Share

Tidak Sendiri

Author: Erna Azura
last update Last Updated: 2025-12-13 21:18:22

Pukul 08.45 tepat, Anita selesai memandikan dan memberi makan Nathan tanpa drama.

Dia merasa bangga dan menurutnya itu adalah sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Tapi setelahnya rumah terasa seperti dua dunia yang bertabrakan.

Di satu sisi, Anita si dosen muda, profesional, siap memulai kelas online.

Laptop menyala, slide bahan kuliah sudah terbuka, earphone sudah terpasang.

Di sisi lain Nathan bocah satu tahun enam bulan, manusia mungil memiliki misi tunggal yaitu menghancurkan jadwal Anita.

“Baik, kelas … kita mulai.” Anita berdeham, menekan tombol “Join Meeting”.

Nathan sedang duduk di karpet tidak jauh darinya sambil menggigiti sendok kayu.

Sepuluh detik pertama aman.

Dua puluh detik aman.

Tiga puluh detik…

“…aaaaaaaaa!!!!!”

Nathan tiba-tiba berdiri dan memukul sofa pakai sendok kayu seakan sedang memimpin upacara drum band.

Tok tok tok tok tok!

“Beb… beb… tokkk! Tokkk!”

“Mamaaa… mimiii…!”

Anita membeku. Slide di layar berubah blur karena Nathan memukul l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Erni Apriani
duh aku ga sabar. gini banget ya kalo on going.huhuhu
goodnovel comment avatar
Sm Andaaa
Gemeeeeeessss.... dedek Nathan masih kecil uda bikin meleleh deh.... kamu harus membuat papi mami kamu makin dekat yaa
goodnovel comment avatar
Tenee Syafi'i
aku g bisa bayangin klo sampe mama ayara tau klo Rex dah nikah, hebohh....pasti y thorr....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Suami Kontrakku   Penuh Dengan Kebahagiaan

    Direktur-direktur beranjak keluar satu per satu. Begitu pintu tertutup, hanya ada Rex dan sang papa di ruangan besar itu.Rex tidak langsung bicara.Ia berdiri diam.Lalu akhirnya berkata lirih, “Pa… ini semua rencana Papa, ya?”Papa menoleh.“Maksudmu?”Rex menatapnya—mata gelap itu penuh rasa ingin tahu, ragu, takut salah mengerti.“Papa sengaja menempatkan aku di Bandung,” lanjut Rex lalu menahan napas.“…supaya aku dekat sama Anita dan Nathan?”Papa Nicholas mengembuskan napas panjang, penuh kebijaksanaan seorang ayah yang sudah melewati terlalu banyak badai hidup.“Rex,” katanya pelan, “Papa tahu kamu tidak pernah setengah-setengah kalau mencintai seseorang.”Rex menunduk, rahangnya menegang.“Papa melihat bagaimana kamu berubah sejak tinggal di Bandung. Kamu lebih tenang, lebih hidup, lebih… bahagia.”Papa melangkah mendekat, menepuk bahu Rex.“Dan Papa ingin kamu mempertahankan itu.”Rex menelan ludah.

  • Dimanja Suami Kontrakku   Doa Istri

    Setelah makan malam, Nathan tertidur cepat, dia kelelahan karena seharian ini terus mengoceh bertanya tentang Rex.Anita duduk di meja makan sendirian.Rumah terasa lebih hening ketika Rex tidak ada.Ia menelan ludah—jujur saja, ia merindukan suara langkah Rex, tawa Rex, gumaman kesal Rex dan kecupan Rex.Ia merindukan…Semuanya.Ketika pikiran mulai bergejolak dan bayangan tentang cumbuan Rex di sofa kembali datang, ponselnya bergetar.Video call masuk dari Rex AlderAnita menempelkan tangan ke dada.Astaga.Dia punya pengaruh seperti apa sih?Jempol Anita secepat kilat menggeser icon berwarna hijau. Wajah Rex muncul dengan rambut sedikit berantakan, masih memakai kemeja putih yang dilipat di bagian lengan.“Anita .…” Suaranya serak, lelah, tapi hangat.“Kenapa? Kamu sudah makan?” tanya Anita tanpa sadar.Rex tersenyum kecil. “Udah. Dan sekarang aku lagi pengen lihat kamu.”Anita langsung menunduk, malu.“Gimana Nathan? Nangis lagi?”“Enggak… dia cuma rindu kamu.”

