Home / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Siapa yang Kau Ragukan?

Share

Siapa yang Kau Ragukan?

Author: Jimmy Chuu
last update Huling Na-update: 2025-12-17 19:47:13

Ruang konsultasi pra-operasi terasa lebih dingin dari sebelumnya. Lampu neon di langit-langit menyinari meja panjang di tengah ruangan, tempat dokumen persetujuan operasi terbentang rapi. Aroma antiseptik bercampur dengan ketegangan yang menggantung di udara.

Dr. Vincent Chen berdiri di samping meja dengan clipboard di tangan kanannya. Wajahnya terlihat profesional, tapi matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang tidak bisa ia sembunyikan sepenuhnya.

Sandra Steel duduk di kursi pasien, tangannya terlipat rapi di pangkuan. Ekspresinya tenang, tapi ada kelelahan tipis di matanya. Di sampingnya, Peter Davis berdiri dengan tangan dimasukkan ke saku celana. Wajahnya datar, tidak menunjukkan emosi apa pun.

Dr. Leonard Hartono duduk di ujung meja, mengamati situasi dengan ekspresi serius. Ia tidak bicara, hanya menunggu prosedur berjalan.

Vincent membuka clipboard, membaca dokumen dengan suara yang terdengar formal. Terlalu formal. "Nona Steel," katanya sambil mengangkat waja
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kebenaran Yang Terungkap.

    Bobby Malone mengangguk dengan ekspresi yang serius, seolah sangat setuju dengan setiap kata Julian.Bianca Vance langsung mengunggah cuplikan pidato Julian ke media sosial dengan caption: "Kebenaran akhirnya terungkap. Modernisasi bukan kejahatan. Kita harus fokus pada masa depan, bukan drama yang dibuat pihak tertentu."Tapi sebelum Julian bisa melanjutkan, pintu ballroom terbuka. Peter Davis masuk dengan langkah yang sangat tenang, diikuti oleh Sandra Steel dan seorang pria tua yang sangat berwibawa, Pak Suryo Steel.Ruangan langsung hening. Semua mata tertuju pada mereka. Kamera langsung berpaling, fokus pada kehadiran yang tidak terduga ini.Julian menatap Peter dengan ekspresi yang berubah sedikit. Ada kilatan ketidaknyamanan di matanya, namun ia berusaha keras untuk tetap terlihat tenang."Tuan Davis," kata Julian dengan nada yang dibuat-buat ramah, "ini adalah konferensi pers pribadi kami. Anda tidak diundang."Peter berjalan mendekati panggung dengan langkah yang sangat santa

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Penculikan Sandra.

    Marcus tidak menjawab. Ia hanya menatap Peter beberapa detik, lalu berbalik dan berjalan keluar. Ketiga pria bertubuh besar itu perlahan bisa bergerak lagi, mereka merangkak keluar dengan ekspresi yang sangat ketakutan.Setelah mereka pergi, Pak Wong menghela napas panjang. "Tuan Peter, mereka tidak akan berhenti di sini."Peter menatap pintu yang baru saja ditutup. "Aku tahu. Mereka akan mencoba sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih berbahaya."Malam itu, Sandra Steel selesai dari pertemuan bisnis di pusat kota. Ia berjalan menuju mobilnya yang diparkir di basement gedung parkir. Langkahnya santai, pikirannya masih dipenuhi dengan detail kontrak yang baru saja ia bahas.Ia tidak menyadari ada mobil van hitam yang mengikutinya dari kejauhan.Saat Sandra membuka pintu mobilnya, seseorang tiba-tiba muncul dari belakang. Sebuah kain basah menutupi hidung dan mulutnya. Sandra berusaha melawan, namun bau menyengat dari kain itu membuat kepalanya pusing. Tubuhnya lemas dalam hitungan detik.

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Ancaman Langsung.

