Home / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Misteri Healer Level D

Share

Misteri Healer Level D

Author: Jimmy Chuu
last update Last Updated: 2025-10-24 19:25:27

Magnus berjalan mengelilingi kawah dengan gerakan yang sangat lambat dan sangat teliti. Matanya mengamati setiap detail, setiap retakan di aspal, setiap butir salju yang tersisa.

"Dan satu-satunya orang yang keluar hidup-hidup dari portal itu," katanya dengan nada yang sangat datar namun penuh penekanan.

"Hanya seorang Healer Level D."

Adrian menatapnya dengan ekspresi yang sangat tidak percaya.

"Healer Level D?" ulangnya dengan nada yang sangat skeptis.

"Itu tidak masuk akal. Tidak ada Healer Level D yang sanggup melawan monster tipe B, apalagi menang dan keluar tanpa luka serius."

Magnus berhenti berjalan, menatap kawah dengan ekspresi yang sangat kompleks. Campuran antara penasaran, ragu, dan sedikit kagum.

"Apakah ada sosok lain yang masuk bersamanya?" tanyanya dengan nada yang sangat pelan, lebih seperti berbicara pada diri sendiri.

"Atau... dia bukan sekadar Healer biasa?"

Keheningan turun di antara mereka berdua. Pertanyaan itu menggantung di udara tanpa jawaban.

Lalu dari arah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Keadilan Di Ruang Sidang.

    Victor Sterling berdiri dengan gerakan yang sangat dramatis. Ia berjalan ke depan dengan langkah yang percaya diri, lalu mulai berbicara dengan nada yang sangat meyakinkan."Yang Mulia," kata Victor Sterling dengan suara yang sangat lantang, "kami berdiri di atas hukum dan dokumen yang sah. Klien kami memiliki bukti kepemilikan yang jelas atas tanah di mana toko bunga tergugat berdiri. Tergugat telah melanggar hak kepemilikan kami selama bertahun-tahun tanpa izin yang sah."Ia kemudian menyajikan dokumen-dokumen kepemilikan yang tampak sangat legal. Cap resmi, tanda tangan notaris, semua terlihat sangat meyakinkan.Bobby Malone tersenyum tipis, seolah kemenangan sudah di tangan.Tapi Katherine Wolff tetap tenang. Ia duduk dengan postur yang sangat rileks, seolah tidak terpengaruh sama sekali oleh argumen Victor Sterling.Setelah Victor Sterling selesai, hakim menatap Katherine. "Pihak tergugat, giliran Anda."Katherine berdiri dengan gerakan yang sangat tenang. Ia tidak berjalan ke de

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Serangan Balik Yang Terencana

    Keesokan harinya, Marcus melaporkan temuannya kepada Julian di kantor pribadi mereka. Ia duduk di kursi dengan postur yang sangat tegap, menyampaikan informasi dengan sangat singkat dan padat."Strukturnya rapi," kata Marcus dengan nada yang sangat datar, "Risiko ada, tapi bisa dikendalikan. Dokumen kepemilikan memang rumit, tapi ada celah legal yang bisa dimanfaatkan. Harga murah karena pemilik sebelumnya bangkrut dan ingin cepat lepas."Julian mengangguk dengan pelan. Ia menatap layar laptopnya yang menampilkan data keuangan mereka. "Berapa yang dibutuhkan?"Marcus menyebutkan angka yang cukup besar, namun masih dalam jangkauan modal Bobby. Julian terdiam sebentar, menghitung risiko dan keuntungan dalam benaknya."Kita masuk dengan investasi awal dulu," kata Julian dengan nada yang sangat tenang, "Jangan langsung all in. Lihat responnya. Kalau aman, baru kita tambah."Bobby, yang mendengar keputusan ini, langsung tersenyum lebar. "Akhirnya! Aku sudah tidak sabar!"Julian menatap Bob

