LOGINCalon suamiku membatalkan pernikahan di hari H demi menikahi adikku yang katanya lebih cantik dan berpendidikan. Tiga kali nyaris menikah, tiga kali pula calon suamiku direbutnya. Siapa sangka tiba-tiba datang laki-laki yang siap menjadi pengantin pengganti. Dia yang dihina miskin karena hanya memberi mahar empat ratus ribu itu ternyata seorang CEO.
View MoreAroma semerbak bunga melati dan mawar sayup-sayup tercium dari setiap sudut ruangan, berpadu dengan wangi khas masakan nusantara, gulai kental, sate, dan aneka hidangan aqiqah yang telah disiapkan sejak subuh. Kediaman Ririn dan Awan hari ini tak ubahnya sebuah istana kecil yang sedang merayakan kehadiran sang putri mahkota.Di depan cermin kamarnya, Ririn mematut diri. Gamis brokat berwarna peach lembut membalut tubuhnya dengan anggun. Dia menatap pantulan dirinya, lalu tatapannya turun pada boks bayi di sudut kamar. Di sana, tertidur pulas sesosok malaikat kecil berselimut kain putih. Aura Mega Wiryawan. Nama yang disematkan Awan dengan penuh doa dan harapan.Sepasang lengan kokoh melingkar di pinggang Ririn dari belakang. Awan mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala istrinya. Aroma musk dan kopi yang selalu menguar dari tubuh suaminya itu mengantarkan ketenangan yang luar biasa. Awan meninggalkan urusan kafe sepenuhnya selama seminggu ini, menyerahkan kemudi pada kepercayaan
Kehamilan pertama ini benar-benar menguji fisik Ririn. Masa-masa morning sickness yang dipikirnya hanya akan berlangsung di trimester pertama, nyatanya terus berlanjut hingga hampir bukan keempat. Bau tumis bawang, wangi sabun mandi tertentu, bahkan terkadang aroma tubuh Awan sehabis pulang dari kafe bisa membuatnya berlari ke kamar mandi.Siang ini, Ririn terbaring lemas di sofa ruang tengah. Wajahnya pucat pasi setelah memuntahkan seluruh isi perutnya untuk yang ketiga kalinya sejak pagi. Awan datang dari arah dapur, membawa secangkir teh jahe hangat dan sebaskom air hangat lengkap dengan handuk kecil. Pria itu meletakkan barang bawaannya di meja, lalu berlutut di lantai, tepat di sebelah Ririn. Tangannya yang besar dan hangat mulai membasuh wajah istrinya yang berkeringat dingin dengan penuh kelembutan."Masih mual banget, Sayang?" tanya Awan parau. Mata elangnya memancarkan kekhawatiran yang mendalam. Jari-jarinya beralih memijat pelan tengkuk Ririn. Ririn mengangguk lemah, me
Setelah mendengar penjelasan Ririn mengenai siklus haid dan hasil test pack, Dokter Sarah tersenyum hangat. "Mari kita pastikan dengan USG ya, Mbak Ririn. Silakan berbaring."Ririn berbaring di atas bed periksa. Awan berdiri tepat di sebelahnya, menggenggam erat tangan Ririn yang terasa dingin. Dokter Sarah mengoleskan gel ultrasound yang terasa dingin di perut bawah Ririn, lalu mulai menggerakkan transducer.Mata Awan dan Ririn terpaku pada layar monitor di sebelah bed. Awalnya hanya terlihat gradasi hitam putih yang tak bisa mereka pahami, hingga Dokter Sarah menghentikan gerakannya pada satu titik dan memperbesar gambar."Nah, ini dia." Dokter Sarah menunjuk layar dengan tersenyum. "Lihat lingkaran kecil yang berwarna hitam ini? Ini namanya kantung kehamilan, atau gestational sac. Dan titik kecil di dalamnya ini adalah bakal janinnya.""Itu anak kami, Dok?" tanya Awan dengan suara parau."Iya, Pak Awan. Alhamdulillah, penebalan dinding rahimnya bagus, posisi kantung kehamilannya
Sinar matahari pagi baru saja menyusup lewat celah tirai kamar. Pagi ini seharusnya berjalan seperti rutinitas biasa di usia pernikahan mereka yang baru menginjak bulan kedua. Awan, dengan kebiasaannya sebagai pemilik kafe, selalu memulai hari dengan menyeduh kopi. Hari ini, dia memilih biji kopi Arabica dari Gayo yang biasanya menjadi favorit Ririn karena aroma fruity-nya yang khas.Namun, alih-alih menghampiri meja makan dengan senyum mengembang seperti biasa, Ririn yang baru saja keluar dari kamar tiba-tiba mematung di ambang pintu dapur. Wajahnya pucat pasi. Aroma kopi yang menguar di udara yang biasanya terasa menenangkan, kini menghantam penciumannya dengan cara yang salah. Perutnya bergejolak hebat, seolah ada ombak yang mengaduk-aduk isinya. Tanpa sepatah kata pun, Ririn berbalik badan. Dia menutupi mulutnya dengan kedua tangan dan berlari setengah terhuyung menuju kamar mandi."Huek... huek..."Suara keras memecah keheningan pagi. Awan, yang baru saja menuangkan air pana
“Sudah selesai bicaranya, Tan?” Seketika, semua mata beralih padanya. Tante Mira mengerutkan kening. “Loh, Tante cuma ngomong apa adanya.” Awan menatap lurus.“Sayangnya, yang Tante sebut ‘apa adanya’, sebenarnya cuma asumsi yang lahir dari rasa sok paling tahu.” Tante Mira terdiam sepersekian det
Profil Keluarga Mempelai WanitaAyah (Alm): Aryandanu Harjokusumo (Pengusaha Properti dan budayawan)Ibu (Alm) : Nella PratiwiKakak : 1. Dimas Putra Harjokusumo (CEO Dimas Utama Group) 2. Damar Putra Harjokusumo (CEO Damar Group dan Komisaris Utama Harjokusumo Land)"Uhuk! Uhuk!"Om Haryo terseda
"Katanya papa nggak mau mengurus bisnis ini lagi. Mau sibuk mengejar akhirat biar tenang." Langit berujar sembari terus membolak-balik berkas itu satu persatu. "Kamu akan kesusahan dapatkan bukti ini di sana. Mereka lebih takut Erwin dibandingkan kamu, Lang." "Jadi, papa sudah tahu kalau semua ka
"Ada kasus korupsi di bisnis papa yang mangkrak itu. Kemungkinan besar Adi terlibat." "Maksudnya, Mas?" Senja nyaris tersedak mendengar cerita suaminya. Dia semakin bingung kenapa mantan tunangannya itu bisa terlibat korupsi di perusahan mertuanya. "Mas Adi terlibat korupsi di kantor papanya Mas?






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore