari sosok Dina hingga wanita itu menghilang di balik pintu kayu rumahnya. Begitu melangkah masuk, suasana canggung menyambut mereka. Rina langsung beranjak dan menyambar kedua lengan Dina dan menariknya menjauh dari Arka. “Kamu tidak mengkhianati suamimu, kan, Dina? Jawab Mama, Nak!” desak Rina. Suaranya gemetar, matanya yang sembab menatap lekat

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 87. Ini belum selesai

    Mobil mewah Davin berhenti tepat di depan gerbang kediaman Arka. Dina menggenggam sabuk pengamannya erat-erat, tubuhnya gemetar. Davin menoleh, meraih jemari Dina yang sedingin es.“Turunlah. Aku akan menemanimu menemuinya," bisik Davin dengan suara yang menenangkan.​Mereka melangkah masuk. Di ruang tamu, Arka sudah menunggu dengan seringai kemenangan yang memuakkan. Namun, senyum itu memudar saat ia melihat Davin masuk dengan tenang di belakang Dina.​"Kau berani menampakkan wajahmu di sini setelah menculik istriku?" desis Arka sinis.​Davin tidak terpancing. Ia justru melangkah maju, berdiri di samping Dina seolah menjadi perisai wanita itu. “Aku ke sini untuk mengantar Dina pulang sesuai permintaannya. Tapi sebelum itu, ada sesuatu yang harus kita luruskan, Arka."Arka mengangguk, terkesan tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan oleh ​Davin.“Bagaimana tanggapan publik kalau ternyata kamulah yang membakar restoran istrimu sendiri? Lalu menjual istrimu hanya demi sebuah kontrak

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 86. Ancaman dan permohonan

    Arka menatap layar ponselnya yang menampilkan nomor ibu mertuanya. Sebuah seringai tipis muncul, ia tahu persis tombol mana yang harus ditekan untuk membuat Dina pulang padanya tanpa perlawanan. “Halo, Ma?” suara Arka mendadak berubah serak, penuh kepedihan. “Mungkin ini nyakitin mama dan papa, tapi Arka harus jujur sama kalian.”​Di seberang telepon, suara Rina terdengar panik. "Arka? Ada apa, Nak?"“Dina, Ma ... Dina pergi.” Arka menghela napas panjang yang terdengar berat. “Dina pergi kemana, Nak?”"Pergi sama Davin, Ma. Arka sudah coba cegah, tapi Davin gunain kekuasaannya buat maksa Dina ikut. Sekarang mereka tinggal bersama."​Arka memejamkan mata, mematangkan aktingnya. "Arka malu cerita ini semua, tapi Davin sudah lama terobsesi pada Dina. Arka takut Dina dicuci otaknya atau ... atau dipaksa melakukan hal yang tidak-tidak. Tolong Arka, Ma. Tolong bujuk Dina pulang sebelum semua orang tau dan merusak nama baik keluarga kita."“Tidak, Nak. Dina tidak mungkin begitu.” “Tapi m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status