Beranda / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Undangan ke Divisi Pemburu Dimensi.

Share

Undangan ke Divisi Pemburu Dimensi.

Penulis: Jimmy Chuu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-04 17:54:03

"Saya hanya melakukan pekerjaan saya sebagai dokter," jawab Peter dengan nada yang rendah. "Kalian yang melindungi kota ini dari ancaman yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Itu jauh lebih mulia daripada apa yang saya lakukan."

Seorang wanita muda dengan rambut pendek yang duduk di sebelah Reinhardt angkat bicara. Ia adalah pasien kedua yang Peter tangani, yang lukanya paling parah.

"Nama saya Astrid," katanya dengan suara yang lembut namun tegas. "Kami tahu Anda bukan dokter biasa. Cara Anda membersihkan energi gelap dari tubuh kami... hanya kultivator tingkat tinggi yang bisa melakukan itu."

Peter tidak menyangkal atau mengkonfirmasi. Ia hanya tersenyum tipis, membiarkan interpretasi mereka sendiri.

Seorang pria muda dengan kacamata yang duduk di ujung menambahkan. "Nama saya Mason. Saya yang bertugas sebagai analis di tim kami." Ia mendorong kacamatanya yang melorot, gerakan yang menunjukkan kebiasaan lama.

"Kami tidak menyebutkan siapa kami di luar rumah sakit untuk alasan ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kedalaman Dungeon SS New York

    Peter mengambil alat itu dan memasangnya di pergelangan tangannya tanpa mengatakan apa-apa.Mike Sterling melangkah maju dengan ekspresi yang sangat serius. "Jika Anda tidak keluar dalam dua jam, kami akan mengirim tim cadangan," katanya dengan nada yang sangat formal, "Anda tidak sendirian di sini."Peter menatapnya dengan tatapan yang sangat tenang. "Saya selalu sendirian, Agent Sterling."Ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam kegelapan.Tangga menuju ke bawah sangat curam dan licin. Cahaya dari luar hanya menerangi beberapa meter pertama. Setelah itu, hanya kegelapan total. Peter tidak menyalakan senter. Ia tidak membutuhkannya. Energi Qi di dalam tubuhnya sudah cukup untuk menerangi jalan.Udara semakin dingin saat ia turun lebih dalam. Dinding-dinding beton tua dipenuhi lumut dan retakan. Air menetes dari langit-langit dengan ritme yang sangat pelan. Suara langkah kakinya bergema di koridor sempit.Setelah lima menit berjalan, Peter tiba di sebuah ruangan besar. Bekas platform

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Jantung Kota yang Tersembunyi – Part II

    Peter menatap peta holografik dengan sangat seksama. Titik merah di tengah Manhattan. Lokasi yang sangat spesifik. Bukan area terbuka. Bukan zona industri. Ini di bawah tanah."Lokasinya di mana?" tanya Peter dengan nada yang sangat tenang.Mike Sterling menekan tombol di meja. Peta memperbesar area tertentu. Sebuah stasiun kereta bawah tanah tua yang sudah ditinggalkan. "Stasiun ini ditutup lima puluh tahun lalu," jelasnya dengan nada yang sangat serius, "Sejak saat itu, tidak ada yang masuk ke sana. Terlalu berbahaya. Struktur bangunannya sudah sangat lemah.""Tapi tiga minggu lalu," tambah Lena sambil menggeser data lain ke layar, "kami mendeteksi lonjakan energi yang sangat besar dari lokasi itu. Awalnya kami pikir itu hanya gangguan sensor. Tapi kemudian gerbang dimensi terbuka."Peter menatap grafik energi dengan sangat teliti. Pola gelombangnya tidak acak. Ada ritme di sana. Ada struktur. Ini bukan gerbang dimensi alami. Ini sesuatu yang dibuat. Atau dipanggil."Anda bilang ene

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Jantung Kota yang Tersembunyi

