مشاركة

Setimpal

مؤلف: Sity Mariah
last update تاريخ النشر: 2026-05-21 23:14:11

Ballroom megah itu berubah kacau hanya dalam hitungan detik.

Suara bisik-bisik tamu mulai bercampur dengan seruan kaget dan tatapan jijik yang mengarah pada Mas Arland.

Beberapa orang tua bahkan buru-buru menutupi mata anak mereka. Namun video itu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.

Wajah Alana terlihat jelas di layar besar itu. Rambutnya berantakan. Tubuhnya berpeluh memeluk Mas Arland tanpa sehelai benang pun.

Sedangkan laki-laki yang hampir menjadi suamiku itu terlihat panik setengah mati.

“MATIKAN VIDEO SIALAN ITU!” bentaknya lagi.

Tangannya meraih vas bunga di meja akad lalu melemparkannya ke arah layar LED.

BRAKKK!

Suasana makin ricuh.

Namun layar itu tetap menyala. Karena video tersebut dikendalikan langsung dari ruang operator.

Aku tersenyum tipis.

Untuk pertama kalinya, aku melihat Mas Arland kehilangan citra sempurnanya sebagai dokter idaman semua orang.

“Ezlyra!” bentaknya sambil menoleh padaku penuh amarah. “Kamu sengaja mempermalukan aku?!”

Aku berdiri perlahan dari kursi akad.

Gaun putih panjangku menjuntai elegan di lantai.

“Aku?” tanyaku tenang. “Bukannya kamu yang mempermalukan dirimu sendiri?”

“Ini fitnah!”

Aku terkekeh kecil.

Fitnah katanya?

Lucu sekali.

“Kamu bilang ini fitnah? Terus laki-laki di video itu siapa? Hantu?” tanyaku tajam.

Mas Arland bungkam.

Wajahnya makin pucat saat para tamu mulai merekam kejadian itu menggunakan ponsel.

Beberapa wartawan yang diundang keluarga besar pun terlihat mulai sibuk mengambil gambar.

Aku bisa melihat jelas bagaimana kepanikan mulai menghancurkan wajah tampannya sedikit demi sedikit.

“Lyra, tolong hentikan videonya. A—aku bisa jelasin semuanya,” katanya cepat sambil mendekat padaku.

Nada suaranya berubah lembut.

Manipulatif.

Sama seperti biasanya.

“Aku ... dijebak.”

Aku menatapnya datar.

Hebat sekali.

Bahkan setelah ketahuan seperti ini, laki-laki itu masih sempat bermain peran sebagai korban.

“Aku khilaf, Lyra.” Tangannya mencoba meraih tanganku. “Aku hanya mencintai kamu. Alana ... yang terus menggodaku.”

PLAKKK!

Telapak tanganku mendarat keras di pipi Mas Arland. Meninggalkan jejak kemerahan di kulitnya yang putih bersih.

“Jangan sentuh aku dengan tangan yang kamu gunakan untuk menjamah perempuan lain!”

Wajah lelaki berusia 33 tahun itu pun berubah gelap.

Egonya mulai terluka di depan banyak orang.

“Ezlyra, jangan bertindak berlebihan!” desisnya pelan penuh tekanan. Dadanya bahkan tampak naik turun. “Kita bisa bicarakan ini baik-baik.”

“Baik-baik?” Aku tertawa hambar. “Kamu tidur sama sepupuku sendiri, lalu sekarang minta bicara baik-baik?”

Keributan semakin menjadi.

Beberapa keluarga Mas Arland mulai maju mencoba menenangkan keadaan.

Sedangkan Mami, terlihat gemetar di kursinya.

Wajahnya pucat. Air matanya mulai jatuh satu per satu.

Dadaku ikut nyeri melihatnya. Namun semuanya sudah terlambat. Karena hari ini semuanya memang harus hancur.

"Video itu rekayasa. Ezlyra yang menjebak kita!" Tiba-tiba suara lantang Alana terdengar dari deretan kursi bridesmaid.

Semua kepala langsung menoleh bersamaan padanya.

Perempuan itu masih memakai dress bridesmaid warna dusty pink dengan wajah panik dan rambut sedikit berantakan.

Beberapa tamu perempuan mulai menunjuk-nunjuk dirinya sambil berbisik jijik.

“Murahan banget ....”

“Kasihan Ezlyra.”

“Kok mau-maunya jadi selingkuhan?”

Alana menggeleng panik berkali-kali.

"Enggak ... enggak! Aku dan Mas Arland dijebak."

Tubuhnya tampak limbung. Dia menutup mulutnya sendiri sambil menangis histeris.

Aku mengangkat satu alis. Masih sempatnya ia mencari kambing hitam.

“Kamu sadar gak sih omonganmu?” tanyaku dingin. “Segabut apa aku sampai harus menjebak kalian, heh?"