  • Dimanja Suami Kontrakku   Adegan Romantis

    Pagi itu kampus terasa lebih riuh dari biasanya.Mungkin karena matahari yang terlalu cerah.Mungkin karena mahasiswa yang terlalu bersemangat.Atau…Mungkin karena ada satu orang yang mendadak tidak bisa memusatkan pikirannya, siapa lagi kalau bukan Anita.Ia berjalan menuju gedung kampus sambil menunduk, berusaha mengatur napas setelah kejadian super memalukan di parkiran barusan.Keningnya masih berdenyut.Jantungnya… ya ampun, jangan ditanya.Kenapa Rex harus mencium keningnya seperti itu?Di depan Raga pula?Dengan intensity seperti di drama Korea jam sembilan malam?Anita menutup wajah dengan kedua tangan, menahan pekikan kecil.“Bu Anita!”Anita terlonjak kaku seperti ketahuan mencontek.“Oh… pagi.” Anita balas menyapa mahasiswa yang barusan menyapanya.Mahasiswa itu tersenyum konyol. “Bu… tadi di parkiran… eh… itu suami Ibu ya?”Anita menelan ludah. “Iya.”“Wuih… romantis banget sumpah. Tadi aku lewat dan lihat semua adegannya.”“…ADEGANNYA???”Mahasiswa itu

  • Dimanja Suami Kontrakku   Benar-benar Cinta

    Hanya beberapa menit saja mobil Rex sudah berhenti di depan Daycare. Begitu turun, Nathan langsung menggenggam tangan Rex erat-erat. “Papi ikut masuk yaaa!” “Iyaaa Papi ikut…” Pintu daycare terbuka dari dalam, semua guru langsung menoleh. “Oh, ini papinya Nathan?” salah satu guru bertanya sambil tersenyum lebar—mungkin karena Rex terlalu tampan untuk ukuran papa muda. Nathan langsung menarik tangan Rex masuk ke dalam kelasnya. “Ibu! Ini papi Nathan! Papi mandiin Nathan! Papi kasih susu! Papi tidur sama Nathan!” Rex tersenyum kaku tapi bangga. Guru-guru mulai cekikikan gemas. “Wah, jarang-jarang ada ayah yang terlibat banget kayak gini, ya Ayah.” Anita yang berdiri di belakang Rex tersenyum sembari menatap teduh punggung Rex. Nathan lalu menarik seorang anak laki-laki kecil. “Zio! Ini Papi aku!” “Waaa papi Nathan tinggi!” kata Zio sambil menatap Rex seperti melihat Optimus Prime. Nathan mendengus bangga, “Iyaa… Papi Nathan paling tinggi di du

  • Dimanja Suami Kontrakku   Suami-able

    FLASHBACK — 3 JAM SEBELUM TIBA DI RUMAH ANITARex menatap jam digital di ruang meeting.14:05.“Sial. Petugas Dinsos pasti sebentar lagi datang ke rumah. Anita pasti gelisah. Nathan pasti….” Dalam hati Rex bicara.Rex mengetukkan jarinya ke meja, gelisah, tapi wajahnya harus tetap profesional karena ia sedang berhadapan dengan klien terbesar perusahaan.“Terkait revisinya… akan saya kirim besok pagi.” Suaranya tegas, padat, tanpa menunjukkan kepanikan yang mendidih di benaknya.Begitu meeting selesai, ia hampir lari keluar ruangan.Tika yang melihatnya langsung mengernyit.“Pak Rex? Bapak mau ke mana? Bapak masih ada rapat dengan orang dinas sepuluh menit lagi.”Rex menelan napas.“Tika, tolong handle rapat itu. Aku harus ke Bandung.”“Sekarang?” Nada suara Tika meninggi.“Pak … orang dinas sudah di sini, di ruang meeting lantai lima belas.” Tika hampir menjerit.“Lagian Pak, ke Bandung itu … minimum tiga jam perjalanan!”“Aku tahu.” Rex menatap Tika dengan mata gelap pe

  • Dimanja Suami Kontrakku   Selalu Ada

    Nathan sudah berada di pelukan Rex selama hampir lima menit tanpa bernapas lega. Bocah kecil itu memeluk leher Rex erat-erat, seolah dunia luar terlalu besar dan yang bisa membuatnya aman hanyalah satu orang yaitu sang Papi.Rex mencium ubun-ubun Nathan berkali-kali.“Papi… Nathan takut… tadi ada om sama tante dateng…Nathan pura-pura tidur,” gumam Nathan pelan sambil menyembunyikan wajahnya di dada Rex.Rex menahan napas.“Papi tahu… makanya papi pulang. Papi enggak mau Nathan dan mami sendirian.”Anita yang berdiri di dekat lemari pun menundukan kepala. Kata-kata itu terlalu menancap. Terlalu dalam. Terlalu lembut.“Nathan mandi dan makan dulu ya?” Anita mengusap kepala Nathan lalu pergi ke kamar mandi di dalam kamar untuk menyiapkan peralatan mandinya.“Biar aku yang mandiin, kamu siapkan makan malam aja,” kata Rex setelah langkahnya sampai di kamar, pria itu mulai membuka kancing kemejanya.“Oke ….” Anita tersenyum lalu mengangguk.Dia menarik langkah pergi setelah menyi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status