Share

Bab 61

Penulis: Belinda
Semalaman ini, Anara tidak berhenti mengulang-ulang ucapannya. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri yang begitu memalukan. Kyna pun sudah merasa muak.

“Sudahlah, kalau kalian benar-benar nggak ingin merasa malu, kalian jauhi aku saja. Sekarang aku sudah sedikit gila, aku nggak jamin apa yang bisa aku katakan. Lagi pula, aku itu memalukan di mata kalian. Aku nggak takut untuk lebih memalukan lagi.” Anara langsung menunjukkan sikap pasrahnya. Dia hanya berharap mereka bisa menjauhinya.

Hanya saja, Aldrian tidak pergi. Mereka bertiga juga tidak pergi, melainkan duduk dengan mengerumuninya.

Pada saat ini, Eldric datang dengan membawa jus buah. Ketika melihat ketiga orang itu, dia pun tersenyum tidak berdaya. Berhubung tidak ada tempat kosong di sisi Kyna, Eldric menyerahkan jus kepada Kyna, lalu duduk agak jauh darinya.

Anara memperkenalkan betapa hebatnya Keluarga Almara kepada Kyna. Saat memperkenalkan Dian, dia mengatakan Dian adalah penguasa misterius dari Grup Almara, murid genius d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 238 

    Kyna kembali ke kamar dengan langkah hati-hati. Dia tidak ingin mengganggu tidur Sonia. Tak disangka, Sonia masih belum tidur dan sedang menulis di sebuah buku catatan."Bu Sonia masih sibuk?" tanya Kyna yang basah kuyup oleh keringat.Sonia menatapnya dan menjawab, "Astaga! Cepat mandi, jangan sampai masuk angin! Sudah berapa lama kamu menari?""Bu Sonia tahu aku pergi menari?" Kyna sedikit malu. Sebagai salah satu mantan murid favorit Sonia, dia malah menari seburuk sekarang."Tentu saja tahu." Sonia tersenyum padanya. "Aku sudah melihatnya. Kalian bertiga menari tarian baru." Kyna makin panik. "Bu Sonia, tarianku sekarang ....""Tarianmu sangat bagus!" Sonia menyela, "Menari itu semacam teknik, tapi juga bentuk ekspresi dari emosi. Kamu bisa menari kapan pun kamu mau. Meski jatuh berkali-kali, kamu tetap punya keberanian untuk bangkit lagi! Selamat datang kembali ke dunia tari!""Bu Sonia ...." Kyna ingin memeluk gurunya. Akan tetapi, melihat dirinya yang bermandikan keringat, dia

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 237 

    Dengan kerinduan di hatinya, saat semua orang pergi makan, Kyna tidak ikut. Sebaliknya, dia tetap tinggal di ruang latihan dan mencari jati diri yang diingatnya. Perasaan itu sama seperti ketika dia berlatih menari di ruang latihan dalam rumah neneknya. Hanya saja, kali ini, Kyna menari dengan bebas. Dia mengikuti perasaan hatinya dan mengekspresikan kebangkitan burung phoenix melalui bahasa tubuhnya. Ada banyak gerakan yang dibayangkannya, tetapi tidak dapat diselesaikannya. Dia tidak mampu melakukannya.Namun, Kyna tidak berhenti. Dia terus menari sampai gerakan terakhir selesai. Kemudian, dia terkulai diam di lantai. Pakaiannya sudah basah kuyup oleh keringat. Tepuk tangan menggema di ruang latihan yang luas. Suaranya tidak nyaring karena orangnya tidak banyak. Namun, irama tepuk tangan itu sangat cepat dan penuh antusias.Kyna menoleh, lalu melihat Eldric dan Mentari berjalan ke arahnya sambil bertepuk tangan."Kak Kyna hebat banget! Apa tarianmu itu tentang hidup baru?" tanya Me

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 236 

    William mengirim pesan lagi.[ Kenapa kamu nggak kasih tahu kami tentang masalah sebesar ini? Jangan salahkan Nara ikut campur. Dia cuma sangat khawatir padamu dan nggak tahu harus berbuat apa. Dia tanya ke kami gimana cara menghiburmu. Dia juga berulang kali suruh aku untuk nggak beri tahu kamu dia sudah ceritakan hal itu ke aku karena takut kamu marah. ]Aldrian membalas. [ Aku tahu kalian bermaksud baik. Aku nggak akan marah. ]William mengirim emoji pelukan yang sering digunakan Anara.[ Dasar kamu ini. Kamu pasti akan merasa kami selalu ngomongin hal yang sama, tapi kamu sudah terlalu manjakan dia selama lima tahun ini. Kalau dia bisa sedikit pengertian seperti Nara, apa kamu akan begitu menderita? Blokir saja kartunya. Mari kita lihat gimana dia bisa sombong lagi! Kalau sudah nggak punya uang, dia pasti akan pulang dengan patuh! ]Aldrian tidak membalas. Dia tidak mampu memblokir kartu Kyna. Kyna memiliki rekening sendiri. Selama ini, Aldrian selalu mentransfer uang ke rekening