“Aku cinta sama Mas Arland!” jerit Alana mendadak.

Ballroom pun langsung sunyi.

Wajah Mas Arland membeku.

Sedangkan aku hanya tersenyum tipis penuh kemenangan.

Nah.

Akhirnya keluar juga pengakuannya.

“Aku lebih pantas buat Mas Arland dibanding kamu!” lanjut Alana sambil menangis kacau. “Dia gak pernah benar-benar cinta sama kamu. Dia cuma cinta sama aku.”

“Memang seharusnya aku yang menjadi istri Mas Arland. Aku yang mengerti dia. Aku yang selalu ada untuk dia!" teriak Alana lagi. Entah apa motifnya. Padahal, aku juga tidak ingin mempertahankan sang dokter itu lagi.

Aku mengangguk pelan.

“Makasih udah jujur di depan semua orang. Kamu mau dia? Kamu mau jadi istrinya 'kan? Silakan ambil!" Aku mendorong punggung Mas Arland ke arah Alana.

"Aku berikan sama kamu, Lana. Kamu bisa pungut dia. Lebih bagus kalian menikah daripada berzina seperti dalam video itu. Aku gak butuh laki-laki brengsek kayak dia!"

Bisik-bisik tamu makin menggila.

Beberapa bahkan terang-terangan merekam dirinya.

Tubuh Alana mulai gemetar hebat.

Wajahnya makin pucat lalu detik berikutnya ....

Bruk!

Perempuan itu malah jatuh pingsan.

Jeritan langsung pecah di mana-mana.

Sedangkan di tengah kekacauan hari pernikahanku sendiri, aku tetap berdiri sambil menatap kehancuran mereka satu per satu.

Kepalaku tetap tegak, tanpa air mata yang menetes. Walau sejujurnya, hatiku sakit luar biasa.

Tapi semua ini setimpal untuk mereka.

.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Rasa Aman

    Aku menggigit bibir pelan.Baru sekarang semuanya terasa nyata.Aku memang sedang marah dan terluka, tapi menikah mendadak dengan seorang Mayor TNI tetaplah keputusan besar yang sudah kami sepakati.Belum lagi keluarganya jelas bukan dari kalangan biasa. Seorang Mayor dan merupakan putra jenderal. Artinya, ia memiliki latar belakang keluarga militer. Pasti sangat menjaga nama baik.Bagaimana kalau papanya tidak setuju?Bagaimana kalau aku justru mempermalukan keluarganya juga?Pikiran-pikiran itu mulai membuat kepalaku semakin penuh dan berisik.Tak lama kemudian, Ravyan kembali berjalan mendekat ke arah meja akad.Tatapan kami bertemu.Aku gugup yang baru kali ini kurasakan. Namun laki-laki itu malah tersenyum kecil.“Kenapa?” tanyaku pelan saat dia kembali duduk di sampingku.Ravyan meletakkan ponselnya di atas meja.“Ayah saya bilang satu hal.”Aku refleks menegakkan duduk. “Apa?” Ketegangan merambat dari ujung kaki sampai kepalaku.Namun sudut bibir lelaki itu malah terangkat tip

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Jangan-jangan ....

    Tanganku terasa dingin.Padahal ballroom ini penuh manusia dan lampu-lampu kristal besar yang menyala terang.Namun entah kenapa, detik-detik menjelang akad dadakan ini justru membuat napasku terasa berat.Aku melirik Ravyan sekilas.Laki-laki itu duduk tegap di sampingku dengan wajah tenang luar biasa. Tatapannya lurus ke depan. Rahangnya tegas. Sedangkan jemarinya masih menggenggam tanganku pelan di balik meja akad.Seolah sadar aku gugup. Seolah sedang menenangkan tanpa perlu banyak bicara.“Air putih.”Aku menoleh kecil.Ravyan menyodorkan gelas padaku tanpa mengalihkan fokus dari depan.Hal sederhana. Namun justru membuat dadaku terasa aneh.Aku menerima gelas itu perlahan dan meminum isinya sedikit.Sedangkan di sisi lain ballroom, Mas Arland masih terus meronta marah. Dia tidak juga pergi meski sudah terang-terangan aku usir.“Aku gak setuju!” bentaknya frustrasi. “Pernikahan ini gak masuk akal!”“Yang tidak masuk akal adalah kamu masih merasa punya hak atas Lyra setelah pengkh

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Menghadap Takdir

    Tangannya terasa hangat.Tak hanya hangat, tapi juga kokoh. Dan genggaman itu membuat napasku yang sejak tadi kacau perlahan terasa lebih tenang.Ballroom masih riuh oleh suara kamera. Bisik-bisik tamu. Tangisan Tante Bianca. Teriakan frustrasi Mas Arland.Semuanya bercampur jadi satu.Namun Ravyan tetap tenang di sampingku, seolah lelaki itu benar-benar siap berdiri di tengah badai bersamaku.Aku menelan saliva susah payah, lalu duduk di kursi akad tepat di sampingnya.“Ya ampun, mereka serius!”“Akadnya lanjut?!”“Dokter Arland ditinggal nikah di hari pernikahannya sendiri?!”Suara-suara para tamu masih terus terdengar. Tidak ada yang bisa meredam. Karena suasana pagi ini, di dalam ballroom ini benar-benar chaos usai video panas tadi diputar.Wajah Mas Arland benar-benar berubah brutal sekarang.Matanya merah. Rahangnya mengeras. Tangannya mengepal erat di sisi tubuh.“EZLYRAAA!” bentaknya nyaris histeris. “KAMU GAK BISA NIKAH SAMA DIA!”Aku menoleh pelan. “Kenapa enggak?”“KARENA K

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Pantang Menerima Pengkhianat

    Jantungku berdetak keras.Meski semua ini memang rencana kami, tetap saja mendengarnya langsung di depan ratusan tamu terasa begitu gila. Apalagi Ravyan mengucapkannya dengan sangat serius. “GILA!” bentak Mas Arland sambil menunjuk wajah Ravyan kasar. “Kalian semua udah gila!”“Arland!” Om Mahesa kembali menghardik.Namun kali ini laki-laki itu benar-benar sudah kehilangan kendali.Dia menatapku penuh amarah dan rasa tidak percaya.“Kamu serius mau menikah sama laki-laki yang bahkan baru kamu kenal?!” tawanya terdengar frustasi. “Begini cara kamu balas dendam?!”Aku menatapnya datar.“Lebih baik menikah dengan laki-laki yang baru kukenal daripada hidup bersama pengkhianat sepertimu. Dua tahun kita bersama-sama, tapi kamu mengkhianati hubungan kita. Dan pantang buatku menerima seorang pengkhianat.”“Bullshit!” bentaknya lagi. “Kamu cuma mau bikin aku cemburu!”Aku hampir tertawa. Masih juga merasa dunia berputar di sekeliling dirinya.Namun sebelum aku sempat membalas, suara berat pen

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Tidak Puas Sepenuhnya

    "Papa gak bisa lakukan itu!” Suara Mas Arland meninggi. “Aku anak Papa!”Om Mahesa berhenti melangkah.Pria paruh baya itu menoleh perlahan dengan tatapan yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.“Anak papa seharusnya tahu bagaimana cara menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya!”Mas Arland tampak membeku di tempatnya.Aku bisa melihat jelas bagaimana kepanikan mulai berubah menjadi ketakutan di wajahnya.Bukan karena kehilangan aku. Tapi karena kehilangan harta, jabatan, dan hidup nyaman yang selama ini dia miliki.Di situlah akhirnya aku pun sadar, lelaki itu memang hanya mencintai dirinya sendiri.“Pa, jangan kayak gini ....” Suara Mas Arland mulai melemah. “Aku masih bisa memperbaiki semuanya.”Om Mahesa tertawa hambar.“Memperbaiki?” ulangnya lirih. “Kamu bahkan masih sibuk menyalahkan Lyra setelah ketahuan mengkhianati dia dan terang-terangan berzina.”Mas Arland bungkam.Sedangkan aku hanya berdiri diam sambil menatap semua kehancurannya satu per satu.Satu sudut bib

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor    Keputusan Telak

    Kekacauan itu belum selesai.“ARLAND!”Suara berat penuh tekanan mendadak menggema dari deretan kursi keluarga.Seorang pria paruh baya berjas hitam berdiri dengan wajah merah padam. Rahangnya mengeras menahan malu.Mahesa Maheswara, Papa Mas Arland.Tatapannya langsung menusuk pada putranya sendiri yang kini tampak kacau.“Benar semua ini?" tanyanya cukup tenang, tapi jelas menusuk.Mas Arland terlihat menegang. “Pa ... aku bisa jelasin—”PLAK!Satu tamparan keras kembali mendarat tepat di wajahnya.Seluruh ballroom langsung terdiam.Aku sempat terkejut melihatnya.Om Mahesa berdiri dengan dada naik turun menahan emosi. Tangannya mengepal di sisi tubuh.“Kamu mempermalukan keluarga kita di depan semua orang!” Suaranya bergetar marah.“Papa meminta kamu menjaga Lyra, tapi kamu malah menyakitinya dengan perbuatan sekeji ini. Di mana otak dan perasaan kamu, Arland?!” bentaknya kemudian."Pa, ini gak seperti yang Papa lihat!" sangkal Mas Arland. Seolah yang terjadi hanya sebuah kesalahp

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status