Se connecterLiana tidak sengaja mendengar perselingkuhan antara suami dan sahabat baiknya saat kecelakaan. Oleh karena itu dia memutuskan untuk berpura-pura tuli untuk mengetahui semua rahasia antara suami dan sahabatnya. Satu persatu rahasia terbongkar. Mulai dari perselingkuhan, hingga alasan sang suami menikah dengannya. Bisakah Liana bebas dari pengkhianatan sang suami dan juga sahabatnya?
Voir plus"Virga! Cukup!" ucap Darman keluar dari mobil bersama Liana. Liana dan Darman tiba bersamaan dengan polisi. "Jangan bergerak! Kalian berdua sudah terkepung. Kalian akan kami tahan dengan kasus percobaan pembunuhan, penipuan dan perampokan." "Jangan dulu, aku belum puas mengajar mereka," larang Virga. "Virga, cukup!" Virga mengabaikan larangan mereka. Dia yang masih berada di atas tubuh Evan membalikkan badan Evan. Dia melanjutkan menghajar Evan. Evan sama sekali tidak bisa melawan. Tangannya sangat sakit dan tidak bisa digerakkan lagi. Polisi segera menahan tubuh Virga. Virga menghajar Evan bagaikan orang kesurupan. Sedangkan Evan yang tidak sanggup menahan lagi akhirnya jatuh pingsan. "Liana, tolong maafkan aku," mohon Karin tidak mau masuk penjara. "Maaf? Kemana saja kamu selama ini. Sekarang sudah terlambat kamu minta maaf. Andai saja waktu itu kamu minta maaf, mungkin aku akan melepaskan kamu," sahut Liana. "Liana, aku bersalah Liana. Aku benar-benar minta maaf." "P
Virga menutup telepon dari Liana. Dia segera mengambil kunci mobil milik dan sebelah tangan tangan menghubungi bawahnya. "Kamu cepat cari di mana lokasi Evan. Aku ingin secepatnya kamu menemukan mereka. Jangan sampai mereka kabur ke luar negeri," perintah Virga. Virga menutup kembali handphone. Segera masuk ke dalam mobil. Tangannya dengan cekatan menghidupkan dan membawa mobil mengelilingi kota. Virga berkeliling kota sambil menunggu bawahan mendapat posisi pasti Evan dan Karin. Setelah berhasil mendapatkan titik mereka, Virga langsung menuju ke sana. "Ternyata mereka berniat kabur ke luar negeri sesuai dugaan aku. Jangan harap kalian bisa lepas dari genggaman tangan aku." Virga segera memutar arah mobil. Dengan kecepatan tinggi dia mengejar mobil milik Evan dan Karin. Setelah mobil milik Evan ditemukan, dia menghadang mobil milik mereka berdua. "Evan, awas!" teriak Karin terkejut. Evan juga terkejut dengan mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya. Dia dengan cepat menginjak
"Apa yang ingin kamu katakan sama Paman. Sepertinya sangat penting," ujar Darman. "Paman, kemarin Evan berencana ingin meracuni aku. Semalam dia tiba-tiba kasih aku teh. Dalam teh itu ada sesuatu obat," terang Liana. "Apa? Evan ingin meracuni kamu?" tanya Darman terkejut. Darman tidak akan melepaskan Evan jika terjadi sesuatu yang buruk sama Liana. Dia beserta anaknya akan mengejar Evan sampai ke ujung dunia sekalipun. "Iya Paman. Untung saja Liana cepat sadar. Selama ini Evan tidak pernah membuat aku teh. Jadi Liana tanpa pikir panjang membuang teh tersebut." "Apa? Evan gagal meracuni Liana. Apa Liana sudah curiga sama Evan. Sejak kapan dia mengetahui semua ini. Gawat, aku harus bilang hal ini kepada Evan. Tapi aku harus menunggu mereka selesai bicara dulu," putus Karin tetap berada di sana. "Kamu tenang saja Liana. Kita akan memenjarakan Evan dengan kasus percobaan pembunuhan. Sekarang kita sudah berhasil mengambil semua harta milik kamu yang diambil oleh mereka." 'Ternyata
Evan langsung menjalankan rencananya saat malam hari. Tidak buang-buang waktu lagi. Dia memasukkan serbuk obat yang didapatkan dari temannya ke dalam teh. Memberikan racun lewat teh itu kepada Liana. "Liana," panggil Evan mencari Liana setelah teh itu selesai dibuat. Liana berada di depan TV sedang mengerjakan laporan. Bukan hal besar yang harus diperiksa. Hanya mencocokkan data saja. Jadi dia memutuskan mengerjakan di ruang TV sambil menyalakan TV. Supaya tidak terlalu sunyi. "Ada apa Evan," sahut Liana menatap ke arah Evan yang melangkah ke arahnya. "Ini, aku buatkan teh buat kamu. Kamu pasti sangat capek dan mengurus itu. Ini, minum dulu," kata Evan menyodorkan gelas teh ke arah Liana. 'Tumben dia buat aku teh. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Tidak mungkin dia langsung berubah,' curiga Liana. "Terima kasih ya. Kamu sangat baik," sahut Liana tetap menerima teh tersebut. Mencegah Evan curiga jika dia mencurigai teh tersebut. Liana hanya meletakkan teh itu di di atas me
Liana mendapatkan informasi yang sangat penting. Evan dan Karin berencana ingin mengambil alih perusahaan. Dia tidak akan membiarkan perusahaannya jatuh ke tangan Evan dan Karin. Sekarang dia harus mencari cara menyelamatkan perusahaannya.Di dalam kamar perempuan itu mondar-mandir tidak tenang. Re
Pada sore hari, barang-barang Karin sudah tiba di depan rumah Liana. Liana menatap barang Karin dengan muka datar dari balik jendela. Di sana juga ada Evan yang menyuruh para pembantu untuk mengangkut barang-barang milik Karin ke dalam kamar tamu. Barang milik Karin tidak bisa dibilang sedikit. Per
"Akhirnya, aku bisa tinggal di rumah mewah seperti ini. Dulu aku hanya bisa nginap sekali-kali saja," gumam Karin menatap kondisi kamar ruang tamu.Karin duduk di atas kasur setelah selesai memeriksa kondisi kamar. Kamar yang tidak kalah jauh dari kamar Liana. Dulu saat dia menginap di rumah itu, d
Mereka bertiga keluar dari mobil dan berjalan ke arah rumah Liana. Liana dengan sengaja menggandeng tangan Evan untuk membuat Karin cemburu. Mungkin ini juga yang dirasakan Karim selama dia bersama dengan Evan."Kenapa pake gandeng-gandeng segala sih," cibir Karin yang berjalan di belakang Liana da












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.