Share

Versi Utuh

Author: Erna Azura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-13 08:24:34

Beberapa hari kemudian, rumah kontrakan itu terasa berbeda.

Bukan karena isinya sudah banyak berkurang—melainkan karena setiap sudut kini punya kenangan yang sedang dikemas, dilipat, dan dipersiapkan untuk ditinggalkan dengan baik-baik.

Pagi itu Bandung diselimuti kabut tipis. Udara dingin menyusup lewat jendela yang terbuka sedikit. Kardus-kardus cokelat sudah berjajar rapi di ruang tengah, diberi label tulisan tangan Ani dengan spidol hitam besar-besar:

BUKU BU AN
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Suti Fatimah
lanjut mb er
goodnovel comment avatar
Ummi Syahrul
belum update storynya thor...ditunggu2 nih
goodnovel comment avatar
janni qq
man nih stevie...boring thor crt lelet ngurusin rmh baru 2bab...hmmmm kapan bikin stevie kapok thorrrrrr ......
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dimanja Suami Kontrakku   Ekstra Chapter

    Bandung, lima tahun kemudian.Di suatu pagi, rumah putih gading itu tidak pernah benar-benar sunyi.Bukan karena suara televisi maupun suara musik dari radio.Tapi karena dua suara laki-laki kecil yang tidak pernah sepakat soal apa pun—kecuali satu hal yaitu siapa yang paling dekat dengan Mami.“Zhai curang!”“Enggak! Abang yang duluan!”Nathan—tujuh tahun, lebih tinggi, lebih logis, merasa paling benar—berdiri dengan tangan di pinggang.Zhaisan—lima tahun, rambutnya sedikit bergelombang seperti Rex waktu kecil—menggenggam mobil mainan seolah itu senjata pembelaan.Anita berdiri di dapur dengan apron luxury berbahan satin, berusaha menahan tawa.“Stop dulu,” katanya lembut tapi tegas. “Satu-satu cerita sama Mami, ada apa sebenarnya ini?”Nathan menunjuk adiknya.“Dia bilang Mami cuma punya satu anak.”Zhaisan menggeleng cepat.“Aku cuma bilang Mami paling sayang aku.”Anita pura-pura berpikir.“Hmm… Mami punya dua anak. Dua-duanya paling disayang.”Nathan menyipitkan m

  • Dimanja Suami Kontrakku   TAMAT

    Mobil berhenti perlahan di depan rumah putih kebanggaan mereka dan kali ini dengan satu napas tambahan di dalamnya.Pintu pagar yang terbuka pelan, seperti sebelumnya—seolah rumah itu memang menyambut anggota baru yang dinanti-nanti.Rex turun lebih dulu, membuka pintu belakang dengan hati-hati berlebihan. Ani turun dari tadi dan berdiri siap, tangannya refleks menahan napas ketika melihat box bayi diangkat keluar.“Pelan ya, Pak,” katanya otomatis, suaranya nyaris berbisik.“Pelan itu default sekarang,” jawab Rex tanpa bercanda. “Aku bahkan jalan kayak di sekolah yang sedang melaksanakan ujian Nasional.”Anita turun terakhir. Langkahnya masih pendek-pendek, satu tangan menopang perut, satu lagi menggenggam tas kecil. Begitu kakinya menginjak halaman, ia berhenti sebentar.Menghirup.Udara Bandung sore itu dingin dan bersih.Dan rumah itu—kini tidak lagi terasa seperti bangunan.Ia terasa seperti tujuan.Nathan melompat turun dari mo

  • Dimanja Suami Kontrakku   Zhaisan Narain Lazuardy

    Di kamar rumah baru itu, Anita terbangun dengan rasa nyeri yang tidak lagi bisa disangkal.Bukan nyeri tajam.Lebih seperti gelombang yang datang, pergi, lalu kembali dengan jeda yang makin pendek.“Pi,” panggilnya pelan.Rex yang sejak semalam setengah terjaga langsung bangkit. Rambutnya berantakan, kausnya kusut, matanya langsung fokus.“Kenapa? Kamu sakit? Perut?”Ia sudah meraih ponsel bahkan sebelum Anita menjawab.“Kontraksi,” ucap Anita singkat. Jujur. Tenang.Kata itu—kontraksi—jatuh seperti tombol panik.Rex berdiri terlalu cepat, hampir tersandung karpet.“Oke. Oke. Kita ke rumah sakit. Sekarang. Sekarang juga.”Ia mondar-mandir, mengambil tas yang sudah disiapkan sejak dua minggu lalu—kemudian membukanya lagi, memastikan isinya, menutupnya, membuka lagi.Anita memperhatikan suaminya dengan napas teratur, meski gelombang berikutnya datang dan membuat jemarinya menggenggam seprai.“Pi,” katanya lagi, lebih pel

