共有

BAB 82

作者: Riichan
last update 公開日: 2026-08-26 12:48:58

“Jangan,” ucap Amber.

Satu kata itu membuat Nathan terdiam.

Ia menatap Amber yang masih berdiri di hadapannya. Wanita itu terlihat sangat cemas, seolah ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar pertemuan kembali dengan keluarganya.

“Kenapa, Kak?” tanya Nathan.

Amber menggenggam kedua tangannya erat. “Pelakunya belum diketahui.” Suaranya terdengar pelan. “Bagaimana jika orang yang membuat semua itu terjadi masih mencariku?”

Nathan mengerut
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 83

    Tangisan terdengar cukup keras dari dalam ruangan.“Huaaa... hiks...”Aurora duduk di sofa sambil menangis sesenggukan. Kedua tangannya menutupi wajahnya. Bahunya naik turun setiap kali ia mencoba menahan isakannya.Darren yang duduk di sampingnya hanya bisa menghela napas. Ia kemudian menepuk-nepuk pundak saudara kembarnya itu. “Sudahlah, Aurora.”“Aku... aku tidak tahu kalau Ibu mengalami semua itu...” isak Aurora.Darren terdiam. Sejujurnya, ia juga baru mengetahui sebagian besar kisah hidup ibunya. Namun dibandingkan Aurora, dirinya masih bisa menahan air mata.Aurora kembali menyeka pipinya. “Ternyata aku punya ayah...”Darren langsung menatapnya.“...”Tangisan Aurora kembali pecah. “Ternyata aku punya ayah!”Darren menutup wajahnya dengan satu tangan. “Ya, kau kan sudah tahu dari penjelasan Ibu.”“Tapi selama ini aku tidak tahu!”“Sekarang kan kau sudah tahu.”

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 82

    “Jangan,” ucap Amber. Satu kata itu membuat Nathan terdiam.Ia menatap Amber yang masih berdiri di hadapannya. Wanita itu terlihat sangat cemas, seolah ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar pertemuan kembali dengan keluarganya.“Kenapa, Kak?” tanya Nathan.Amber menggenggam kedua tangannya erat. “Pelakunya belum diketahui.” Suaranya terdengar pelan. “Bagaimana jika orang yang membuat semua itu terjadi masih mencariku?”Nathan mengerutkan dahi. “Kakak ipar.” Suaranya menjadi lebih serius. “Kalau Kakak tetap tinggal di sini, mungkin justru akan lebih berbahaya.”Amber menatapnya.“Apalagi sekarang Loraine sudah datang ke sini.”“Apa hubungannya dengan Loraine?” tanya Amber bingung.Nathan menghela napas. “Loraine memutuskan komunikasi dengan kalian karena Leon.”Ekspresi Amber langsung berubah ketika mendengar nama itu.“Leon tidak pernah menerima kenyataan bahwa mereka sud

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 81

    “Ka-kakak ipar?” Nathan refleks mengucapkan kalimat itu begitu melihat sumber suara gelas pecah.Loraine yang masih duduk di sampingnya langsung menoleh. “Apa?” batinnya. Ia menatap Nathan dengan bingung.Ekspresi pria itu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Nathan bahkan sudah berdiri dan menatap Amber dengan mata yang membesar.Loraine mengerutkan dahi. “Kakak ipar?” tanyanya dalam hati. Apa dirinya tidak salah dengar?Nathan langsung berjalan cepat menghampiri Amber yang masih berdiri mematung di tempatnya. Wanita itu bahkan belum bergerak sedikit pun sejak gelas di tangannya terjatuh.“Kak Daisy?” Nathan berhenti tepat di hadapan Amber. “Kakak ipar!”Tangannya refleks memegang kedua pundak wanita itu. “Ini benar Kakak, kan?”Amber masih membeku. Aurora yang melihat Nathan memegang pundak ibunya langsung maju dan mendorong tangan pria itu. “Lepaskan Ibu!”Nathan sedikit terhuyung. Darren juga langsung be

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 80

    “...”Nathan masih mematung menatap pemuda di hadapannya.Loraine yang sejak tadi memperhatikan reaksinya akhirnya ikut menatap pemuda tersebut. Ia mengerutkan dahi, mencoba mengingat wajah yang sudah bertahun-tahun tidak dilihatnya.“Darren?”Pemuda itu yang masih berdiri di hadapan Nathan langsung menoleh kepada Loraine. Ia menyipitkan matanya sejenak. Tatapannya terlihat seperti sedang berusaha mengingat sesuatu dari masa lalu.Beberapa detik kemudian, matanya melebar.“...Kak Loraine?” Wajahnya langsung berubah cerah.“Kak Loraine!” Darren tersenyum lebar. Ia bahkan terlihat jauh lebih bersemangat daripada sebelumnya. “Kemana saja Kakak selama ini?”Loraine ikut tersenyum. “Darren... sudah lama sekali.”Namun sebelum Loraine sempat mengatakan lebih banyak, Darren tiba-tiba menoleh ke arah bawah pohon besar yang berada tidak jauh dari mereka. “Aurora!”Seorang gadis muda terlihat duduk di ba

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 79

    “Apa ada orang terdekat yang akan kau undang saat pesta pernikahan kita nanti? Mengingat itu hari bahagia kita.”Pertanyaan Nathan membuat Loraine terdiam.Ia sebenarnya sudah memikirkan hal itu beberapa kali sejak mereka memutuskan untuk tetap melangsungkan pesta pernikahan. Namun setiap kali memikirkannya, ada satu nama yang selalu muncul di kepalanya.Hanya saja, entah kenapa menyebut nama itu terasa sulit.“Kenapa diam?” tanya Nathan.Loraine memainkan ujung tisu di tangannya. “Ada... satu orang.”Nathan mengangguk. “Siapa?”Loraine membuka mulut, tetapi tidak langsung menjawab. Namun setelah beberapa detik, Loraine kembali terdiam.Nathan tidak mendesaknya. Ia hanya menatap Loraine dengan tenang, menunggu wanita itu melanjutkan.“Namanya...” Loraine berpikir sejenak. “Bibi Martha Hart.”Nathan mengangguk kecil.“Beliau pemilik panti asuhan tempat saya dulu dibesarkan.” Loraine men

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 78

    “Kalau begitu...” ucap Nathan. Loraine menatapnya.Nathan mengangkat alis. “Bagaimana dengan pesta pernikahan kita?”Pertanyaan itu membuat pikiran Loraine yang sebelumnya sudah mulai tenang kembali berantakan.“Pesta pernikahan,” pikirnya. “Benar. Kami baru saja membicarakan berakhirnya kontrak, lalu Pak Nathan mengungkapkan perasaannya, dan sekarang bagaimana dengan pesta pernikahan yang tinggal beberapa minggu lagi?” batinnya sangat bergejolak. Loraine menundukkan wajah.“Bagaimana dengan pesta pernikahan kita?”Pertanyaan Nathan kembali terngiang di kepalanya. Sejujurnya, Loraine sendiri tidak tahu.“Kalau menurut saya...” Loraine berhenti sejenak. “Saya akan mengikuti keputusan Anda.”Nathan mengerutkan dahi. “Mengikuti keputusanku?”Loraine mengangguk pelan.“Ya. Bagaimanapun, pesta ini awalnya diadakan karena kontrak kita.” Loraine memainkan ujung tisu di tangannya. “Jadi setelah kontraknya berakhir, saya pikir keputusan selanjutnya ada di tangan Anda.”Nathan menatapnya bebe

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status