Share

Panik Masal

Penulis: Erna Azura
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-13 21:17:45

03.18 — Episode 3: Panik Massal

Anita terbangun karena mendengar rintihan Nathan.

Rex juga jadi ikut bangun meski matanya nyaris tidak bisa ia buka karena kantuk.

“Kok panas?” Anita menyentuh pipi Nathan. “Rex … tubuh Nathan hangat banget!”

Rex duduk di tepi ranjang. “Berapa? Berapa derajat? Ukur! Ambil termometer!”

Anita panik mencari di lemari. Rex panik lebih parah.

“Rex, dia demam! DIA DEMAM!”

“APAKAH KITA HARUS KE IGD?!” Rex bertanya absurd.

“Mungkin!” Dan di saat panik, otak Anita yang cerdas menyetujui itu.

“Aku panggil ambulance aja!”

“REX—AMBULANCE JAM SEGINI?!”

“KENAPA TIDAK?!”

“Rex—termometernya jatuh ke bawah kasur—”

“Aku ambil!” Rex langsung tiarap menyelam ke bawah ranjang seperti tentara komando.

Termometer ditemukan.

Anita mengukur. Tangannya gemetar.

Rex menahan nafas.

“37,7…”

Rex berseru, “MATI KITA!”

“Rex! Itu bukan panas tinggi! Itu cuma adaptasi lingkungan sepertinya!! Banyak bayi begitu!!”

“Kata siapa?” Rex tidak percaya.

“Dari yang aku baca
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Erni Apriani
aaaaaaa, lucu nya
goodnovel comment avatar
strawberry matcha
Cie yg jatuh cinta duluan wkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Suami Kontrakku   Pelan-Pelan

    Setelah menyelesaikan kelas keduanya, Anita bergegas menjemput NathanSaat Anita datang, Nathan langsung memeluknya.“Mamiiii! Nathan mau pulang!”“Perutnya masih sakit?”“Enggak … Nathan cuma kangen papi sama Mami.”Anita mengusap kepala anak itu.Ada rasa bersalah.Ada rasa sayang.Ada rasa sendiri.Mereka pulang, Anita menyuapi Nathan, setelah itu Nathan tidur siang.Anita meletakkan kepala di sofa.Baru mau menarik napas…TOK…TOK …TOK …TOK …Ada suara ketukan keras di pintu.Anita bangkit, dia terkejut.Jam lima sore.Siapa?Ia berjalan ke pintu dan membukanya sedikit.Dua orang berdiri dengan map dan identitas resmi.“Selamat sore, Bu. Kami dari Dinas Sosial Kota Bandung.”“Oh … iya.” Anita baru ingat.“Beda ya petugasnya sama yang kemarin?” Anita bergumam sembari mempersilahkan mereka masuk.“Betul Bu, setiap kunjungan hingga satu tahun setengah ke de

  • Dimanja Suami Kontrakku   Godaan Pria Lain

    Pagi itu—untuk pertama kalinya sejak Rex pergi—Anita bangun dengan kepala yang tidak terlalu berat.Masih remuk, iya.Masih capek, jelas.Tapi setidaknya, Nathan tidak tantrum seperti pagi kemarin.Bocah kecil itu hanya memeluk dinosaurusnya dan merengek kecil. “Mami… papi belum pulang ya?”Anita mengusap kepala Nathan.“Belum, Sayang. Tapi papi nanti video call.”Nathan mengangguk pelan, lebih tenang.Pagi ini jauh lebih rapi.Lebih terkendali.Lebih manusiawi.Sarapan berhasil dibuat tanpa hampir membakar dapur.Nathan mau mandi tanpa drama level Hollywood.Anita bahkan sempat pakai cushion tipis.“Progres,” gumam Anita sambil melihat cermin kecil di dekat pintu.“Ayo sayang, biar nanti kita enggak terlambat.”Nathan mengangguk.“Mami …,” panggil Nathan ketika Anita sedang mengunci pintu.“Ya sayang?”“Nanti sore, papi pulang?”Anita tediam sebentar, dia ingat nanti sore adalah kunjungan kedua petugas dinas.“Belum kayaknya, sayang … papi masih harus kerja.”Wa

