Share

Bab 1957

Penulis: Aku Mau Minum Air
Sesaat kemudian, tim medis selesai mengobati cedera para anggota Tim Penjelajah Kalajengking Hitam. Hanya saja, mereka kehilangan kekuatan tempur karena kehilangan tangan. Dengan begini, mereka akan kesulitan untuk melindungi diri.

"Toro, apa aku perlu mengutus orang untuk mengawal anggotamu pulang?" tanya Misandari sambil melirik para anggota itu. Kemudian, dia beralih menatap Toro.

Mereka baru memasuki oasis sehingga masih sempat untuk mundur. Jika bersikeras masuk, takutnya tidak ada jalan un
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ade Firmansyah
luther.,.bagus ceritanya... cm tambah mbulet. terlalu berulang dan cari poin...penulis lupa bahwa sesuai kami ...biasa sj nulisnya alnya kami so tau arahnya... jd bosan...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2785

    Misandari tidak sempat berpikir panjang dan segera memerintahkan semua orang untuk mundur ke dinding batu di sisi kiri. Setelah berjuang mati-matian, mereka berhasil membuka sebuah jalan berdarah dan akhirnya mundur hingga ke bawah dinding batu itu.Ternyata memang benar, para monster yang mengejar berhenti secara serentak saat berada sekitar 30 cm dari dinding batu itu. Mereka mengaum dengan gelisah, tetapi tidak berani melangkah maju lagi. Setelah mondar-mandir beberapa saat, mereka akhirnya mundur seolah-olah takut dengan sesuatu.Semua orang terduduk di tanah seperti kehilangan tenaga dan terengah-engah. Setelah menghitung jumlah orang, jumlah tim yang tadinya masih tiga puluhan orang pun kini hanya tersisa tidak sampai dua puluh orang dan hampir semuanya terluka.Dari semua orang, Hani yang terluka paling parah. Di punggungnya, ada bekas cakaran yang dalam hingga terlihat tulang dan darah terus mengalir."Hani!" panggil Luther yang segera mendekat dan memeriksa luka Hani. Meskipun

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2784

    Lembah Buah Spiritual memang sesuai dengan namanya. Tumbuhan tumbuh subur, energi spiritual memenuhi udara, dan berbagai bunga serta tanaman langka terlihat di mana-mana.Yang lebih mengejutkan lagi, tumbuh beberapa pohon rendah yang dipenuhi buah merah menyala di lembah itu. Buah-buah itu memancarkan gelombang energi spiritual yang kuat, jelas merupakan Buah Spiritual Merah yang mampu memulihkan energi spiritual dengan cepat. Buah itu bahkan bisa meningkatkan kekuatan."Bagus sekali. Dengan adanya buah-buah spiritual ini, luka dan kelelahan kita bisa pulih," seru semua orang dengan sangat gembira.Namun, Luther tidak menurunkan kewaspadaannya. Dia mengamati lingkungan lembah dengan saksama, selalu merasa ada sesuatu yang tidak beres. Lembah ini terlalu sunyi sampai terasa tidak wajar. Tidak ada kicauan burung, suara serangga, dan bahkan angin pun seolah-olah berhenti bertiup."Hati-hati, mungkin ada bahaya," kata Luther dengan pelan untuk mengingatkan.Begitu Luther selesai berbicara,

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2783

    Istirahat selama dua belas jam membuat tim itu berhasil memulihkan sedikit tenaga mereka. Pil obat mulai menunjukkan efeknya, sehingga luka para korban berhasil dikendalikan dan energi spiritual mereka juga telah pulih sebagian besar. Lapisan tirai cahaya emas pelindung itu diam-diam menghilang saat waktunya habis, menandakan mereka harus kembali melanjutkan perjalanan."Ke atas atau cari jalur lain ke samping?" tanya Misandari untuk meminta pendapat semua orang."Ke atas saja, terus naik ke atas pasti nggak salah," saran salah satu pelindung.Luther malah menggelengkan kepala. "Ujian Gunung Buana belum tentu hanya tentang ketinggian. Aku sudah mengamatinya. Pada ketinggian tempat kita berada sekarang, di sekelilingnya masih ada cukup banyak platform dan jalan gunung yang serupa. Mungkin kalau kita bergerak ke samping, kita bisa berkesempatan untuk bertemu dengan tim lain. Makin banyak orang, makin besar kekuatan."Misandari menerima saran Luther dan memutuskan untuk menjelajah sepanja