    Tiga hari setelah kemenangan di pengadilan, Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera tampak beroperasi seperti biasa. Pasien datang dan pergi dengan ritme yang teratur. Pak Wong mengatur jadwal dengan efisien. Lani dan Budi membantu pasien dengan senyum yang ramah.Tapi ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang cukup peka.Lani berdiri di dekat jendela ruang tunggu, menatap keluar dengan ekspresi yang sedikit gelisah. Ia sudah melihat pria itu sejak pagi. Pria dengan jaket hitam yang berdiri di seberang jalan, berpura-pura membaca koran, namun matanya sesekali melirik ke arah klinik."Pak Wong," bisik Lani sambil menurunkan suaranya, "orang itu sudah berdiri di seberang jalan sejak pagi. Ini sudah tiga jam."Pak Wong mengikuti arah pandangan Lani. Matanya yang berpengalaman langsung menangkap apa yang Lani maksud. Pria itu tidak terlihat seperti orang yang sedang menunggu seseorang. Gerakannya terlalu terlatih. Terlalu sadar akan sekitarnya."Ja

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Keadilan Di Ruang Sidang.

    Victor Sterling berdiri dengan gerakan yang sangat dramatis. Ia berjalan ke depan dengan langkah yang percaya diri, lalu mulai berbicara dengan nada yang sangat meyakinkan."Yang Mulia," kata Victor Sterling dengan suara yang sangat lantang, "kami berdiri di atas hukum dan dokumen yang sah. Klien kami memiliki bukti kepemilikan yang jelas atas tanah di mana toko bunga tergugat berdiri. Tergugat telah melanggar hak kepemilikan kami selama bertahun-tahun tanpa izin yang sah."Ia kemudian menyajikan dokumen-dokumen kepemilikan yang tampak sangat legal. Cap resmi, tanda tangan notaris, semua terlihat sangat meyakinkan.Bobby Malone tersenyum tipis, seolah kemenangan sudah di tangan.Tapi Katherine Wolff tetap tenang. Ia duduk dengan postur yang sangat rileks, seolah tidak terpengaruh sama sekali oleh argumen Victor Sterling.Setelah Victor Sterling selesai, hakim menatap Katherine. "Pihak tergugat, giliran Anda."Katherine berdiri dengan gerakan yang sangat tenang. Ia tidak berjalan ke de

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Serangan Balik Yang Terencana

    Keesokan harinya, Marcus melaporkan temuannya kepada Julian di kantor pribadi mereka. Ia duduk di kursi dengan postur yang sangat tegap, menyampaikan informasi dengan sangat singkat dan padat."Strukturnya rapi," kata Marcus dengan nada yang sangat datar, "Risiko ada, tapi bisa dikendalikan. Dokumen kepemilikan memang rumit, tapi ada celah legal yang bisa dimanfaatkan. Harga murah karena pemilik sebelumnya bangkrut dan ingin cepat lepas."Julian mengangguk dengan pelan. Ia menatap layar laptopnya yang menampilkan data keuangan mereka. "Berapa yang dibutuhkan?"Marcus menyebutkan angka yang cukup besar, namun masih dalam jangkauan modal Bobby. Julian terdiam sebentar, menghitung risiko dan keuntungan dalam benaknya."Kita masuk dengan investasi awal dulu," kata Julian dengan nada yang sangat tenang, "Jangan langsung all in. Lihat responnya. Kalau aman, baru kita tambah."Bobby, yang mendengar keputusan ini, langsung tersenyum lebar. "Akhirnya! Aku sudah tidak sabar!"Julian menatap Bob

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Intrik dan Perangkap

    Tiga hari setelah penyelidikan malam di gudang, Peter Davis duduk di ruang praktiknya dengan ekspresi yang sangat tenang. Di mejanya tergeletak foto-foto yang ia ambil dari gudang tersebut, disusun dengan sangat rapi. Matanya mengamati setiap detail dengan teliti, mencari celah, mencari pola, mencari kelemahan.Ia menyadari satu hal yang sangat penting. Serangan frontal tidak akan efektif terhadap musuh seperti Julian Thorne. Julian terlalu cerdas, terlalu berhati-hati, terlalu terorganisir. Tapi setiap orang punya kelemahan. Dan kelemahan Julian ada pada orang-orang di sekitarnya.Bobby Malone. Rakus. Impulsif. Mudah terpancing.Peter menutup matanya sebentar, mengingat semua interaksi yang pernah ia lihat antara Bobby dan Julian. Bobby selalu bergerak lebih cepat daripada pikirannya. Ia selalu ingin hasil instan. Dan keinginan itu bisa dimanfaatkan."Orang licik jarang jatuh karena kesalahan orang lain," gumam Peter pelan kepada dirinya sendiri, "Mereka jatuh karena percaya diri ter

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status