  • Dimanja Suami Kontrakku   Rencana Untuk Rex

    Setelah pulang dari bertemu maminya Stevie, mama Ayara merasa tidak tenang.Tidur siangnya terganggu, ada kesal dan marah karena maminya malah membela Stevie yang jelas-jelas licik dan serakah sementara selama ini, mama Ayara diam saja ketika anaknya bucin mati-matian kepada Stevie padahal mamaknya tahu kalau Rex mencintai Stevie.“Aaah … sebeeel ….” Mama Ayara bangkit dari atas ranjang kemudian bergerak turun ke lantai satu.“Nyonya enggak tidur siang?” Reni, kepala rumah tangga Lazuardy bertanya.Mama Ayara mengembuskan nafas panjang. “Lagi kesel aku, Ren … panggilin pak Joko ya, bilang sama dia … bantuin aku rapihin taman.”“Baik Nyonya.”Ketika sore menjelang, papa Nicholas masuk ke dalam rumah sambil melepas jas kerjanya, wajahnya lelah namun tetap berwibawa.“Ma… Papa pulang.”“Sini Paaa … Mama di teras samping.” Mama Ayara berteriak.Papa segera pergi ke sana.Memeluk sang istri yang sedang duduk di kursi rotan berlapis bantal empuk dengan melipat kedua kakinya ke ata

  • Dimanja Suami Kontrakku   Pertarungan Mama Rex dan Mama Stevie

    Siang itu, mama Ayara baru saja selesai Yoga dengan privat trainer sewaktu ponselnya bergetar pendek.Ada satu pesan masuk dari nama yang sangat ia kenal:Herni— Sahabat ArisanAyara mengernyit.Herni biasanya hanya chat kalau ada dua hal yaitu membicarakan tentang model tas terbaru atau drama keluarga.Tapi kali ini mama Ayara tahu apa yang akan sahabatnya itu bicarakan.Mama Ayara membuka pesannya.Herni : Ay, bisa ketemu? Butuh bicara… soal Stevie.Ayara langsung menutup ponselnya, menghela napas pelan.“Ah… ini pasti tambah seru,” gumamnya.***Kafe Mewah di Sudirman – dua jam kemudianAyara memasuki kafe itu dengan langkah anggun, kacamata hitam besar, dan aura yang membuat semua pengunjung menoleh.Herni sudah duduk lebih dulu di corner sofa, wajahnya tampak sedikit berantakan.Mama Ayara mendekat.“Herniii, sayangkuuu,” sapanya dengan pelukan ala sosialita yang penuh bunyi mwah mwah.Begitu dudu

  • Dimanja Suami Kontrakku   Jatuh Cinta

    Alarm ponsel Anita yang berada di atas nakas samping tempat tidur, berbunyi nyaring.Anita membuka mata dengan kepala berat, karena semalam ia tidur sambil memeluk Nathan yang rewel minta ketemu Rex.Belum sempat nyawanya terkumpul semua …“Uwaaaaaa!”Nathan menangis histeris seperti dunia mau runtuh.Anita spontan duduk. “Sayang, kenapa? Sakit? Atau mimpi buruk?”Nathan menggeleng sambil menangis, kedua tangannya terangkat meminta dipeluk.“Mau papi .…”Hati Anita langsung remuk.Ia menarik napas dalam lalu memeluk Nathan erat.“Iya Sayang… Mami juga kangen papi ….” Anita terdiam sesaat saling tatap dengan Nathan yang tangisnya mereda mendengar sang mami jujur dengan perasaan.Anita keceplosan.“Tapi kita harus siap-siap. Mami kerja hari ini dan Nathan main sebentar di daycare ya?” lanjut Anita.Nathan semakin menangis.Anita yang sudah telat lima belas menit dari jadwal bangunnya, akhirnya harus melakukan combo mission seorang ibu tunggal.Misi pertama memandikan anak

  • Dimanja Suami Kontrakku   Nafkah

    Rex bangun dengan mata sembab.Bukan karena menangis.Tapi karena kurang tidur.Kurang tidur setelah video call satu jam semalam dengan dua makhluk yang entah kenapa rasanya sangat dia sayangi karena rapuh dan dua makhluk itu bernama Anita dan Nathan.Begitu Rex membuka mata, ia melihat langit-langit kamarnya yang mewah selama beberapa menit lalu menghela napas.“Kenapa rasanya aku kayak jauh dari rumah…,” gumamnya sambil memegang ponsel yang layarnya masih menampilkan foto Nathan yang ketiduran tadi malam hasil dari screenshoot.Ia bangkit, mandi lalu turun ke ruang makan.Dan langsung disambut tiga makhluk yang seharusnya tidak merusak mood pagi ini tapi sama-sama sedang menatapnya seperti sedang menatap panda kebun binatang.Mama Ayara pura-pura menyeruput teh sambil menatap Rex seperti menilai barang lelang.Papa Nicholas sendiri berusaha menahan senyum.Axel dengan wajah tengilnya, sudah siap ngejek.“Pagi .…” Suara Rex terdengar lemas.Mama Ayara meletakkan cangkirny

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status