แชร์

Selamatkan Pernikahan dan Pangkat

ผู้เขียน: Sity Mariah
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-16 16:01:11

Pukul 06.55 mobil makin mendekati komplek Makorem.

Ponselku bergetar dalam saku celana, dan saat aku mengecek, nama Mami terpampang di layar sebagai pemanggil.

Panggilan tak berhenti, Mami terus menelpon tanpa sekalipun kuangkat.

Sampai kemudian nama Kak Elina yang kini memanggil. Namun, aku masih tidak menerimanya. Aku senyapkan ponsel dan memasukkan kembali ke dalam saku. Mengembus napas kasar seraya menatap kaca mobil di mana udara sekitar masih berkabut.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ya kalau sekelas jendral percaya dengan info tsb..sangat disayangkan...oke Pak Mayor segera cari bukti dan hempaskan si bede***itu
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   CCTV TETANGGA

    Pukul 07.40. Aku belum dibawa ke Staltah.Aku masih ditahan di sel sementara Provost Makorem, di belakang gedung. Ruangan 2x3 meter, cat hijau pudar. Di sinilah perwira yang bermasalah biasanya menunggu mobil tahanan Pomdam datang.Sebelum ponselku disita, Danpom memberiku satu kesempatan terakhir."Satu panggilan, Ravyan. 3 menit. Gunakan baik-baik. Jangan drama."Tanganku gemetar membuka kontak. Nama Mami masih ada 17 panggilan tak terjawab. Kak Elina 8.Tapi bingung siapa yang harus aku hubungi sekarang.Aku pun berpikir cepat dan akhirnya memutuskan menghubungi Kak Elina, satu-satunya orang yang bisa aku ajak bicara dan kerjasama .Baru dua dering, langsung diangkat. Suaranya panik."RAVVYAN! YA ALLAH KAMU DIMANA? MAMI HISTERIS LIHAT VIDEO KAMU! KENAPA KAMU SEMBUNYIKAN KONDISI LYRA DARI KAMI?""Kak, dengarkan saya. Waktu saya cuma 2 menit," potongku cepat. Suaraku kutahan agar tidak pecah.

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Selamatkan Pernikahan dan Pangkat

    Pukul 06.55 mobil makin mendekati komplek Makorem.Ponselku bergetar dalam saku celana, dan saat aku mengecek, nama Mami terpampang di layar sebagai pemanggil.Panggilan tak berhenti, Mami terus menelpon tanpa sekalipun kuangkat.Sampai kemudian nama Kak Elina yang kini memanggil. Namun, aku masih tidak menerimanya. Aku senyapkan ponsel dan memasukkan kembali ke dalam saku. Mengembus napas kasar seraya menatap kaca mobil di mana udara sekitar masih berkabut.Di depan gerbang, dua wartawan dengan kamera langsung mengangkat lensanya ke arah mobil dinasku. Randy yang menyetir langsung tancap gas masuk ke dalam."Jangan turun dulu, Komandan," bisiknya.Aku mengangguk. Kaca kubuka sedikit. Di parkiran dalam, sudah ada dua mobil Provost. Artinya ini bukan panggilan biasa.Gedung utama Makorem masih sepi, tapi di lantai dua, lampu ruang Danrem sudah menyala.Aku rapikan PDL, memastikan sangkur dan baret terpasang sempu

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Atas Nama Cinta

    "Brengsek!" umpatku seraya menarik kerah lehernya kembali. Mengangkat tubuh Arland yang terasa ringan tanpa perlawanan. Lalu melayangkan lagi empat bogem mentah di wajahnya. Hingga jejak lebam tercetak jelas pada pipinya itu. Aku sadar aku sudah gegabah, tapi demi apapun kesabaranku sudah benar-benar habis. Aku tidak peduli apa yang terjadi setelah ini, setidaknya tanganku bisa memberinya pelajaran walau tak seberapa."Ayo, pukul lagi," ucapnya meledek tapi tatapan matanya masih saja menantang. "Pukul sampai kamu puas. Dan besok, kamu tahu apa yang akan terjadi."Aku mendecih. "Saya gak peduli. Pukulan saja gak cukup, orang seperti kamu pantasnya mati!"Setelah aku berkata demikian, barulah si brengsek itu bangkit. Wajahnya babak belur, tapi sorot matanya menunjukkan ia tidak pernah kalah.Ia menyeka sudut bibirnya dengan punggung tangan. "Kamu hanya seorang perwira. Bukan malaikat maut. Dan aku gak akan menyerahkan nyawaku sama kamu!"Aku menatapnya dengan kemarahan yang membakar se

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tahu Akibatnya!

