LOGINDr. Ardi Sebrian, seorang dokter umum yang dikenal dingin, disiplin, dan selalu mengutamakan pekerjaannya, tak pernah menyangka bahwa takdir akan mempertemukannya kembali dengan wanita yang selama ini ia cari. Suatu malam, seorang pasien berhijab dengan wajah pucat dilarikan ke IGD setelah mengalami kecelakaan. Saat Ardi memeriksa identitasnya, jantungnya seakan berhenti berdetak. Wanita itu adalah istrinya sendiri—istri yang menghilang tanpa kabar setelah kesalahpahaman besar memisahkan mereka bertahun-tahun lalu. Namun pertemuan itu tidak berjalan seperti yang ia bayangkan. Sang istri tak lagi mengingat kisah cinta mereka. Baginya, Ardi hanyalah dokter yang bertugas merawatnya. Di balik ruang perawatan, luka lama perlahan terbuka kembali. Penyesalan, air mata, dan rahasia masa lalu mulai terungkap satu per satu. Ardi bertekad memanfaatkan kesempatan kedua yang diberikan takdir untuk mengobati bukan hanya luka di tubuh istrinya, tetapi juga luka di hati mereka berdua. Mampukah Ardi membuat wanita yang pernah ia cintai jatuh cinta untuk kedua kalinya? Ataukah takdir kembali memisahkan mereka saat semua kebenaran akhirnya terungkap? Ketika seorang dokter menjadi penyembuh bagi pasiennya, mampukah ia juga menyembuhkan hati istrinya sendiri?
View MoreHujan turun deras ketika Ardi dan Ayuma tiba di rumah. Kotak logam yang mereka bawa dari bank diletakkan di atas meja ruang kerja. Tidak ada satu pun dari mereka yang langsung membukanya. Mereka sama-sama tahu bahwa isi kotak itu mungkin akan mengubah semuanya. Ayuma berdiri di samping meja dengan kedua tangan saling menggenggam. "Mas..." Ardi menoleh. Panggilan itu membuat hatinya kembali bergetar. Sejak Ayuma mulai mengingat potongan-potongan kecil tentang dirinya, panggilan tersebut sesekali keluar tanpa sengaja. "Apa?" "Kalau ternyata isi kotak ini membuat semuanya lebih buruk?" Ardi mendekat. "Kita hadapi bersama." Ayuma menatapnya. "Kamu tidak takut?" "Takut." Ardi tersenyum tipis. "Tapi aku lebih takut kalau kita terus hidup dengan pertanyaan yang sama." Ayuma mengangguk. Ardi membuka kotak tersebut. Di bagian paling atas terdapat map biru yang sudah terlihat tua. Ia mengambilnya. Tulisan di sampulnya membuat wajah Ardi berubah. ARSIP
Pagi itu, suasana Rumah Sakit Arayum Medika masih sibuk seperti biasa. Namun, di balik kesibukan para tenaga medis, pikiran Dr. Ardi Sebrian terus tertuju pada satu hal—map biru yang disebut Fajar.Ia berdiri di depan jendela ruang kerjanya sambil memandangi halaman rumah sakit."Kalau map itu ditemukan, mungkin semua misteri ini akan berakhir," gumamnya.Ketukan di pintu membuyarkan lamunannya."Masuk."Komisaris Arya Pradana melangkah masuk sambil membawa sebuah map tipis."Kabar dari Fajar."Ardi segera menghampiri."Bagaimana keadaannya?""Sudah sadar. Tapi masih trauma."Arya membuka map tersebut."Sebelum kehilangan kesadaran tadi malam, Fajar sempat mengingat satu hal.""Apa itu?""Map biru tidak dibawa pelaku."Ardi mengernyit."Lalu?""Map itu disembunyikan oleh Ayuma sendiri."---Di rumah, Ayuma masih membersihkan kotak-kotak lama peninggalan masa lalunya.Saat membuka saku kecil di dalam tas lama yang dulu ia pakai sebelum kecelakaan, jemarinya menyentuh sebuah benda keras
"Fajar! Minggir!"Teriakan Komisaris Arya memecah kesunyian bengkel.Sebuah mobil SUV hitam melaju dengan kecepatan tinggi menuju mereka. Fajar yang masih terpaku hanya sempat menoleh sebelum Ardi berlari dan menarik tubuhnya.Brak!Mobil itu menghantam rak besi di depan bengkel hingga roboh. Suara benturan keras membuat warga sekitar berhamburan keluar."Pak Arya!" seru Ardi.Arya segera mengeluarkan identitas kepolisiannya."Tutup semua jalan keluar! Jangan biarkan mobil itu kabur!"Namun pengemudi sudah lebih dulu memundurkan mobilnya, berputar cepat, lalu melaju meninggalkan lokasi.Ardi tidak mengejar.Perhatiannya tertuju pada Fajar yang terjatuh dan mengalami luka di bahu akibat tertimpa besi."Fajar, dengarkan saya."Ardi memeriksa denyut nadi dan memastikan jalan napasnya tetap terbuka."Pak Arya, kita harus membawanya ke Rumah Sakit Arayum Medika sekarang."---Beberapa saat kemudian...Fajar berada di ruang perawatan intensif. Luka di bahunya berhasil ditangani, tetapi ia m
Hujan semalam menyisakan embun di dedaunan. Pagi itu, Rumah Sakit Arayum Medika mulai dipenuhi pasien yang datang untuk berobat.Dr. Ardi Sebrian sedang memeriksa rekam medis ketika Dr. Dion Pratama masuk dengan wajah serius."Ardi, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.""Siapa?""Dia bilang namanya Arya Pradana."Ardi mengernyit. Nama itu terdengar tidak asing."Komisaris Arya?"Dion mengangguk."Katanya, ini tentang Ayuma."---Di ruang tamu rumah sakit, seorang pria berusia sekitar empat puluh lima tahun berdiri sambil memandang halaman. Seragam kepolisian tidak lagi melekat di tubuhnya. Kini ia mengenakan kemeja sederhana berwarna biru tua."Selamat pagi, Pak Arya."Arya menoleh lalu mengulurkan tangan."Sudah lama kita tidak bertemu, Dokter."Ardi mempersilakan pria itu duduk."Apa yang sebenarnya terjadi empat tahun lalu?" tanya Ardi tanpa bertele-tele.Arya menarik napas panjang."Kasus kecelakaan Ayuma... tidak pernah selesai."Ardi langsung menatapnya."Dulu saya yakin i












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.