分享

BAB 61

作者: Riichan
last update publish date: 2026-08-12 09:17:19

Keesokan harinya, suasana pagi di kantor berjalan seperti biasa. Loraine sudah sibuk memeriksa jadwal Nathan ketika telepon di meja Jackson tiba-tiba berdering.

Jackson mengangkatnya. “Selamat pagi, ruang Direktur Operasional.”

Suara seorang wanita terdengar dari seberang. “Pak Jackson, Bu CEO meminta Pak Direktur Operasional segera datang ke ruangan beliau.”

Jackson mendengarkan sambil mencatatnya. “Baik, Bu Wendy. Saya akan menyampaikannya.”

Setelah panggilan berakhir, Jackson meletakkan gaga
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 82

    “Jangan,” ucap Amber. Satu kata itu membuat Nathan terdiam.Ia menatap Amber yang masih berdiri di hadapannya. Wanita itu terlihat sangat cemas, seolah ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar pertemuan kembali dengan keluarganya.“Kenapa, Kak?” tanya Nathan.Amber menggenggam kedua tangannya erat. “Pelakunya belum diketahui.” Suaranya terdengar pelan. “Bagaimana jika orang yang membuat semua itu terjadi masih mencariku?”Nathan mengerutkan dahi. “Kakak ipar.” Suaranya menjadi lebih serius. “Kalau Kakak tetap tinggal di sini, mungkin justru akan lebih berbahaya.”Amber menatapnya.“Apalagi sekarang Loraine sudah datang ke sini.”“Apa hubungannya dengan Loraine?” tanya Amber bingung.Nathan menghela napas. “Loraine memutuskan komunikasi dengan kalian karena Leon.”Ekspresi Amber langsung berubah ketika mendengar nama itu.“Leon tidak pernah menerima kenyataan bahwa mereka sud

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 81

    “Ka-kakak ipar?” Nathan refleks mengucapkan kalimat itu begitu melihat sumber suara gelas pecah.Loraine yang masih duduk di sampingnya langsung menoleh. “Apa?” batinnya. Ia menatap Nathan dengan bingung.Ekspresi pria itu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Nathan bahkan sudah berdiri dan menatap Amber dengan mata yang membesar.Loraine mengerutkan dahi. “Kakak ipar?” tanyanya dalam hati. Apa dirinya tidak salah dengar?Nathan langsung berjalan cepat menghampiri Amber yang masih berdiri mematung di tempatnya. Wanita itu bahkan belum bergerak sedikit pun sejak gelas di tangannya terjatuh.“Kak Daisy?” Nathan berhenti tepat di hadapan Amber. “Kakak ipar!”Tangannya refleks memegang kedua pundak wanita itu. “Ini benar Kakak, kan?”Amber masih membeku. Aurora yang melihat Nathan memegang pundak ibunya langsung maju dan mendorong tangan pria itu. “Lepaskan Ibu!”Nathan sedikit terhuyung. Darren juga langsung be

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 80

    “...”Nathan masih mematung menatap pemuda di hadapannya.Loraine yang sejak tadi memperhatikan reaksinya akhirnya ikut menatap pemuda tersebut. Ia mengerutkan dahi, mencoba mengingat wajah yang sudah bertahun-tahun tidak dilihatnya.“Darren?”Pemuda itu yang masih berdiri di hadapan Nathan langsung menoleh kepada Loraine. Ia menyipitkan matanya sejenak. Tatapannya terlihat seperti sedang berusaha mengingat sesuatu dari masa lalu.Beberapa detik kemudian, matanya melebar.“...Kak Loraine?” Wajahnya langsung berubah cerah.“Kak Loraine!” Darren tersenyum lebar. Ia bahkan terlihat jauh lebih bersemangat daripada sebelumnya. “Kemana saja Kakak selama ini?”Loraine ikut tersenyum. “Darren... sudah lama sekali.”Namun sebelum Loraine sempat mengatakan lebih banyak, Darren tiba-tiba menoleh ke arah bawah pohon besar yang berada tidak jauh dari mereka. “Aurora!”Seorang gadis muda terlihat duduk di ba

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 79

    “Apa ada orang terdekat yang akan kau undang saat pesta pernikahan kita nanti? Mengingat itu hari bahagia kita.”Pertanyaan Nathan membuat Loraine terdiam.Ia sebenarnya sudah memikirkan hal itu beberapa kali sejak mereka memutuskan untuk tetap melangsungkan pesta pernikahan. Namun setiap kali memikirkannya, ada satu nama yang selalu muncul di kepalanya.Hanya saja, entah kenapa menyebut nama itu terasa sulit.“Kenapa diam?” tanya Nathan.Loraine memainkan ujung tisu di tangannya. “Ada... satu orang.”Nathan mengangguk. “Siapa?”Loraine membuka mulut, tetapi tidak langsung menjawab. Namun setelah beberapa detik, Loraine kembali terdiam.Nathan tidak mendesaknya. Ia hanya menatap Loraine dengan tenang, menunggu wanita itu melanjutkan.“Namanya...” Loraine berpikir sejenak. “Bibi Martha Hart.”Nathan mengangguk kecil.“Beliau pemilik panti asuhan tempat saya dulu dibesarkan.” Loraine men

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 78

    “Kalau begitu...” ucap Nathan. Loraine menatapnya.Nathan mengangkat alis. “Bagaimana dengan pesta pernikahan kita?”Pertanyaan itu membuat pikiran Loraine yang sebelumnya sudah mulai tenang kembali berantakan.“Pesta pernikahan,” pikirnya. “Benar. Kami baru saja membicarakan berakhirnya kontrak, lalu Pak Nathan mengungkapkan perasaannya, dan sekarang bagaimana dengan pesta pernikahan yang tinggal beberapa minggu lagi?” batinnya sangat bergejolak. Loraine menundukkan wajah.“Bagaimana dengan pesta pernikahan kita?”Pertanyaan Nathan kembali terngiang di kepalanya. Sejujurnya, Loraine sendiri tidak tahu.“Kalau menurut saya...” Loraine berhenti sejenak. “Saya akan mengikuti keputusan Anda.”Nathan mengerutkan dahi. “Mengikuti keputusanku?”Loraine mengangguk pelan.“Ya. Bagaimanapun, pesta ini awalnya diadakan karena kontrak kita.” Loraine memainkan ujung tisu di tangannya. “Jadi setelah kontraknya berakhir, saya pikir keputusan selanjutnya ada di tangan Anda.”Nathan menatapnya bebe

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 77

    “Loraine, jangan menangis seperti itu. Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.” Suara Nathan terdengar panik.Loraine masih menunduk. Tangannya menggenggam tisu yang diberikan Nathan, sementara air mata terus mengalir tanpa bisa ia hentikan.Ia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya menangis sebanyak ini. Padahal Nathan tidak mengatakan sesuatu yang menyakitkan, justru sebaliknya.Untuk pertama kalinya, pria itu mengatakan apa yang sebenarnya ia rasakan. Nathan mencintainya. Kalimat sederhana itu terus berputar di kepala Loraine. “Aku mencintaimu, Loraine.”Entah kenapa, mendengarnya langsung dari mulut Nathan membuat dadanya terasa sesak sekaligus hangat. Selama beberapa waktu terakhir, Loraine memang mulai menyadari bahwa sikap Nathan kepadanya telah berubah.Perhatian kecil yang semakin sering diberikan. Cara Nathan selalu memastikan dirinya sudah makan lalu cara pria itu memperhatikannya ketika mereka sedang berada di rumah. Ba

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status