Share

Hamil

Author: Sity Mariah
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-07 08:03:56

Ravyan memacu motornya begitu kencang. Sehingga mau tak mau, tanganku berpegangan pada kain baju di bagian pinggangnya.

Jarak tempuh lumayan jauh, sehingga perlu empat puluh menit untuk tiba di rumah sakit.

Aku turun dengan cepat dari motornya. Berjalan lebih dulu menuju lorong IGD.

Begitu pintunya terbuka, Kak Elina keluar dari sana dengan jas dokter putihnya.

Rambutnya yang biasanya rapi kini sedikit berantakan. Wajahnya terlihat lelah.

Namun saat melihatku datang bersama Ravyan, ia langsung
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Tidak Mau Melepaskan

    Hari-hari berikutnya berjalan jauh lebih baik dari yang kubayangkan.Ternyata keputusan untuk tinggal sementara di rumah Mami adalah keputusan yang tepat.Setidaknya aku tidak harus pulang ke rumah yang sunyi setiap hari.Tidak harus membuka pintu dan disambut keheningan yang menyakitkan.Tidak harus makan malam sendirian sambil menatap kursi kosong di depanku.Di rumah Mami selalu ada suara.Selalu ada aktivitas.Selalu ada seseorang yang bisa diajak bicara.Meski terkadang seseorang itu justru membuatku ingin pindah rumah lagi.Seperti Kak Elina, misalnya.Hari-hari terus berganti.Pekerjaan mulai kembali normal.Fokusku perlahan pulih.Proyek yang sempat hampir lepas berhasil diselamatkan.Bahkan Aina sudah mulai berhenti menggodaku setiap lima menit sekali. Meski tetap saja setiap kali ponselku berbunyi, perempuan itu akan langsung menyeringai dan kepo.

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Anak Kecilnya yang Manja

    Video call itu sempat terhenti, karena aku harus mandi dan makan malam. Tapi akhirnya kembali berlanjut, bahkan hingga cukup lama. Meski kami tidak membicarakan hal penting. Hanya hal-hal sederhana dan receh sampai akhirnya aku mulai menguap berkali-kali.Aku membawa ponsel menuju kamar.Mengganti posisi menjadi rebahan di atas kasur.Biasanya di jam seperti ini aku akan merapat ke dada Ravyan.Mencuri kehangatan tubuhnya. Atau diam-diam mengganggu tidurnya. Namun malam ini hanya ada wajahnya di dalam layar ponsel."Pak Mayor.""Iya?""Aku tidur dulu."Ravyan tersenyum. "Selamat tidur, My Butterfly.""Selamat tidur.""Saya sayang kamu."Dadaku menghangat mendengarnya. "Aku juga sayang kamu."Beberapa detik kami hanya saling menatap. Tidak ada yang ingin mengakhiri panggilan lebih dulu. Namun akhirnya Ravyan mengangkat satu tangan."Pejamkan mata."Aku menuru

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Langit Kita Masih Sama

    Aku duduk di sofa ruang televisi. Melepas flatshoes yang basah. Memijat pelipis lalu leher yang terasa pegal."Hari ini benar-benar buruk," ucapku dengan perasaan berat menekan dada.Kepalaku sedikit berdenyut memikirkan semua yang terjadi hari ini.Tidak ada suamiku. Rapat di kantor tidak berjalan dengan baik. Dan terakhir malah bertemu mantan tunangan brengsek yang sekarang menjadi sopir taksi online.Rasanya hidup seperti sedang mengajak bercanda.Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt.Ponsel di dalam tasku berdering disertai vibrasinya.Nama Ravyan tertera di layar. Aku pun langsung menerimanya."Sudah pulang?" tanya Ravyan di seberang sana."Udah. Baru aja sampai.""Gimana mobil kamu?""Masuk bengkel. Mesinnya bermasalah. Tapi aku gak begitu ngerti apa kata mekaniknya tadi.""Pulang pergi kerja kamu gimana?""Ya ... aku pesan ojek atau taksi online.""Coba kamu pak

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Apa Hebatnya Dia?

