Share

Musibah

Saat Anakku Kaya 18

Bab 18

Musibah dalam Keluarga Lina

“Papa meninggal, Mas, huhuhu.”

Lina langsung menangis keras saat mengadu kepadaku. Siang ini, saat sedang bekerja di kantor, Lina menelepon dan mengabarkan tentang kabar duka. Papanya yang sudah sakit keras sekian lama akhirnya meninggal. Bergegas aku izin pada atasan dan pulang.

Menarik tubuh istriku, aku merebahkan kepala Lina di dada. Kubiarkan istriku ini menangis sejadi-jadinya.

“Kita segera ke rumah Mama,” kataku.

Tak menunggu lama, mobil pun meluncur menuju rumah Mama Mertua. Zidan tidak diajak, aku menyuruh suster Rini untuk menjaganya di rumah.

Lina diam melamun di dalam mobil. Pipinya sembab dengan mata memerah. Nafas istriku masih tersendat karena tangis yang belum usai. Aku melirik sepintas lalu fokus menyetir. Jalanan sedikit lambat karena padat merayap.

Sebenarnya, aku tidak begitu dekat dengan Mertua laki-laki atau Papanya Lina itu. Setelah menikah tiga tahun yang lalu, papanya Lina, yaitu Om Sapto, sakit-saki
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status