Share

DUA PULUH SATU

Beberapa jam kemudian, di ruang rapat yang mencekam. Para manajer pusat menatap simpati atasannya dan Choky yang duduk bersimpuh di pojok ruangan sambil mengangkat buku tebal di atas kepala dengan tangan sedikit gemetar lalu Putra sedang menjelaskan dan menunjuk sesuatu didokumen di atas meja ke Reza.

Tidak lama ada suara ketukan pintu, Putra membuka pintu dan menyambutnya. "Nona Vivi."

Vivi tersenyum canggung dan melangkah masuk ke dalam. Ia menyapa para manajer pusat yang dibalas anggukan singkat.

"Duduk disana." Perintah Reza sambil menunjuk kursi di sebelah kirinya.

Meja ruang rapat berbentuk persegi panjang dengan Reza sebagai pemilik, duduk di ujung sementara yang lainnya duduk di masing-masing sisi.

Putra hanya diam berdiri di samping Reza, menekan keinginannya untuk membantu Vivi duduk. Jika dia melakukan itu, semua orang akan tahu siapa yang bersama atasannya di dalam mobil.

Vivi duduk dengan sopan dan mengedarkan pandangan di sekeliling meja dengan cemas.

"Bisa kita mulai?"
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status