Share

Bab 106

Author: Felix Harrington
Khomar kembali memajukan video, menampilkan rekaman Ryan dan Ivy di atas sofa. Sofa kulit itu bergoyang hebat di bawah tubuh keduanya hingga nyaris terbalik.

Pemandangan itu menghantam batin Peter seperti palu godam. Mungkin seumur hidupnya, bayangan ini tidak akan pernah bisa dia hapus.

Sementara itu, semakin banyak orang berkumpul menonton kecelakaan mobil tadi di jalan. Ryan dan Ivy pun keluar, karena kejadian itu terjadi tepat di depan rumah mereka.

Begitu Eric dan Peter melihat mereka berdua, amarah dan rasa malu seolah bergulung seperti gelombang besar yang siap menelan segalanya.

"Ivy, lihat apa yang sudah kamu lakukan!" bentak Eric keras.

Ivy terkejut. "Aku? Aku kenapa?"

Eric menunjuk Ryan dengan tangan gemetar. "Tadi malam ... kamu tidur dengannya?"

Peter menambahkan dengan gigi terkatup, "Dan bukan cuma sekali ... tiga kali."

Khomar di samping mereka masih sempat menyela, "Setiap sesi lebih dari setengah jam, yang terakhir hampir satu jam."

Wajah Ivy langsung memerah.

Orang-o
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 370

    Tiga hari kemudian, pada suatu sore, Cathy mengirimkan sebuah pesan kepada Zio.[ Waktunya sudah tepat. Malam ini aku ajak Ryan makan malam. Dia setuju! ]Kalimat singkat itu langsung membuat Zio sangat bersemangat. Akhirnya, dia bisa melancarkan jurus pamungkas.Tanpa menunda, dia segera menelepon Marvin. "Pak Marvin, malam ini ada waktu?""Urusan Ryan sudah beres?" Marvin memang terus menunggu kabar dari Zio."Ya!" jawab Zio. "Malam ini aku ingin mengajak Pak Marvin melihat pertunjukan bagus.""Oke!"....Di sisi lain, di tempat tinggal Ryan, dia sudah menyiapkan makanan tepat ketika Lucya pulang kerja dan tiba di rumah."Ini dia, ikan asam manis favoritmu!" Ryan tersenyum sambil meletakkan hidangan di atas meja makan.Lucya melepas mantel, duduk di sofa, tetapi wajahnya terlihat agak murung. "Ryan, kemari sebentar. Aku mau bicara denganmu.""Hah?" Ryan berjalan mendekat dengan agak bingung. "Bicara apa?""Apa kamu tahu, sekarang di kantor sedang ramai dibicarakan kalau akhir-akhir i

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 369

    Begitu mendengar bahwa dirinya harus berkorban, Cathy langsung naik pitam. Namun, demi menyelesaikan tugas yang diberikan Ryan kepadanya, dia menekan amarahnya dan bertanya, "Berkorban gimana?""Menjual sedikit daya tarikmu," kata Zio.Api amarah Cathy langsung membara. 'Zio, Zio, apa kamu masih laki-laki? Sampai tega menyuruh pacarmu menjual diri!'Saat itu juga, dia ingin mencaci maki Zio habis-habisan. Namun detik berikutnya, Zio kembali berkata, "Kamu harus merayu Ryan!""Hah?" Kata-kata makian yang sudah sampai di ujung bibir Cathy langsung tertelan kembali. Suasana hatinya berubah 180 derajat, bahkan sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. "Kamu menyuruhku merayu Pak Ryan?""Ya. Kalau nggak begitu, bisa gimana lagi?" balas Zio.Cathy memaksa menekan senyuman yang hampir terbentuk, lalu berkata dengan wajah serius, "Pak Ryan kelihatannya orang yang sangat berintegritas. Tugas ini cukup berat. Tapi ... aku bisa mencobanya."Namun, Zio mengira Cathy agak keberatan. Dia pu

