Share

Adikku dijual

Saat Anakku Kaya 64

Bab 64

POV Lina

Adikku Nungki dijual Mama

“Huh! Apaan sih, ibu. Nanyain mulu gelang sama cincinnya yang aku bawa. Beli lagi napa, kan sudah kaya, dasar Mertua pelit!” Omelku sambil menaruh ponsel di meja.

Aku hanya membaca saja pesan WA dari ibu. Malas balas. Gelang dan cincin ini tidak akan aku kembalikan. Seharusnya, ibu beli lagi dong yang baru, sementara yang ini diberikan padaku, menantunya. Eh, malah diminta, mana WA melulu sehari dua kali. Menyebalkan.

Aku nggak punya gelang, nggak punya kalung, nggak punya cincin. Pokoknya nggak punya perhiasan apapun sekarang. Mas Yuda yang cuma cleaning service itu, gajinya cuma cukup buat makan sederhana saja. Sampai kiamat juga nggak bakalan bisa jajanin aku emas.

Sambil mengamati gelang emas milik Ibu, bibirku menyungging senyum.

“Ini, pasti beratnya sekitar 10 gram,” bibirku bergumam.

Melirik pada cincin di jari manis, aku mengira kalau cincin itu sekitar 3 atau 4 gram saja. Lumayan lah … aku menggenggam gelang
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status