Share

Bab 189

Penulis: Felix Harrington
Dengan begitu, Peter seharusnya bisa menyingkirkan Ryan tanpa keluar uang sepeser pun. Selain itu, Gumar akan membereskan semua urusan setelahnya dan kematian Ryan juga tidak akan bisa dilacak sampai ke dirinya.

Yang paling sempurna dari rencananya adalah dia sudah membawa Alisha dan Yurica ke tempat ini, mencampur obat ke dalam minuman mereka, lalu memaksa keduanya meminumnya. Tujuannya sederhana, yaitu sambil menonton Ryan dipukuli sampai mati di atas ring, dia bisa menikmati kedua wanita cant
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 601

    "Pak Ryan, senang sekali bisa berkenalan denganmu. Namaku Rylan. Nama kita mirip. Lima ratus tahun lalu mungkin kita satu keluarga! Hahaha!""Pak Ryan, senang bertemu denganmu!"....Pemandangan itu membuat Vania dan Kenny sama-sama terpaku.Di mata Vania, orang-orang di hadapannya ini semuanya adalah bos besar, sosok yang hanya bisa dipandang dengan kagum dari jauh. Namun saat ini, mereka satu per satu seperti anjing penjilat, berebut menjilat Ryan.Di tengah rasa terkejutnya, Vania tanpa sadar mulai merasakan sedikit rasa segan terhadap Ryan.Di sampingnya, Kenny melihat itu dan langsung tidak senang. Dia buru-buru menghalangi, "Tunggu, kalian ini mau apa? Dia ini sahabatku!""Ah, Pak Kenny, kami cuma ingin berkenalan dengan Pak Ryan, jangan dihalangi dong!" sahut salah satu dari mereka."Ya, Pak Kenny. Nggak disangka kamu punya teman sehebat ini. Seharusnya dari dulu kamu kenalkan ke kami!"Untuk sesaat, orang-orang yang dulu pernah mengejek Kenny kini tidak berani macam-macam lagi.

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 600

    "Ryan?" Gustav membelalakkan mata. Dia mengira dirinya salah dengar, bahkan tanpa sadar mengulanginya sekali lagi."Betul, namaku Ryan!" kata Ryan. "Memangnya ada masalah dengan nama itu?"Seketika, Gustav tidak lagi tenang. Teman-teman di belakangnya juga terkejut bukan main."Ryan? Kasus Vila Matsuno yang tadi kita bicarakan ... tokoh besar itu ... bukannya namanya Ryan?""Ssst, pelan sedikit. Benar, namanya Ryan.""Ya Tuhan, jangan-jangan kita benar-benar bertemu dia di sini?""Jangan-jangan cuma kebetulan namanya sama?"Untuk sesaat, beberapa teman yang tadinya hanya menonton pun ikut tegang. Barusan di ruang VIP, mereka bergosip tentang Ryan, bahkan sudah menganggapnya seperti sosok luar biasa.Saat ini, yang paling tegang adalah Gustav. Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha tetap tenang, lalu mendekat ke telinga Kenny dan bertanya pelan, "Sahabatmu ini bekerja di mana?"Kenny agak tidak terbiasa dengan sikapnya. Tadi bukannya masih berhadapan sengit dengannya? Kenapa sekarang m

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 599

    Yuna tersenyum penuh minat. "Pak Gustav, jangan lupa tadi Kenny bilang apa ke kamu.""Baru saja bilang begitu, sekarang sudah berurusan lagi. Hahaha!" Orang lain ikut tertawa."Sialan, bocah itu jelas menantangku!" Gustav menggertakkan gigi. "Kalau hari ini aku nggak membuatnya berlutut dan bersujud minta ampun, aku bukan Gustav!"Gustav berdiri, lalu berkata kepada anak buahnya, "Aku sendiri yang akan ke sana.""Kami juga ikut mendukung Pak Gustav! Kenny itu terlalu sombong, harus dibereskan!""Benar, harus dibereskan!"Sekelompok bos besar mengikuti Gustav dengan penuh amarah menuju teater kecil A3.Gustav berjalan paling depan, menyapu pandangan ke sekeliling dengan wibawa yang mengintimidasi.Beberapa bos di belakangnya juga tampak gagah dan berkelas. Hanya dari aura mereka saja sudah membuat orang-orang merasa gentar.Alis Gustav hampir bertaut. Dia membentak, "Siapa yang buat onar?"Yanto menunjuk Ryan. "Pak Gustav, bocah ini. Dia melukai tamu dan juga melukai orang-orang kita."