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Intrik dan Perangkap

    Tiga hari setelah penyelidikan malam di gudang, Peter Davis duduk di ruang praktiknya dengan ekspresi yang sangat tenang. Di mejanya tergeletak foto-foto yang ia ambil dari gudang tersebut, disusun dengan sangat rapi. Matanya mengamati setiap detail dengan teliti, mencari celah, mencari pola, mencari kelemahan.Ia menyadari satu hal yang sangat penting. Serangan frontal tidak akan efektif terhadap musuh seperti Julian Thorne. Julian terlalu cerdas, terlalu berhati-hati, terlalu terorganisir. Tapi setiap orang punya kelemahan. Dan kelemahan Julian ada pada orang-orang di sekitarnya.Bobby Malone. Rakus. Impulsif. Mudah terpancing.Peter menutup matanya sebentar, mengingat semua interaksi yang pernah ia lihat antara Bobby dan Julian. Bobby selalu bergerak lebih cepat daripada pikirannya. Ia selalu ingin hasil instan. Dan keinginan itu bisa dimanfaatkan."Orang licik jarang jatuh karena kesalahan orang lain," gumam Peter pelan kepada dirinya sendiri, "Mereka jatuh karena percaya diri ter

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Penyelidikan Peter Davis.

    Peter merasakan kehadiran Marcus, meski ia tidak pernah melihatnya secara langsung. Indranya yang telah diasah melalui pengalaman bertahun-tahun memberi tahu ada seseorang yang mengawasi dengan sangat teliti.Tapi Peter tidak bereaksi. Ia terus bekerja seperti biasa, merawat pasien dengan keahlian dan ketulusan yang sama. Ia tidak memberi sinyal bahwa ia menyadari pengawasan itu.Malam itu, Peter duduk sendirian di ruang praktiknya. Lampu redup menerangi meja kerjanya yang penuh dengan catatan medis dan dokumen legal.Ia menatap peta Kota Wada yang tergantung di dinding, menatap titik-titik yang menandai lokasi toko-toko kecil yang sudah tutup atau terancam tutup.Peter menutup matanya sebentar, menarik napas panjang, lalu membukanya kembali dengan tatapan yang sangat tajam."Kalian ingin bermain dengan aturan?" gumamnya pelan kepada kegelapan, "Baik. Kita akan bermain."Malam berikutnya, setelah klinik tutup dan semua pasien sudah pulang, Peter duduk di ruang praktiknya dengan ekspre

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Tekanan Di Balik Tirai

    Pagi ketiga setelah pertemuan di kafe, Nyonya Evelyn datang ke Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera dengan wajah yang jauh lebih pucat dari biasanya. Tangannya gemetar saat menyerahkan amplop cokelat tebal kepada Peter.Amplop itu tampak sangat formal, dengan logo firma hukum yang dicetak dengan tinta emas di sudut kiri atas.Peter membuka amplop itu dengan gerakan yang sangat tenang. Ia mengeluarkan setumpuk kertas legal yang sangat tebal, mungkin sekitar dua puluh halaman. Matanya membaca dengan teliti setiap kata, setiap kalimat, setiap pasal yang tertulis dengan bahasa hukum yang sangat rumit.Surat itu berasal dari firma hukum Victor Sterling and Associates. Isinya adalah tuntutan ganti rugi sebesar dua miliar rupiah atas klaim kepemilikan tanah yang menurut mereka telah dilanggar oleh Nyonya Evelyn. Bahasa yang digunakan sangat teknis, penuh dengan istilah seperti "pelanggaran hak kepemilikan berdasarkan Pasal 570 KUH Perdata," "tuntutan ganti rugi material dan immateri

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Provokasi Di Kafe

    Peter meletakkan surat itu dengan pelan. Ia menatap Nyonya Evelyn dengan tatapan yang sangat tenang, namun penuh dengan kepastian. "Jangan khawatir, Nyonya. Saya akan membantu Anda. Ini tidak akan terjadi."Nyonya Evelyn menatap Peter dengan mata yang penuh harapan. "Terima kasih, Tuan Davis. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi."Setelah Nyonya Evelyn pulang, Peter duduk sendirian di ruang praktiknya. Ia menatap surat klaim kepemilikan tanah itu dengan ekspresi yang sangat serius. Ini bukan hanya tentang toko bunga. Ini adalah pesan. Pesan untuk Peter.Mereka menyentuh orang yang Peter sayangi.Sore itu, Sandra mengajak Peter untuk makan malam ringan di sebuah kafe kecil di pusat kota. Kafe itu sederhana, tidak mewah, dengan menu tradisional yang enak. Mereka duduk di meja dekat jendela, menikmati teh hangat dan roti bakar.Tapi ketenangan itu terganggu saat pintu kafe terbuka dan Bobby Malone masuk bersama Julian Thorne dan Bianca Vance.Bobby terlihat sangat berbeda dari Bobby yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status