    Masih melalui pantulan spion tengah, aku melihat senyum seringai lelaki itu di balik setir kemudi.Ada perasaan tak nyaman yang menyusup. Otakku berpikir lebih cepat, tapi reaksiku terlambat. Belum sempat aku menyentuh pintu mobil untuk membukanya, suara kunci otomatis terdengar mendahului."Kita belum sampai Nyonya," ucap Mas Arland dengan tatapan tajamnya. "Jangan membahayakan diri dengan mendadak keluar mobil, karena kalau terjadi apa-apa, aku malas bertanggungjawab."Rasa panik seketika menyerang. Berbarengan dengan rasa takut. Namun, aku tidak boleh menunjukkan kepanikan ini atau Mas Arland akan memainkan psikologisku.Aku berdehem pelan. "Bawa mobilnya sesuai titik lokasi," ucapku dengan tegas."Tentu saja, Sa—yang."Rahangku mengeras. Rasa jijik menyergap mendengar ia memanggilku seperti barusan."Jangan kurang ajar atau aku kasih kamu rating buruk!" Aku mengancam terang-terangan."Silakan. Artinya kamu s

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Nyonya Ravyan Manggala

    Entah jam berapa akhirnya mataku menemukan kata terlelap. Karena saat mataku mengerjap keesokan hari, nyatanya jam di atas nakas baru menunjukkan pukul lima pagi.Udara dingin menyambut. Membuatku menarik selimut dan meringkuk di bawahnya. Memejamkan mata yang sebenarnya tak lagi mengantuk. Namun justru membayangkan, Ravyan tengah memelukku saat bangun dari tidur seperti ini.Akan tetapi, makin dibayangkan yang ada rasanya makin sesak.Tidak ingin larut dan tenggelam dalam rindu yang berujung pada kesedihan, aku menyeret kaki masuk ke kamar mandi dan secepatnya membersihkan diri.Shalat Subuh sendirian di mushola belakang dan kerinduan pada Ravyan makin menjadi-jadi.Namun semua harus tetap berjalan. Setelah selesai shalat, aku menuju dapur dan membuat sarapan seadanya. Kemudian bersiap berangkat dan aku baru ingat kalau mobilku bermasalah.Akhirnya aku menelpon bengkel langganan. Mengirim alamat rumah Ravyan dan akhirnya orang b

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Rindu yang Menggunung

    Hari kerja akhirnya selesai.Dan jujur saja, aku merasa lega.Bukan karena pekerjaannya berat.Tapi karena hari ini aku benar-benar tidak bisa fokus.Aku mematikan komputer lalu menghela napas panjang.Biasanya menjelang jam pulang aku akan menerima pesan dari Ravyan, tapi hari ini tidak ada.Mungkin dia sedang sibuk.Pikiran itu membuat dadaku kembali terasa kosong.Saat sedang memasukkan laptop ke dalam tas, Aina tiba-tiba muncul lagi."Bu.""Apa?""Jangan langsung pulang."Aku mengernyit. "Kenapa?""Nanti Ibu makin sedih."Aku terdiam.Ucapan Aina ada benarnya.Rumah yang kosong itu mendadak terasa menakutkan.Aina lalu tersenyum. "Saya saya jalan-jalan sebentar yuk, Bu?""Tapi aku capek.""Saya traktir es krim."Aku menoleh. "Kalau yang mahal boleh.""Ibu memang materialistis."Aku ak

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Berbeda dari Bayangan

    “E—enggak tegang kok,” bantahku cepat. Terlalu cepat malah. Aku bisa mendengar suara tawa kecilnya tepat di belakangku. “Kalau gak tegang, tapi napas kamu terdengar ... kacau.” “Sok tahu," jawabku menyangkal. Astaga. Memal

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Sekali Seumur Hidup

    "Arland! Alana sudah sadar, tapi dia histeris dan terus memanggil kamu!" Suara Tanteku tiba-tiba menggema, membuat ballroom kembali riuh. "Tanggungjawab, Land. Kamu yang sudah menyebabkan putriku begini!" hardik Tanteku tepat di hadapan Mas Arla

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Berpikir Dua Kali

    Suasana ballroom berubah sunyi. Benar-benar sunyi. Semua mata tertuju pada meja akad. Bahkan para tamu yang tadi sibuk berbisik kini menahan napas, seolah takut merusak momen yang terasa tidak nyata ini. Aku sendi

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Tidak Puas Sepenuhnya

    "Papa gak bisa lakukan itu!” Suara Mas Arland meninggi. “Aku anak Papa!”Om Mahesa berhenti melangkah.Pria paruh baya itu menoleh perlahan dengan tatapan yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.“Anak papa seharusnya tahu bagaimana cara menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya!”Mas Arl

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status