    Jet pribadi Asosiasi Hunter Amerika Serikat terbang dengan sangat mulus menembus awan malam. Peter duduk di kursi kulit yang sangat nyaman, menatap keluar jendela dengan ekspresi yang sangat tenang. Di bawahnya, lautan cahaya membentang tanpa akhir. New York City.Dari ketinggian ini, kota itu terlihat seperti papan sirkuit raksasa yang hidup. Lampu-lampu gedung pencakar langit menyala dengan pola yang sangat teratur. Jalan-jalan membentuk grid sempurna yang memotong kota menjadi blok-blok geometris. Tidak ada ruang kosong. Tidak ada tempat tersembunyi. Semua terekspos di bawah cahaya buatan.Tapi Peter merasakan sesuatu yang lain. Di bawah semua cahaya itu, di bawah beton dan baja, ada denyut lain. Denyut yang tidak terlihat oleh mata biasa. Energi yang bergerak dengan ritme yang sangat berbeda dari kehidupan manusia di permukaan.New York terasa hidup, tapi bukan karena manusia. Ada denyut lain yang tersembunyi.Evelyn Reed duduk di seberangnya, membaca laporan di tablet dengan sang

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Panggilan dari New York.

    Wanita itu berdiri saat Peter masuk. Postur tubuhnya tegap, auranya memancarkan otoritas yang tidak bisa diabaikan."Peter Davis," kata wanita itu tanpa senyum, suaranya dingin namun profesional, "reputasi Anda membuat banyak orang di Washington tidak bisa tidur."Peter menatapnya dengan tatapan yang sangat tenang. "Saya tidak tahu reputasi saya sampai sejauh itu, Nyonya...""Evelyn Reed," jawab wanita itu sambil mengulurkan tangan, "Direktur Asosiasi Hunter Amerika Serikat. Dan percayalah, reputasi Anda sudah menyebar jauh."Peter menjabat tangannya dengan tenang. Jabatan tangan itu singkat, namun Peter bisa merasakan kekuatan yang terpendam di balik sikap profesional wanita ini. Evelyn Reed bukan orang biasa.Mereka duduk di meja konferensi. Magnus mengambil tempat di samping Peter, sementara Evelyn duduk di seberang mereka."Saya akan langsung ke intinya," kata Evelyn sambil membuka tablet di depannya, "Kami punya masalah. Masalah yang sangat besar."Ia menggeser tablet itu ke teng

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kota Teratai dan Firasat Gelap.

    Peter menatap ke arah kota untuk terakhir kalinya. Gedung-gedung mulai terlihat jelas saat matahari terbit. Jalanan mulai ramai dengan kendaraan. Kota Wada terbangun untuk hari yang baru."Penerbangan menuju Kota Teratai akan segera boarding," suara pengumuman bergema di ruang tunggu.Peter berdiri, mengambil tasnya, dan berjalan menuju gate tanpa menoleh lagi.Sandra terbangun dengan napas yang terengah. Keringat dingin membasahi dahinya. Ia bermimpi sesuatu yang aneh, sesuatu yang tidak bisa ia ingat dengan jelas, tapi meninggalkan rasa cemas yang sangat kuat di dadanya.Ia meraih ponselnya. Pukul enam pagi. Terlalu pagi untuk menelepon Peter. Tapi rasa gelisah itu tidak hilang. Malah semakin kuat.Sandra bangkit dari tempat tidur dan bergegas mandi. Firasat ini tidak normal. Ia harus ke klinik. Ia harus menemui Peter.Setengah jam kemudian, Sandra tiba di Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera. Pintu terkunci. Tidak ada tanda-tanda aktivitas. Ia mengetuk pintu dengan keras.

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Perpisahan Senyap di Kota Wada.

    Empat bulan setelah kejatuhan jaringan Julian Thorne, Kota Wada menikmati ketenangan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Jalanan ramai dengan aktivitas normal. Toko-toko buka dengan tertib. Tidak ada lagi bisikan tentang ancaman atau intimidasi.Di Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera, pasien datang dan pergi dengan ritme yang sangat teratur. Pak Wong mengatur jadwal dengan efisien seperti biasa. Lani dan Budi melayani dengan senyum yang tulus. Semuanya berjalan sempurna.Terlalu sempurna.Peter duduk di ruang praktiknya, menatap buku catatan medis yang terbuka di depannya. Halaman itu kosong. Ia sudah duduk di sana selama sepuluh menit tanpa menulis apa pun.Ada sesuatu yang tidak beres. Bukan ancaman eksternal. Bukan musuh baru. Tapi sesuatu di dalam dirinya sendiri. Energi kultivasinya bergerak dengan tidak nyaman, seperti air yang dipaksa diam di kolam yang terlalu kecil.Ia menutup buku catatan dengan pelan, lalu berdiri dan berjalan ke jendela. Kota Wada terbentang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status