Share

Bab 107

Penulis: Felix Harrington
Kalimat itu benar-benar memutus semua jalan mundur bagi Eric. Dia hanya bisa berkata pasrah, "Ivy, aku tahu aku salah. Aku mohon, maafkan aku dan Peter. Terserah apa yang mau kamu lakukan sama Ryan. Kami nggak akan ikut campur lagi!"

Ryan menyeringai dingin. "Kamu ikut campur? Kamu pikir kamu punya hak untuk ikut campur?"

Eric menggertakkan gigi. "Kurang ajar, kamu ...."

"Eric, aku tanya sekali lagi, di mana kamera pengintainya!" bentak Ivy tajam.

"Ivy! Sudahlah, jangan cari kamera itu lagi. Lag
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Muhammad Sarkani
cukup bagus kisah nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 605

    "Apa?"Vania mengira dirinya salah dengar.Kenny berkata, "Bu Vania adalah guru Ryan, tentu saja aku harus memberi lampu hijau untukmu. Kalau kamu merasa nggak masalah, istirahatlah beberapa hari, lalu datang bekerja di tempatku. Tentu saja di perusahaanku, nggak ada yang berani menyentuhmu sedikit pun!"Vania terharu sampai matanya berkaca-kaca. "Terima kasih, terima kasih!"Kenny berkata, "Kalau mau berterima kasih, berterima kasihlah pada sahabatku. Pengaruhnya besar sekali! Hahaha!"Untuk sesaat, Vania tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada Ryan. "Hubungan kalian benar-benar dekat ya!"Kenny tertawa keras. "Hahaha, tentu saja! Kayak lirik lagu itu. Ada kehidupan ini, di kehidupan ini jadi saudara. Kalau nggak ada kehidupan berikutnya, di kehidupan berikutnya merindukanmu! Benar nggak, Ryan?""Hahaha!" Ryan juga ikut tertawa karena digodanya."Sudah larut, biar aku antar kalian pulang!" kata Kenny. "Aku sudah pesan sopir pengganti!"Ryan berkata, "Nggak perlu, nggak searah.

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 604

    Saat itu, di ruang VIP lantai dua.Melihat pemandangan itu, hati Merly terasa sangat lega, seolah-olah beban yang menekan dadanya akhirnya terlepas."Mantap!" Mata besar Merly berkedip-kedip. Wajah cantiknya tampak semakin memesona karena suasana hatinya yang sedang baik."Kak Darshen, kamu harus percaya, dunia ini tetap dunia yang adil! Lihat saja, Ryan bukan hanya menghajar para penjahat itu, tapi juga bisa pergi tanpa terluka. Benar-benar memuaskan!"Kesan Merly terhadap Ryan pun meningkat drastis. Namun saat ini, Darshen justru menggertakkan giginya karena marah.Malam ini dia dipermalukan berkali-kali. Hatinya sangat kesal. Ketika tahu bahwa orang yang mempermalukannya di bawah tadi adalah Ryan, dia semakin murka.Kalau bukan karena Ryan, mungkin rencana Tigor sudah berhasil. Dia juga tidak perlu menanggung tekanan sebesar ini dan mati-matian melawan Waterfall Group.'Ryan ini, cepat atau lambat akan kubunuh.' Meskipun berpikir demikian, Darshen tidak menunjukkannya. Dia tersenyum

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 603

    Vania benar-benar tidak tahu harus tertawa atau menangis.Awalnya Vania sama sekali tidak berniat meminta ganti rugi, tetapi entah bagaimana dia justru menerima kompensasi sebesar 1 miliar.Hal itu sangat mengguncang hati Vania. Satu miliar! Berapa tahun dia harus bekerja untuk bisa menghasilkan uang sebanyak itu?Namun, begitu Ryan turun tangan, pihak lawan langsung mengantarkan 1 miliar itu dengan patuh. Dunia ini benar-benar sudah terbalik.Gustav langsung menyuruh orang mentransfer uang saat itu juga. Setelah selesai, Gustav berkata, "Uangnya sudah ditransfer. Pak Ryan, Bu Vania, apa masih ada permintaan lain?"Ryan mengangguk dan menyahut, "Aku masih punya satu permintaan.""Silakan katakan, Pak Ryan," ujar Gustav.Ryan berkata, "Tadi Bos Gustav juga bilang Bu Vania tampil di sini itu menyia-nyiakan bakatnya. Secara pribadi, aku setuju dengan pendapat Bos Gustav. Bakat musik Bu Vania sangat tinggi. Dia seharusnya memiliki panggung yang lebih luas.""Jadi, aku minta Bos Gustav bata