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 368

    "Orang pintar memang cukup diberi satu petunjuk saja langsung paham!" Marvin tersenyum puas sambil berkata, "Aku ingin kamu menyelidiki Ryan habis-habisan, cari aibnya. Makin kotor makin bagus!""Pak Marvin." Zio menghela napas, berkata dengan agak lesu, "Sejujurnya sudah lama aku ingin menjatuhkannya, jadi aku juga terus menyelidikinya. Tapi dia ... ternyata cukup bersih!"Marvin mengertakkan gigi sambil mengangguk. "Nggak apa-apa. Kalau jalan ini nggak bisa ditempuh, kita hanya bisa mengambil risiko!""Mengambil risiko gimana?" tanya Zio."Atur satu skandal untuknya, makin besar makin baik."Saat mengatakan itu, Marvin menatap Zio dengan tajam. "Ini ... gimana caranya?"Zio sengaja berpura-pura tidak mengerti."Kamu orang pintar. Hal seperti ini masih perlu kujelaskan?" sahut Marvin. "Selama kamu bisa membuat satu skandal untuknya, aku bisa memanfaatkannya untuk menghancurkannya!"Saat berbicara, Marvin menggertakkan giginya. Ekspresinya tampak kejam seperti orang sakit jiwa."Begitu

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 367

    Pukul 10.30 pagi, divisi litbang EPS Group.Saat ini, divisi litbang sudah hampir kosong. Hanya Marvin yang tersisa. Dia duduk sendirian di kantor direktur.Kemarin, Ryan sempat mengatakan bahwa siapa pun yang ingin pindah ke divisi teknologi akan diberi lampu hijau. Hampir seluruh staf menyetujuinya, bahkan Jesse juga pindah dan bekerja di bawah Ryan.Efisiensi kerja EPS Group sangat cepat. Pagi ini, persetujuan OA sudah disahkan dan orang-orang sudah tidak sabar untuk segera pindah ke kantor baru divisi teknologi tempat Ryan berada.Marvin justru merasa senang. Dengan demikian, dia kini menjadi direktur divisi litbang. Dia bisa merekrut orang-orang yang dia percaya untuk membentuk tim baru, lalu benar-benar mengukuhkan posisinya sebagai pimpinan divisi litbang.Namun, sebelum merekrut orang, ada satu urusan penting lain yang harus dia selesaikan. Dia melirik jam tangannya dan bergumam, "Seharusnya sudah datang, 'kan?"Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, terdengar suara ketukan pi

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 366

    Namun, ketika anak buahnya mendekat dan mengamati, ternyata Ryan sama sekali tidak melakukan tindakan pelecehan apa pun. Justru Amanda yang sedang membantu Ryan menyelesaikan masalahnya.Yumi terkejut. Dalam ingatannya, selama bertahun-tahun kuliah bersama Amanda, Amanda tidak pernah melirik satu pun pria. Namun sekarang, dia benar-benar turun tangan sendiri demi Ryan ....'Dia menyukai Ryan!' Di dalam hatinya, Yumi bisa memastikannya 100%. Kalau tidak memiliki perasaan terhadap seorang pria, dengan kepribadian Amanda, dia tidak mungkin melakukannya sendiri.Kemudian, dia memberi perintah kepada anak buahnya, "Jangan ganggu mereka. Sembunyi di tempat gelap dan lindungi mereka. Jangan sampai orang-orang Sakura menemukan mereka!""Baik!" jawab anak buah itu.....Kenangan itu terhenti saat pintu didorong terbuka."Yumi, kenapa kamu nangis?" Sakura masuk ke ruangan.Yumi segera memalingkan wajah, mengusap bekas air mata dengan tangan, lalu bertanya balik, "Kenapa masuk ke kamarku tanpa me

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 365

    "Aku antar kamu ke kantor dulu, baru aku ke tempat ayahku," kata Amanda. "Aku dipermainkan orang dan temanku hampir dijebak. Masalah ini nggak bisa dibiarkan begitu saja!"Ryan mengangguk dan menyahut, "Oke, urusan ini kuserahkan padamu."Amanda mengantar Ryan ke perusahaan. Kemudian, dia menyetir sendiri, langsung menuju tempat kerja ayahnya.Namun di tengah jalan, ponsel Amanda berdering. Telepon itu dari Yumi. Dia ragu apakah harus mengangkatnya atau tidak. Beberapa saat kemudian, dia menepikan mobilnya dan mengangkat telepon."Halo, Amanda, gimana semalam?" Suara Yumi terdengar rendah dan datar, dengan sedikit nada khawatir."Baik sekali." Amanda mendengus ringan. "Kalau kamu?""Aku nggak begitu baik." Yumi terdiam sejenak, lalu berkata, "Hatiku penuh rasa bersalah ... pada kamu dan Ryan ....""Cukup!" Amanda memotong dengan dingin, "Kamu nggak perlu merasa bersalah, juga nggak perlu menyalahkan diri sendiri. Karena persahabatan kita sudah berakhir semalam.""Amanda!" Suara Yumi te

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status