    Bau asap tembakau bercampur nikotin seketika menerpa indera penciuman saat aku menepikan motor di halaman rusun tiga lantai. Pohon mangga tumbuh besar tinggi menjulang di samping bangunannya membuat tempat itu dikenal dengan sebutan rusun Mangga.Aku masih di atas motor. Menyapu pandangan pada setiap teras pintu di lantai bawah.Sampai aku menemukan sosok yang kucari berada di teras bangunan paling ujung.Itu Arland, berkumpul dengan tiga orang lelaki yang sedang merokok dan bermain karambol.Mereka tertawa terbahak-bahak di sana. Tapi tawa itu seperti bensin yang membakar hebat hati ini.Aku segera turun dari motor lalu melangkah cepat menuju teras rusun."Arland!" Aku berteriak hingga semua lelaki yang berada di teras itu menoleh.Tanganku bergerak lebih cepat dibanding otak, hingga aku menarik kerah kemeja Arland membuat lelaki itu bangkit.Bugh!Bugh!Bugh!Aku menghantam wajahnya dengan bogem mentah di pipinya. Namun rasanya tidak cukup, aku menendang perutnya dengan lutut dan me

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Bajingan!

    "Arland mengikat tanganmu?" tanyaku seraya merundukkan tubuh hingga wajah kami sejajar.Lyra mengangguk lemah. Respon kecil yang sangat berarti bagi."Mulutku ... disumpal," sambungnya membuat tubuhku menegang.Aku diam. Menatap wajah serta matanya yang memancarkan ketakutan sekaligus amarah tertahan.Lyra menunduk, kembali sesenggukan.Aku sabar menunggu meski tanganku mengepal kesal.Lyra masih sesenggukan sambil memeluk lututnya. Dan aku berharap ia akan kembali bicara, bukan mengamuk."Pahaku disuntik," sambung Lyra lagi.Dadaku seperti ditikam belati.Dari tiga keterangan yang Lyra sampaikan, aku tidak dapat lagi berpikir tenang. Napasku terasa memburu meski aku berusaha mengaturnya dengan baik. Hatiku bergemuruh hebat."Tubuhku ...." Lyra berkata lagi meski setelahnya ada jeda cukup panjang.Aku menelan ludah. "Apa ...?" tanyaku dengan suara pelan walau sebenarnya darahku mendidih sampai ke ubun-ubun.Lyra memeluk tubuhnya makin erat. "Di ujung tempat tidur.""Tubuhku ... telung

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Dia ....

    Aku tidak langsung pulang setelah Bu Neva berpamitan dan meninggalkanku sendiri di kursi tunggu rumah sakit.Rasanya hatiku masih belum terima. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dan menyesakkan di balik dada ini.Kuhembus napas panjang sambil menatap pintu ruang rawat yang sudah tertutup rapat. Kemudian menyandarkan punggung pada sandaran kursi.Mataku refleks memejam.Dan tanpa diminta, wajah Arland tiba-tiba saja hadir.Otakku juga berpikir hal terburuk yang mungkin ia lakukan pada istriku.Tanganku mengepal tanpa sadar. Hatiku kian bergejolak."Kalau semua dugaan ini benar ... saya tidak akan melepaskan kamu bajingan!" gumamku masih dalam posisi yang sama.Entah sudah berapa lama aku mengisi kursi tunggu. Setiap harinya, aku selalu langsung ke rumah sakit tanpa berganti pakaian dinas lebih dulu.Sekarang harusnya aku bisa pulang, membersihkan diri dan beristirahat sejenak di rumah lalu kembali ke rumah sakit dengan membawa buku kesukaan Lyra seperti saran Bu Neva.Namun aku tidak

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   4. Pantang Melanggar Janji

    Pagi hari sekali, aku keluar dari dari gedung rumah sakit dan segera masuk ke dalam mobil. Mayor Ravyan diperbolehkan pulang dua jam lagi, sedangkan Kak Elina sudah pulang lebih dulu. Sebelum matahari terbit, ponselku tidak berhenti berbunyi dan memunculkan nama Mas Arland di layarnya. Namun, tida

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   3. Misi Rahasia

    Aku masih menatap laki-laki di atas ranjang itu dengan perasaan campur aduk. Namun lelaki yang mengaku sebagai seorang mayor itu justru terlihat tenang meski perban melingkar di kepalanya dan pelipisnya masih kemerahan akibat benturan tadi. Sedangkan aku? Belum selesai mencerna pengkhianatan Mas

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   2. Tawaran

    Aku terpaku cukup lama di dalam mobil. Sampai beberapa menit terlewati dan korban yang kutabrak tak menunjukkan gerakan. “Ya Tuhan ... satu masalahku belum selesai, kenapa harus ditambah masalah baru?” gumamku panik. Akhirnya aku turun dari mobil dan mendekati seseorang yang masih terkapar di ata

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   1. Mas, sakit!

    DIKHIANATI MAS DOKTER, DINIKAHI PAK MAYOR ******* “Aghh, pelan-pelan, Mas. Sakit!” “Sakit ... atau enak?” Senyumku seketika lenyap setelah berdiri tepat di depan pintu ruangan praktik Mas Arland, seorang dokter pintar yang merupakan calon suamiku. Tanganku yang seharusnya mendorong gagang

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status