Penawaran Gila Tuan Jaksa

Penawaran Gila Tuan Jaksa

last updateLast Updated : 2026-08-13
By:  LilyLembah03_Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
11views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nadine menyimpan sebuah rahasia memalukan. Sialnya, rahasia itu diketahui oleh Lingga; atasan sekaligus orang yang dulu pernah menolak cintanya. Bukannya menjauh, sang jaksa justru menawarkan sebuah kesepakatan gila untuk membantunya. Nadine tahu ia seharusnya menolak. Tetapi bagaimana jika tubuh dan hatinya berkata lain?

View More

Chapter 1

01. Kenapa Dadamu Basah?

“Kalau tidak berniat kerja, lebih baik mengundurkan diri saja!”

Teriakan dari ruangan itu membuat Nadine tersentak kaget. Ia yang sedang mempersiapkan mentalnya di depan ruangan pun semakin memucat.

Bagaimana tidak, baru seminggu Nadine Cendana dipindahtugaskan ia sudah melakukan kesalahan fatal. Nadine telat masuk selama dua jam berkat alat pemompa ASI miliknya yang tertinggal di halte bus.

Jika saja bukan karena kondisi hormon langka yang membuatnya bisa memproduksi ASI, Nadine yakin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi. Ia juga tidak perlu ketakutan untuk menghadapi atasannya yang galak.

“Saya akan menggantikan kalian jika kesalahan ini sampai terjadi lagi.”

Suara datar dari balik pintu kembali terdengar jelas. Suaranya tidak keras, tapi sukses membuat bulu kuduk Nadine meremang. Ia bisa membayangkan betapa menakutkan ekspresi sang atasan saat ini.

Dan benar saja ketika Nadine mengintip dari kaca di pintu, ia melihat dua rekan kerjanya menundukkan kepala. Lalu ada pria dengan setelan jas rapi sedang duduk sambil bersedekap, aura kelam seolah menguar di sekelilingnya.

Nadine menelan ludah. Setelah ini, bosnya itu pasti akan “menghabisinya”.

Setelah melepaskan asal ikat rambutnya hingga surai kelam itu menutup dada, Nadine membuka pintu ruangan bertuliskan 'D201'. Begitu pintu terbuka, tiga pasang mata di dalam sana menoleh serentak.

Tidak terkecuali sepasang netra sayu penuh intimidasi dari meja paling ujung. Pria itu kini bangkit berdiri sesaat menyadari kehadiran Nadine.

Lintang Gaharu. Jaksa senior yang kerap dipanggil Pak Lingga. Pria yang rasanya bisa melubangi kepala orang hanya dengan tatapannya.

"Pak, mohon maaf—" Belum sempat memberikan alasan, sang atasan sudah memotong singkat.

"Ikut saya." 

Nadine meringis kecil, yakin dua rekan kerjanya pun pasti bisa melihat bagaimana wajahnya memucat. Namun, tidak ingin membuat pria jangkung itu bertambah marah, ia berlari kecil mengekori Lingga ke ruang kerja pribadinya.

Sejenak, Nadine meringis pelan begitu nyeri menyambangi dada. Netra cantik itu mendelik panik begitu menyadari bercak basah di permukaan kemejanya. 

Asinya merembes lagi!

Nadine buru-buru membawa sebagian besar rambutnya yang tergerai ke bagian depan. Melihat Lingga yang sudah membuka pintu dan masuk ke ruangan, Nadine pun mempercepat langkahnya. 

BRAK!

Pintu kayu itu tertutup keras tepat di depan mata si penyidik baru yang berjengit kecil karena terkejut. Entah karena tidak melihat Nadine yang berdiri di ambang pintu, tetapi ia jelas merasa sedih.

Dengan tangan sedikit gemetar dan tubuh membungkuk sopan, Nadine masuk ke ruangan penuh tumpukan berkas itu.

"Permisi ...." 

"Kamu tahu kenapa saya panggil ke sini?" Pertanyaan itu langsung terlontar sesaat Nadine berdiri di hadapan Lingga.

"Iya, Pak." Nadine menjawab sambil menunduk dalam, hingga perempuan itu hanya bisa melihat ujung sepatu hitam mengkilap sang jaksa.

Sesekali perempuan itu juga melirik permukaan kemejanya yang terasa makin basah. Nyeri di dadanya bahkan bertambah parah hingga Nadine harus menggigit bibir menahan rintihannya.

Kenapa hal ini harus terjadi sekarang? Di hadapan orang yang kini paling ia takuti. Dan yang lebih parahnya lagi… di hadapan pria yang dulu sekali pernah ia sukai.

"Dua jam. Tidak ada pegawai baru yang punya nyali terlambat selama itu." Pria yang kini menyandarkan tubuh di meja kerjanya sambil bersedekap dada kembali bersuara. 

"Atau kamu memang sengaja karena berpikir saya akan mengecualikanmu? Karena kita pernah saling mengenal sejak kecil?" tanya pria itu sambil menyelipkan kekehan kecil di akhir kalimatnya.

Namun Nadine terlalu sibuk menahan nyeri untuk tersinggung. Perempuan itu bahkan tidak bisa mendengar jelas ucapan Lingga. Keringat dingin mulai membasahi pelipis imbas linu yang kian menjadi.

“Maafkan saya, Pak Lingga,” cicit Nadine masih sambil menunduk dalam.

"Tatap mata saya saat kita sedang bicara, Nona Nadine!” Titah tegas itu membuat Nadine mendongak cepat.

Tanpa ia sadari, rambut panjangnya tergelincir ke sisi bahu. Dan detik itu juga makian Lingga terhenti seketika. Alisnya yang sedari tadi menukik tajam kini bertaut saat pandangannya bergerak turun ke arah dada Nadine.

"Nadine, kenapa dadamu basah seperti itu?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status