Share

Bab 10

Penulis: Allina
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-10 13:18:16

"Gini lho, Mas, gosoknya memutar, jangan lurus-lurus," bisiknya tepat di samping telingaku.

Namun, yang membuatku nyaris gila bukan ajarannya, melainkan sensasi di punggungku.

Tubuh depan Nona Sora menempel telak di punggungku yang lebar. Karena baby doll-nya yang tipis, aku bisa merasakan dengan sangat jelas tekstur dua gundukan kenyal yang tertekan di otot punggungku, apalagi dua titik itu menyentuh punggung, serasa menggelitik. Titik itu perlahan makin terasa, agak menusuk sedikit, dan juga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 354 

    Perasaan haru yang memiliki ukuran amat sangat besar seketika menyelimuti fungsi kerja hati saudara perempuan tiriku itu pada jadwal waktu siang hari ini. Kedua bola matanya perlahan mulai terlihat memproduksi genangan cairan bening menahan luapan tetesan air mata yang sudah siap jatuh membasahi pipi cantiknya.Shella benar-benar menyadari besaran jumlah rasa cinta mendiang ayahnya kepada susunan anggota kami semua di tengah terpaan rutinitas stres akibat ulah Nyonya Alika.“Papa ternyata beneran punya rasa sayang yang amat sangat besar jumlahnya buat kita semua, Rafli,” ucap Shella dengan saluran suara parau yang tertahan berat di area kerongkongannya.“Iya, Shella. Beliau pasti selalu butuh sarana buat ngelihat wujud senyuman wajah kita bertiga saat beliau sedang merasa stres bekerja sendirian di dalam bangunan kontainer sempit ini.”“Papa pasti merancang secara mandiri ruangan kerja aman di pelabuhan sini buat menjauhi tekanan mental dari rentetan omongan kasar Mama Alika setiap ha

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 353

    Kami berempat mulai melangkah masuk ke dalam kotak kontainer itu secara amat sangat hati-hati siang ini.Aku berjalan pada urutan letak paling depan untuk memimpin arah rute rombongan kecil kami. Kondisi permukaan lantai logam di dalam ruangan tertutup ini terasa lumayan licin akibat paparan hawa kelembapan udara pelabuhan.“Kalian semua tolong jalan pelan-pelan aja di belakang area badanku ya,” pesanku kepada mereka bertiga yang masih berdiri di area ambang batas pintu masuk.“Iya, Rafli. Kamu hati-hati juga langkah kakinya ke arah dalem sana. Lantainya pasti kerasa licin banget kena sisa uap air laut bertahun-tahun,” balas Shella dari arah belakang letak punggungku.Tanganku meraba permukaan struktur dinding besi di dekat area pintu masuk secara amat sangat teliti. Aku berusaha keras mencari letak tombol sakelar lampu untuk memberikan sumber penerangan di ruangan gelap ini. Ujung telunjuk jariku akhirnya menyentuh bentuk sebuah kotak plastik berukuran kecil yang menempel amat kuat d

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 352

    Aroma kertas tua dan udara pengap langsung menyeruak keluar dari dalam batasan ruang kontainer tersebut tanpa ada halangan. Bau pengap hawa udara tersebut memberikan sebuah bukti fakta bahwa ruangan ini sudah terkunci rapat tanpa celah ventilasi selama hitungan puluhan tahun.“Ruangan di dalem kotak kontainer biru ini kondisinya beneran kelihatan gelap gulita banget, Rafli. Aku sama sekali nggak bisa lihat letak wujud perabotan atau tumpukan barang apa pun di sana,” ucap Shella sambil memicingkan kedua lensa matanya menatap tajam ke area ruangan dalam.“Iya beneran, situasi gelap gulita menutupi bagian dalam seluruh ruangan besi itu dari area ujung ke ujung batas yang lain. Nggak ada pantulan sisa cahaya matahari yang bisa masuk menembus masuk ke dalam area pojok sana,” balasku sambil berdiri tegak lurus di depan ambang daun pintu terbuka ini.“Kamu cepetan nyalain fitur lampu senter dari perangkat gawai ponsel pintar kamu aja, Rafli. Biar kita semua bisa ngecek daftar isi ruangan ter