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 602

    "Pak Gustav, kamu terlalu sungkan." Vania menghadapi Gustav dengan perasaan agak gugup dan penuh hormat.Namun, dirinya memang memiliki pembawaan dan latar belakang yang baik. Walaupun gugup, dia tetap tampil anggun dan tenang."Bu Vania punya wajah dan aura yang luar biasa. Tampil di teater kecil itu benar-benar menyia-nyiakan bakat," kata Gustav sambil tersenyum menjilat. "Kalau dari awal aku tahu kamu adalah guru Pak Ryan, mana mungkin aku biarkan tampil di sini. Kamu pasti sudah menjadi tamu kehormatan di Klub Golden!""Ah, nggak, nggak. Aku nggak berani." Vania tersenyum lembut. Dia tahu semua orang ini sedang memberi muka kepada Ryan.Saat ini, Ryan sendiri juga tidak tahu kenapa mereka begitu menghormati Vania. Tentu saja, dia juga tidak peduli soal itu. Yang dia pedulikan adalah hari ini dia harus menuntut keadilan untuk Vania."Pak Gustav, kamu pemilik klub ini. Aku harus bicara denganmu soal Bu Vania!" kata Ryan."Baik, baik, tentu saja boleh!" Gustav merasa tersanjung. Dia m

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 601

    "Pak Ryan, senang sekali bisa berkenalan denganmu. Namaku Rylan. Nama kita mirip. Lima ratus tahun lalu mungkin kita satu keluarga! Hahaha!""Pak Ryan, senang bertemu denganmu!"....Pemandangan itu membuat Vania dan Kenny sama-sama terpaku.Di mata Vania, orang-orang di hadapannya ini semuanya adalah bos besar, sosok yang hanya bisa dipandang dengan kagum dari jauh. Namun saat ini, mereka satu per satu seperti anjing penjilat, berebut menjilat Ryan.Di tengah rasa terkejutnya, Vania tanpa sadar mulai merasakan sedikit rasa segan terhadap Ryan.Di sampingnya, Kenny melihat itu dan langsung tidak senang. Dia buru-buru menghalangi, "Tunggu, kalian ini mau apa? Dia ini sahabatku!""Ah, Pak Kenny, kami cuma ingin berkenalan dengan Pak Ryan, jangan dihalangi dong!" sahut salah satu dari mereka."Ya, Pak Kenny. Nggak disangka kamu punya teman sehebat ini. Seharusnya dari dulu kamu kenalkan ke kami!"Untuk sesaat, orang-orang yang dulu pernah mengejek Kenny kini tidak berani macam-macam lagi.

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 600

    "Ryan?" Gustav membelalakkan mata. Dia mengira dirinya salah dengar, bahkan tanpa sadar mengulanginya sekali lagi."Betul, namaku Ryan!" kata Ryan. "Memangnya ada masalah dengan nama itu?"Seketika, Gustav tidak lagi tenang. Teman-teman di belakangnya juga terkejut bukan main."Ryan? Kasus Vila Matsuno yang tadi kita bicarakan ... tokoh besar itu ... bukannya namanya Ryan?""Ssst, pelan sedikit. Benar, namanya Ryan.""Ya Tuhan, jangan-jangan kita benar-benar bertemu dia di sini?""Jangan-jangan cuma kebetulan namanya sama?"Untuk sesaat, beberapa teman yang tadinya hanya menonton pun ikut tegang. Barusan di ruang VIP, mereka bergosip tentang Ryan, bahkan sudah menganggapnya seperti sosok luar biasa.Saat ini, yang paling tegang adalah Gustav. Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha tetap tenang, lalu mendekat ke telinga Kenny dan bertanya pelan, "Sahabatmu ini bekerja di mana?"Kenny agak tidak terbiasa dengan sikapnya. Tadi bukannya masih berhadapan sengit dengannya? Kenapa sekarang m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status