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 598

    Teater kecil A3? Ada yang bikin onar? Kenny mengernyit sambil berpikir. Bukankah itu tempat mereka nonton pertunjukan sambil minum?Sementara itu, di dalam teater, Ryan berdiri melindungi Vania di depannya.Di depan mereka, anak buah bos besar berkepala plontos bersama para preman klub, totalnya lebih dari sepuluh orang. Semuanya menatap Ryan dengan garang.Walaupun sebelumnya mereka sempat ditendang hingga jatuh oleh Ryan, luka mereka tidak terlalu parah. Sekarang semua sudah menyusun ulang barisan, bersiap bergabung untuk menghadapi Ryan bersama-sama.Melihat situasi genting, Vania buru-buru memohon, "Maaf, maaf, ini salahku. Tolong lepaskan dia. Kalian mau aku ngapain pun boleh! Aku minta maaf kepada kalian!"Vania terus membungkuk kepada semua orang. Air mata mengalir deras.Melihat sosok dewi yang dulu berdiri bersinar di atas podium, kini hanya bisa merendah dan memohon, hati Ryan terasa sangat sakit."Bu Vania, nggak perlu minta maaf kepada mereka. Yang salah itu mereka!" kata R

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 597

    "Hahaha! Kalau begitu, aku harus berterima kasih padamu karena sudah menghormatiku." Gustav berteriak kepada pelayan, "Ayo, tuangkan segelas untuk Kenny.""Pak Gustav, jangan bicara begitu. Aku jadi nggak enak!" Kenny tersenyum lebar, berjalan masuk hendak mencari tempat duduk, tetapi mendapati tidak ada kursi kosong dan tidak ada seorang pun yang berniat memberinya tempat.Dia berdiri dengan canggung di tempat, menerima gelas dari pelayan.Saat ini, Gustav mengangkat gelas dan berkata, "Karena kamu datang ke tempatku, aku bersulang untukmu!"Kemudian, dia hanya menyesap sedikit secara simbolis, meletakkan gelas di meja, dan tidak lagi memandang Kenny, malah kembali mengobrol dengan beberapa sahabat lamanya.Dengan canggung, Kenny menghabiskan minumannya. Melihat tak ada yang memedulikannya, dia berinisiatif mendekati Gustav dan berkata, "Pak Gustav, aku membawa seorang sahabat baik untuk bersenang-senang. Kira-kira bisa nggak beri sedikit muka atur layanan kelas atas? Tenang saja, aku

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 596

    "Apa? Dia bos besar dunia mafia?" Semua orang terkejut."Ya! Dan bukan bos besar biasa!" seru Reksa."Oh, begitu kamu bilang, aku jadi ingat. Aku punya teman wartawan yang juga datang ke lokasi waktu itu!" Orang lain menyambung, "Itu di Rumah Sakit Insani, 'kan?""Benar!" jawab Reksa.Orang tadi berkata, "Teman wartawanku bilang, yang dirawat waktu itu adalah tokoh kelas atas. Bukan cuma para tokoh dari berbagai kalangan yang datang menjenguk, bahkan Omara dan Daffa juga datang menjenguk. Ternyata yang dirawat itu adalah Ryan yang kamu maksud!"Gustav mengernyit, lalu berkata dengan kagum, "Omara itu bos lama dunia mafia di Kota Shein, sedangkan Daffa lebih hebat lagi. Dia tokoh besar Srilandia. Bahkan mereka berdua saja datang menjenguk Ryan. Bisa dibayangkan seberapa besar pengaruhnya!""Masih ada yang lebih gila lagi!" kata Reksa. "Bukankah Ryan membunuh Theo? Tapi hasilnya, dia sama sekali nggak kenapa-napa. Sehari pun nggak masuk penjara. Bahkan ibu angkat Theo, Salwa, setelah ana

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status