  • Dimanja Suami Kontrakku   Tiga Orang Satu Arah

    Ruang pertemuan itu jauh lebih kecil dari ruang sidang pengadilan.Tidak ada palu.Tidak ada penonton.Hanya satu meja panjang, tiga kursi di satu sisi, dua kursi di sisi lain.Di balik meja, Deni dan Yuli duduk berdampingan, ditemani satu pejabat senior Dinas Sosial yang sejak awal hanya memperkenalkan diri sebagai Ibu Ratna. Tidak banyak bicara, lebih banyak mencatat.Anita duduk di kursi kiri.Rex di kanan.Nathan berada di ruang bermain kecil di samping—dipisahkan dinding kaca buram. Sesekali terdengar suara tawanya yang pelan, seperti latar yang kontras dengan ketegangan di ruangan ini.Map cokelat tebal tergeletak di hadapan Yuli.Di dalamnya terdiri dari laporan observasi rumah, laporan psikolog, catatan kunjungan mendadak, rekaman wawancara terpisah terutama tentang Anita.Yuli membuka map itu pelan.“Bu Anita,” katanya formal, suaranya datar tapi tidak dingin,“selama satu tahun enam bulan terakhir, kami melakukan observasi berkala terhadap pola pengasuhan Nathan.

  • Dimanja Suami Kontrakku   Kembali ke Rumah

    Gerbang besi yang tinggi itu terbuka perlahan.Tidak berbunyi nyaring. Tidak dramatis. Hanya bergeser pelan, seperti memberi jalan bagi sesuatu yang memang sudah seharusnya masuk.Mobil berhenti tepat di depan rumah berwarna putih gading itu—rumah dua lantai dengan halaman luas yang rumputnya begitu rapih membuat iri tetangga. Matahari sore Bandung menyelinap di sela pepohonan, cahayanya jatuh lembut di jendela-jendela besar.Rex mematikan mesin mobil.“Sampai,” katanya sederhana.Anita menelan napas.Ada gugup dan takut. Tapi lebih seperti perasaan ketika berdiri di ambang sesuatu yang selama ini hanya berani dibayangkan.Nathan sudah lebih dulu membuka pintu, melompat turun dengan dinosaurus hijau di tangan.“Mbak, ini rumah kita.” Nathan memberitahu Ani. “Wah, bagus sekali,” sahut Ani takjub, memandang rumah baru yang besar dan mewah itu. Ani lantas turun dari kursi belakang, membawa tas kain besar berisi peralatan Nathan yang sengaja ia pegang sendiri.“Ya Tuhan … lua

  • Dimanja Suami Kontrakku   Versi Utuh

    Beberapa hari kemudian, rumah kontrakan itu terasa berbeda.Bukan karena isinya sudah banyak berkurang—melainkan karena setiap sudut kini punya kenangan yang sedang dikemas, dilipat, dan dipersiapkan untuk ditinggalkan dengan baik-baik.Pagi itu Bandung diselimuti kabut tipis. Udara dingin menyusup lewat jendela yang terbuka sedikit. Kardus-kardus cokelat sudah berjajar rapi di ruang tengah, diberi label tulisan tangan Ani dengan spidol hitam besar-besar:BUKU BU ANITAMAINAN NATHANDAPURPENTING – JANGAN DIBANTINGAni berdiri di tengah ruangan, tangan di pinggang, memandangi hasil kerjanya dengan ekspresi puas tapi juga sedikit sendu.“Di rumah ini banyak suka dukanya,” gumamnya. “Sekarang akan ditinggalkan padahal banyak sekali kenangan.”Anita yang sedang duduk di sofa pun tersenyum, melipat pakaian Nathan satu per satu. Perutnya belum terlalu terlihat besar, tapi geraknya sudah lebih pelan—lebih hat

  • Dimanja Suami Kontrakku   Mama Ayara VS Mami Herni Bab 2

    Restoran Prancis mewah – Pukul 13.10 Suasana restoran dipenuhi wangi bunga segar, musik jazz lembut, dan ibu-ibu sosialita yang memakai outfit seharga DP rumah cluster.Mama Ayara melenggang masuk dibalut dress biru lembut, rambut disanggul rapi, kaki jenjangnya yang putih nan mulus melangkah be

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Dimanja Suami Kontrakku   Suami-able

    FLASHBACK — 3 JAM SEBELUM TIBA DI RUMAH ANITARex menatap jam digital di ruang meeting.14:05.“Sial. Petugas Dinsos pasti sebentar lagi datang ke rumah. Anita pasti gelisah. Nathan pasti….” Dalam hati Rex bicara.Rex mengetukkan jarinya ke meja, gelisah, tapi wajahnya harus tetap profesional k

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Dimanja Suami Kontrakku   Adegan Romantis

    Pagi itu kampus terasa lebih riuh dari biasanya.Mungkin karena matahari yang terlalu cerah.Mungkin karena mahasiswa yang terlalu bersemangat.Atau…Mungkin karena ada satu orang yang mendadak tidak bisa memusatkan pikirannya, siapa lagi kalau bukan Anita.Ia berjalan menuju gedung kampus sam

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Dimanja Suami Kontrakku   Nafkah

    Rex bangun dengan mata sembab.Bukan karena menangis.Tapi karena kurang tidur.Kurang tidur setelah video call satu jam semalam dengan dua makhluk yang entah kenapa rasanya sangat dia sayangi karena rapuh dan dua makhluk itu bernama Anita dan Nathan.Begitu Rex membuka mata, ia melihat langit-

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status