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2782

    Di tengah platform, pola batu kuno yang retak serta kusam tiba-tiba menyala dan membentuk sebuah lingkaran dengan diameter sekitar sembilan meter.Di tengah kilatan cahaya pola itu, tiga patung batu yang tubuhnya tersusun dari batu kuning gelap dengan memegang kapak raksasa dan tingginya tiga meter perlahan-lahan bangkit dari dalam cahaya. Di rongga mata patung-patung itu, api merah berkobar dan memancarkan gelombang kekuatan spiritual tingkat fondasi tahap akhir untuk mengunci semua makhluk hidup di atas platform."Ini adalah ujian penjaga!"Misandari menyipitkan matanya. "Kalau sudah kalahkan mereka, mungkin baru bisa lanjut maju atau mendapatkan hak untuk tetap tinggal di sini."Patung-patung batu itu mengeluarkan suara gemuruh yang pelan dan maju dengan langkah berat sambil mengayunkan kapak raksasa, lalu menyerbu ke arah kerumunan. Sebelum kapak menyentuh, angin astral yang tajam dari tebasan itu sudah menyerang wajah mereka hingga terasa perih."Bentuk formasi! Hadapi musuh!" ter

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2781

    Kepanikan seketika digantikan oleh keputusasaan dan sejenis kegilaan yang menyimpang!Tak ada jalan turun gunung, satu-satunya arah adalah ke atas. Peluang dan jalan hidup, semuanya ada di puncak!"Ke atas! Panjat ke atas!""Keluar dari sini! Aku harus pergi!""Harta karun! Di atas ada harta karun!"Kerumunan benar-benar ricuh, secara membabi buta menyerbu ke arah jalur gunung dan dinding tebing yang tampak bisa dilalui ke atas.Namun, Gunung Buana bukanlah tempat yang bersahabat. Bahkan di wilayah yang relatif landai pun, bahaya tersembunyi di mana-mana."Argh!" Jeritan segera terdengar. Ada yang menginjak batu longgar dan langsung jatuh ke jurang tak berdasar. Ada yang menerobos kabut yang tampak tenang, tetapi seketika dicabik-cabik oleh serangga beracun atau roh jahat yang bersembunyi di dalamnya.Bahkan ada yang demi memperebutkan jalur kecil yang terlihat mudah dilalui, langsung menghunus pedang dan menyerang orang di sebelahnya.Kekacauan, pembantaian, dan kematian dalam sekejap

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2780

    Namun di sekelilingnya, yang ada bukan lagi para anggota Pengawal Naga Sakti yang terlatih dan para penasihat, melainkan orang-orang dengan berbagai rupa yang berdesakan, panik, dan kebingungan melihat ke segala arah!Ada rakyat biasa yang berpakaian kain kasar, tubuh mereka gemetar karena merasa takut. Ada pendekar dunia persilatan yang menggenggam pedang dan golok, mengamati sekitar dengan waspada. Ada kultivator pengembara dengan pakaian beragam dan aura yang berbeda-beda, juga ada orang-orang dari berbagai kekuatan yang semula berjaga di perkemahan kaki gunung.Kini, semuanya bercampur menjadi satu, seperti pasir yang dituangkan sembarangan ke dalam satu wadah."Ini ... Gunung Buana? Bagaimana kita bisa naik ke sini?""Itu cahaya emas tadi! Formasi itu memindahkan kita ke atas!""Ya ampun .... Gunungnya setinggi dan semenakutkan ini, bagaimana kita turun?""Anakku! Di mana anakku?"Tangisan, jeritan, makian, dan pertanyaan bercampur menjadi satu. Situasinya benar-benar kacau.Luthe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status