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 351

    Aku menundukkan arah pandangan mataku untuk membaca petunjuk visual di layar kaca kecil tersebut. Layar digital itu menampilkan wujud gambar sebuah sidik jari manusia secara amat sangat terang. Panel itu meminta verifikasi sidik jari sebagai tahapan pemeriksaan keamanan yang paling terakhir.“Mesin gembok digital ini masih minta proses verifikasi sidik jari manusia secara sentuhan langsung, Ko Ahiong. Kita harus tempelin kulit jari siapa ke area layar kaca ini sekarang?” tanyaku merasa sedikit kebingungan karena pemilik asli aset ini sudah lama meninggal.“Kamu tempelin aja area kulit jari jempol kamu sendiri ke atas bidang layar pemindainya, Rafli,” saran Pak Sanjaya dengan volume suara yang amat sangat meyakinkan telingaku.“Emangnya wujud sidik jari aku bisa langsung kebaca sama sistem gembok punya mendiang Papa begini, Pak Sanjaya?” tanyaku lagi untuk memastikan persentase tingkat keberhasilannya sebelum melakukan tindakan penekanan.“Mendiang Bapak Hermawan pasti udah mendaftarka

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 350

    “Aturan hukum kontrak khusus tingkat tinggi itu wujud aslinya berupa kesepakatan tertulis kayak gimana emangnya, Pak?” tanya Shella meminta penjabaran informasi hukum yang jauh lebih rinci lagi dari pengacara keluarganya ini.“Aturan tertulis kontraknya menyebutkan secara jelas bahwa pihak pengurus pelabuhan sama sekali tidak memiliki izin untuk membuka atau memindahkan letak kotak ini secara paksa sebelum durasi masa sewa lima puluh tahunnya mencapai batas akhir,” jelas Pak Sanjaya merincikan isi klausa aturan keamanan dari dokumen sewa tersebut.“Tapi anehnya, wujud alat gembok kunci di bagian pintu besi kontainer ini kelihatan punya desain yang amat sangat berbeda dari kondisi dinding besinya,” ucapku saat arah pandangan mataku secara spesifik tertuju pada area pengunci di tengah daun pintu besi tersebut.Sebuah gembok padat yang terpasang masuk di lubang pintu kontainer itu memang terlihat amat sangat berbeda dari tampilan sekitarnya. Gembok itu merupakan model digital versi moder

  • Dimanja Tiga Majikan Cantik   Bab 349

    Kami berjalan beriringan menyusuri lorong-lorong sempit yang posisinya berada tepat di antara susunan tinggi dinding besi kontainer raksasa.Matahari siang yang bersinar dengan sangat terik memanaskan bagian kulit kepala dan lengan kami berempat secara langsung tanpa ada atap peneduh. Tingkat hawa panas di area lorong kontainer ini terasa jauh lebih menyengat akibat adanya pantulan hawa dari bahan logam di sekitar area kami berjalan.“Hawa panas di lorong sempit ini beneran bikin saluran napas aku kerasa sesak banget dari tadi, Rafli,” keluh Shella sambil menyeka aliran tetesan keringat di kulit dahinya menggunakan selembar tisu kering warna putih.“Kamu minum air putih mineral dari dalam botol plastik ini dulu biar saluran tenggorokan kamu nggak kerasa kering, Shella,” suruhku sambil menyerahkan sebotol air minum dingin ke telapak tangan kanannya.“Makasih banyak ya buat persediaan botol air minum dingin ini, Rafli.” Shella menerima benda itu dan meminum isi cairannya dengan beberapa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status