Mag-log inHarga diri orang tua yang dihancurkan hingga ke liang lahat membuat Aslan tak bisa membiarkan pembunuhnya berkeliaran. Sekalipun nyawa Aslan menjadi taruhan, tidak akan meruntuhkan amarahnya membalas dendam. Sayangnya amarah itu tidak memiliki kekuatan menyentuh mafia terkejam di dunia yang telah menghancurkan harga diri Aslan dan melenyapkan kedua orang tuanya. Berbagai cara harus ditempuh oleh Aslan termasuk bergabung dengan kelima wanita cantik yang memiliki peran penting membalaskan dendam. Karena kelima wanita itu memiliki senjata penting untuk menghancurkan mafia kejam, seperti yang diwasiatkan oleh ayah Aslan. Jalan yang dilalui Aslan tidak mulus, Aslan harus membebaskan satu per satu wanita itu dari jeratan mafia kejam. Namun karena terlalu fokus, Aslan membuat kesalahan yang fatal. Bagaimana kisah kelanjutan Aslan? Apakah berhenti membalas dendam pada mafia kejam akibat kesalahan fatal yang dilakukan? Atau tetap berlanjut membalaskan dendamnya?
view more"Kita lewat sini saja!" Bella memberitahu Aslan tentang adanya sebuah jendela kamar yang terhubung keluar, letaknya ada di belakang lemari. "Tidak ada tralis yang menghalangi?" Aslan memastikan terlebih dahulu. Karena kamar yang digunakan untuk menyekap Aslan dengan Alice jendelanya tidak bisa digunakan kabur."Tidak ada."Alice segera mengunci pintu, agar bisa mencegah musuh masuk ke kamar yang sekarang. Tanpa membuang waktu, Aslan mendorong lemari ke arah kanan yang masih kosong. Bella dan Alice ingin membantu. Namun Aslan lebih kuat dari dugaan mereka. Kini terlihat jendela besar yang masih kuno. "Ayo cepat! Aku mendengar suara derap langkah mendekat." Alice memperingatkan."Aku akan coba membukanya. Kalian cari apapun yang bisa digunakan untuk mengganjal pintu."Alice dan Bella mengangguk bersamaan. Mereka berdua tidak ada yang sempat merasakan rasa sakit tubuh masing-masing. Dalam keadaan apapun, mereka tetap bisa bergerak sesuai perintah.Beralih pada Aslan yang perlahan memb
Tanpa pikir panjang, Aslan merebut ujung tombak yang dipegang Alice. Total ada lima sel yang dibuka oleh Aslan. Semua orang yang ada di dalam sel keluar. Keadaan orang-orang yang keluar dari sel tahanan milik mantan Bella tampak masih bisa berdiri dan melawan dengan tangan. Berbeda halnya dengan satu wanita yang kakinya terluka hingga membusuk."Apa rencanamu?" tanya salah satu orang yang dibebaskan oleh Aslan. "Kita akan menyerang musuh yang menyekap kalian. Apapun caranya harus menang!" Semua orang setuju dengan apa yang diungkapkan Aslan. Alice dan Bella hanya percaya saja pada Aslan. Braakk!Pintu utama terbuka. Terlihat ada lima orang musuh yang tampak geram melihat pemandangan kaburnya tawanan dari sel masing-masing. "Kita harus menyerang paling belakang." Aslan berbisik pada Alice. Perkelahian terjadi. Beruntung musuh tak menggunakan pistol, sehingga perkelahian masih ada kemungkinan untuk menang. Bugh! Bugh!Aslan membantu dengan memukul punggung musuh yang sedang menyer
Orang yang sempat datang ke hadapan Alice dan Aslan hanya menyeringai. "Dasar bodoh! Salahkan Bella! Bukan aku." Alice akan menyerang pria tersebut. Namun dicegah Aslan. Karena Aslan melihat ada beberapa orang yang dari jarak dua puluh meter telah mengarahkan senapan pads Aslan dan Alice."Lepas! Aku harus memberi dia prrhitungan!" Alice memberontak dengan menarik-narik tangannya dari Aslan. "Lihat ke arah jam sembilan dan jam dua belas. Kau akan menyesal bergerak gegabah." Aslan berbisik pada Alice.Alice menatap ke arah yang diberitahu Aslan. Rupanya ada dua orang penembak dari jarak jaug. "Ha ... Ha ... Hahaha. Rupanya kalian melakukan hal yang sia-sia sejak tadi. Kabur sejauh ini ternyata tertangkap."Aslan jelas kesal dengan ucapan pria di hadapannya. Jika saja tidak bersama wanita, mungkin Aslan masih nekat menyerang. Namun jika bersama Alice, bertindak nekat sedikit saja mungkin penembak yang disiapkan sudah menghabisi nyawa Alice. Sebisa mungkin Aslan tidak menyelesaikan de
"Oke. Aku percaya padamu." Aslan menyerahkan segala cara pada Alice. Ia ingin membangun rekan tim yang baik, sehingga tidak perlu memandang Alice seorang wanita yang tidak memiliki kemampuan."Aku akan berakting berteriak histeris. Nanti saat pintu terbuka, kau langsung serang mereka!"Aslan setuju dengan rencana Alice. Ia kemudian mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai senjata.Di dalam kamar tidak terdapat apapun yang berguna. Hanya ada ranjang, seprei dengan dua bantal. Menyerang orang dengan bantal hanya menghasilkan barang tertawaan saja. Apalagi yang dihadapi anak buah mafia. "Kenapa?" tanya Alice dengan nada lirih saat melihat Aslan tampak berpikir sembari memandangi tempat tidur.Aslan mengambil tindakan dengan menarik seprei hingga terlepas dari kasur. Ia kemudian memberi kode pada Alice untuk memulai rencana.Posisi Aslan saat ini berada di balik pintu. Teriakan Alice terdengar histeris. Aslan sampai terkejut hingga sempat tidak fokus.Suara kunci dimasukkan ke lubang
Ketika remote telah ditemukan oleh Bella, seketika ruang bawah tanah terbuka. Aslan cukup takjub dengan desain yang digunakan dalam penyimpanan senjata api. "Ayo masuk!" Bella menarik Aslan untuk pergi ke ruang bawah tanah. Satu orang yang tidak bisa pergi sekarang hanya Alice. Wajahnya semakin puca
Aslan menghentikan gerakannya. Sayangnya Aslan langsung dilumpuhkan oleh pria lain yang ada di belakang Aslan. Bella pun sama dibekukannya oleh pria lain. Pria yang datang menyandera Alice dengan mengalungkan Alice dengan sebuah clurit. Aslan sudah bisa menebak jika pria yang menyandera Alice akan m
"Kita pakai ini saja!" Bella mengeluarkan tiga botol kecil dari dalam tas.Aslan tidak memberi jawaban atas saran Bella. Ia memilih menarik Bella dan Alice untuk pergi dari sana. Langkah kaki yang terdengar dari atas semakin mendekat. "Kita tidak bisa lari! Yang ada terbunuh!" Bella melepaskan tangan
Tombol yang ditekan Aslan tak segera berfungsi. Namun tak sampai lima menit, ada beberapa gelembung mirip karet mengembang dari bagian dalam.Alice yang mengemudi tak mampu mengendalikan lagi mobil yang dikemudikan. Aslan dan Bella pun tak bisa bergerak akibat terhimpit karet yang membesar bagaikan b












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore