Home / Romansa / Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku / Bab 96. Jangan Ganggu Menantuku

Share

Bab 96. Jangan Ganggu Menantuku

last update Last Updated: 2026-01-25 23:46:51

Lili sangat gugup. Tubuhnya seketika jadi kaku. Bahkan tangannya sampai berkeringat dingin.

"Kamu nggak perlu gugup. Kita ini keluarga. Kamu ini saudara dari menantu kesayangan Om," imbuh Gilang memegang kedua bahu Riri. Menunjukkan siapa menantu dia yang sebenarnya. Tapi tidak ada yang menyadari hal itu.

"Baik, Om," jawab Lili.

Lili segera mengambil air minum. Tenggorokan terasa seret hanya berkata dua kata dengan Gilang. Aura Gilang terlihat sangat berbeda. Hangat dan mencengkram di saat yang bersamaan.

"Dilihat-lihat lagi, kalian memang sangat mirip. Tidak ada yang beda dari kalian berdua. Jika kalian saling tukar posisi, pasti tidak ada yang tau. Iya kan Ansel," sindir Gilang.

"Uhuk … uhuk."

Lili tersedak air yang diminum. Sampai ada beberapa air merembes sampai ke baju yang dipakai. Perkataan Gilang sangat tepat sasaran.

'Gawat, apa Om Gilang menyadarinya.'

Ansel dan Riri tidak kalah kaget. Mereka ikut berkeringat dingin.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Gilang datar. Tidak ada rasa k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 102. Menantu Satu-satunya

    *** Setelah selesai dari kamar mandi. Lili mengantar Riri kembali ke tempat duduk semula. Raut wajahnya kini sudah kembali cerah. Sehingga Gilang mencium bau sesuatu yang mencurigakan. Ditambah Riri yang terlihat murung. Dalam hitungan detik, Gilang langsung menemukan penyebabnya. Mata elangnya menyadari kalau kalung warisan keluarga sudah pindah tempat. "Kenapa kalung menantuku ada sama kamu?" geram Gilang. Gilang sempat memperhatikan area sekitar leher Riri. Dari jarak beberapa meter bekas luka itu terlihat jelas. Miranda sontak memperhatikan leher Lili. Bener seperti yang dikatakan suaminya. Tadi dia ingat jelas jika kalung itu masih bertengger di leher Riri. "Ri, kenapa kamu memakai kalung punya Riri?" tegur Miranda. Masih bisa bicara dengan sabar. Tidak seperti suaminya. "Oh, ini. Lili yang kasih ke aku tadi," sahut Lili dengan pede. Mata Miranda dan Gilang tertuju ke arah Riri. Termasuk Ansel. "Bener Li?" Riri tidak berani menatap mata kedua mertuanya. Menunduk dan men

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 101. Perampasan

    "Ma, Lili mau ke kamar mandi dulu ya. Tak apakan?" potong Riri tidak enak. Tapi dia sudah tidak tahan mau buang biar kecil."Kamu ini. Mau ke kamar mandi aja pun. Sini Mama temani. Perut kamu sudah besar.""Tidak apa Ma. Lili bisa sendiri," tolak Riri halus. "Li, bagaimana kalau aku saja yang menemani kamu ke kamar mandi," tawar Lili ramah."Tidak u ….""Ayo aku temani."Lili segera bangun dan membantu Riri berdiri. Dengan kuku jari jempol menekan kuat ke tangan Riri sebagai peringatan agar tidak melawan."Ri, kamu di sini tamu," tegur Gilang tidak suka Riri bersama Lili. Pasti ada udang di balik batu."Nggak apa Pa. Biar, Kak Riri yang membantuku," bella Riri menahan sakit. Saat Gilang melarang, Lili semakin menekan kuku jempolnya. Tidak ada satupun yang menyadari hal itu. Sedikit ditutupi dengan tubuh mereka yang berdiri dempetan."Sudah Pa. Biarin aja Riri membantu Lili. Mungkin menantu kita lebih suka sama kak kan ya."Gilang hanya bisa berpasrah membiarkan mereka berdua pergi.

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 100. Dibikin Panas

    Riri dan Ansel juga penasaran apa hadiah yang akan diberikan kepada Lili. Dari ukuran kotak hadiah, itu seperti baju atau tas. Jangan tanya masalah harga dengan Gilang. Senyum Lili luntur melihat isi kado. Itu hanya beberapa detik dia kembali memaksa senyum mengetahui hadiahnya hanya cake. "Gimana? Kamu suka. Ini cake yang Om dapatkan dari luar negeri. Katanya kamu belum pernah keluar negeri. Ini cake yang cukup terkenal," ujar Gilang tenang sambil menyeruput air. Jangan lupa dengan mata elang Gilang. Meskipun senyum Lili luntur hanya sedetik, senyum itu sudah cukup membuatnya puas. Lili terlihat sangat kecewa dengan hadiah yang diberikan. Jangan pernah berharap Gilang akan memberikan barang mewah untuk Lili. Semua barang tersebut hanya boleh diberikan untuk Riri, menantu satu-satunya. Mana mungkin dia repot h repot menyiapkan barang mewah untuk Lili. Orang yang sudah menyakiti menantunya. Kalau untuk Riri jangan ditanyakan, dia akan memberikan apapun. Tinggal sebut saja. "Iya Om

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 99. Hadiah

    Lili tiba di kediaman Gilang. Orang yang menyambut kedatangannya adalah Ansel. Hanya kebetulan Ansel berada di dekat pintu masuk ketika Lili tiba. Begitu melihat penampilan Lili, dia menarik Lili menjauh dari pintu. "Li, kamu kenapa berpakaian seperti ini?" tanya Ansel setelah melepaskan tangan Lili. "Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Lili balik dengan acuh. "Kakak kamu itu tidak pernah berpenampilan seperti ini. Baju yang kamu pakai …." "Kamu tenang saja Ansel. Aku tahu apa yang aku lakukan." "Maksudnya kamu?" "Ansel, apa Riri sudah sampai?" teriak Miranda dari dalam rumah. Obrolan Ansel dan Lili terputus dengan seruan Miranda. "Tuh, Mama kamu sudah panggil kita. Tidak baik mereka menunggu kita terlalu lama," ujar Lili menepuk bahu Ansel pelan. Lalu melengos pergi begitu saja. 'Li, apa yang sedang kamu rencanakan? Pasti ada sesuatu yang kamu rencanakan di balik semua ini kan? Aku harap kamu tidak melakukan sesuatu yang bodoh,' terka Ansel dalam hati sambil mengikuti Lili.

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 98. Undangan Makan Malam

    *** "Ada apa Ansel menghubungiku," gumam Lili memperhatikan panggilan masuk dari Ansel. Ansel sudah jarang menghubungi Lili. Ditambah mereka tadi sudah bertemu. "Lebih baik aku angkat dulu," lanjut Lili. Lili segera menggeserkan tombol warna hijau di layar handphone. Otomatis panggilan langsung terhubung. Lalu menyamakan diri di atas sofa. "Ada apa, Ansel?" "Li, malam besok kamu ada waktu?" tanya Ansel to the point. 'Wah, ada angin apa ni Ansel tanya waktu aku. Apa dia mau ajak dinner. Sebagai pengganti makan siang tadi yang kacau,' batin Lili sudah duluan kesenangan. "Hallo, Li. Kamu masih di sana?" sapa Ansel yang tidak mendapatkan respon. "Ah, aku ada waktu kok. Besok aku seharian tidak kemana-mana," balas Lili cekikikan. "Baguslah." "Apa kamu mau ngajak aku dinner?" "Bukan, Mama aku menyuruh kamu datang ke rumah besok malam." "Untuk apa?" Seketika Lili langsung bete. Ternyata tidak sesuai dengan harapannya. "Makan malam bersama." "Tumben. Kenapa tiba-tiba?" "I

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 97. Harus Minta Maaf

    Lili melihat mobil Ansel yang berjalan duluan di depan mata. Kemudian disusul mobil Gilang melewati depannya. Sudah beberapa menit menunggu. Mobil pesanannya belum tiba. Lili memperhatikan mobil Gilang lebih seksama. Dia bisa melihat siluet Gilang dan Riri yang tertawa hangat di dalam mobil. Kaca mobil tidak terlalu gelap. "Sial! Kenapa aku malah ditinggal sendiri. Kenapa juga Papa Ansel pakek muncul tiba-tiba," dumel Lili menendang angin. Melampiaskan kemarahan tidak bisa menikmati waktu bersama Ansel. "Tapi tunggu dulu. Orang tua Ansel kan tidak tahu jika Riri menyamar sebagai aku. Om Gilang juga tidak curiga sama kami. Dia bersikap biasa aja sama aku," gumam Lili sambil berfikir. "Bukankah ini sangat Bagus. Artinya penilaian Om Gilang terhadapku sangat bagus. Dia memperlakukan Riri sebagai anak sendiri. Jadi, saat aku kembali, semua perhatian itu akan menjadi milikku," ujar Lili bangga dengan apa yang sudah diraih Riri. Lebih tepatnya bangga bisa mendapatkan semua tanpa perlu u

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status