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 235

    Anara buru-buru menggeleng. "Aldri, aku tahu. Aku mengerti perasaanmu. Nggak usah minta maaf, aku nggak akan marah." Aldrian mengerutkan kening, tetapi tetap diam."Aldri ...." Anara mengerutkan bibirnya. "Kalau nggak, kita beli tiket pulang bareng saja?""Nggak usah." Aldrian tersenyum padanya. "Kamu tidur saja. Istirahatlah lebih awal." Anara menggeleng. "Kalau kamu nggak senang, aku juga nggak akan bisa main dengan gembira. Lagian, masih ada banyak waktu untuk bermain kelak. Kita pulang saja dulu." Aldrian memijat keningnya, lalu bersandar di sofa dan menatap Anara. "Bukankah itu nggak adil bagimu?" Anara tersenyum lembut. "Nggak kok, Aldri. Memangnya kamu nggak mengenalku? Aku cuma berharap kamu bahagia. Aku ingin semuanya berjalan lancar bagimu." Aldrian menghela napas panjang. "Kamu tidur saja dulu. Kita akan membicarakannya besok.""Oke." Anara setuju, tetapi tetap duduk di karpet di samping kaki Aldrian."Pergilah. Aku baik-baik saja, jangan khawatir." Anara mengangguk. "

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 234

    Ariel bahkan mengirim sebuah gambar yang lebih besar.[ Iya. ]Kyna tidak membantahnya.[ Ariel: Ya Tuhan! Kamu pergi ke mana? Siapa yang posting foto itu? Kamu liburan bareng siapa? ][ Kyna: Grup tari kampus kami lagi adakan tur keliling Yuropiah. Aku datang bareng guru dan yang lain untuk dapat pengalaman. ][ Ariel: Gawat, gawat! Kyna, Aldrian nyaris meledak! Nggak, dia sudah meledak! ]Kyna memeriksa obrolan grup sebelum membalas pesan Ariel.[ Mana ada? Aku nggak lihat ada yang ngomong. ][ Ariel: Ya ampun. Kyna, siapa yang akan ngomong hal beginian di grup utama? Para cowok punya grup pribadi mereka sendiri! Mereka sudah tanya ke aku. ]Kyna masih merasa bingung. [ Kok kamu bisa lihat postingan itu? ][ Ariel: Sayang, pernah dengar pepatah "dunia itu kecil"? Pasti ada saja teman dari teman lain yang kita kenal. Ngomong-ngomong, memangnya kamu nggak bilang ke Aldrian kamu mau ke luar negeri? Dia kelihatan menakutkan banget. Dia bahkan menelepon orang yang pertama kali kirim foto

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 233

    Pasangan menari Eldric, Mentari, merasa malu meminta bantuan Kyna. Eldric pun terkekeh, "Kak Kyna juga seperti ini waktu masih di grup tari kampus. Dia selalu menjaga kami dengan baik. Sudah, cepat pergi sana. Nggak usah sungkan. Nanti kamu malah menghalangi jalan." Eldric mengedipkan mata pada Mentari. Meskipun tidak mengerti, Mentari tidak mengatakan apa pun lagi. Saat menunggu bagasi, Mentari akhirnya bertanya kepada Eldric apa maksudnya."Kak Kyna mau bantu kita. Dia takut dirinya nggak begitu berguna di grup tari. Jadi, biarkan saja dia melakukan apa pun yang dia inginkan," jelas Eldric.Mentari tiba-tiba mengerti, lalu menatap Eldric sambil tersenyum."Ngapain kamu tersenyum?" Eldric memutar matanya ke arah Mentari, lalu menyusul Kyna.Kyna menyalakan ponselnya, lalu mengaktifkan kartu SIM lokal. Begitu berhasil terhubung ke internet, WhatsApp-nya dibanjiri pesan masuk. Ada dua pesan dari neneknya yang menanyakan apakah dia telah sampai.Kyna membalas pesan neneknya terlebih dah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status