LOGINGenta berbicara dengan nada riang.Begitu selesai berbicara, Genta langsung menggerakkan tubuhnya dan melesat menuju bagian terdalam Pegunungan Belantara. Saat melintasi langit, sosoknya benar-benar terlihat anggun dan begitu indah bak lukisan. Jika dilihat langsung, gerakannya terlihat tidak terlalu cepat. Namun, dalam sekejap, dia sudah terbang melintasi jarak ratusan ribu mil."Grrr!"Tak lama kemudian, Tirta dan yang lainnya mendengar raungan penuh rasa enggan dari seluruh nadi naga di Pegunungan Belantara. Selain itu, mereka juga bisa merasakan dengan jelas bahwa esensi nadi naga yang tadinya begitu melimpah di tempat itu mulai surut."Kakak benar-benar luar biasa. Dia sudah menyerap esensi nadi naga dari wilayah seluas dua juta mil, tapi masih belum merasa puas. Jangan-jangan, dia berniat menyerap seluruh esensi nadi naga di tempat ini?" gumam Tirta sambil mengusap dagunya.Tindakan ini memang akan menyebabkan penurunan drastis pada konsentrasi kekuatan spiritual di Pegunungan Be
Mata Genta terlihat begitu indah, seperti sesuatu yang berasal dari alam mimpi. Tidak peduli seindah apa pun kata-kata itu, tetap sulit untuk menggambarkan keindahannya.Tanduk naga yang berkilauan, tubuh yang ramping serta memanjang, dan sisik naga sehalus giok putih yang memancarkan warna memesona membuat Genta tampak seperti peri dan kesayangan sang pencipta. Namun, tekanan dahsyat dari naga sejati yang terpancar dari tubuhnya membuat siapa pun tidak ingin mendekatinya.Naga purba yang pernah ditemui Tirta dan yang lainnya sebelumnya maupun naga sakti yang menjelma dari darah leluhur buaya sakti sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Genta. Jika dibilang kedua naga itu berbeda jauh dengan Genta, itu pun tidak berlebihan. Naga sejati yang mustahil lahir di alam tingkat rendah pun kini benar-benar muncul di hadapan mereka.Selvi dan Kaisar Obat menatap Genta tanpa berkedip karena merasa sangat terkejut dan tidak percaya.Bahkan Jade juga demikian. Dia memang sudah pernah melihat G
"Saat baru menetas, mereka biasanya nggak langsung tunjukkan vitalitas yang begitu kuat. Mereka harus simpan cukup banyak energi di dalam tubuh sebelum benar-benar terbangun," jelas Jade melalui transmisi suara."Ternyata begitu. Syukurlah, syukurlah," kata Tirta yang hatinya akhirnya lebih tenang. Namun, perasaan gembira yang meluap-luap masih membuatnya kesulitan menyusun kata-kata. Dalam kegugupan, kecemasan, dan harapan yang meluap-luap, setengah jam terasa seperti setahun baginya.Saat ini, lebih dari setengah esensi nadi naga dari wilayah dalam radius dua juta mil sudah terserap ke dalam tubuh mungil Genta. Cangkang telur naga akhirnya hancur sepenuhnya dan memperlihatkan tubuh seekor naga muda yang melayang di hadapan Tirta dan yang lainnya. Bahkan tanpa perlu arahan Selvi melalui formasi, naga muda itu sudah bisa menyerap energi nadi naga dengan sendirinya.Pemandangan ini benar-benar sulit dipercaya. Jika seorang ahli yang berada tingkat semi pengguncang langit menyerap energi
"Untung saja kita kembali nggak terlalu terlambat. Melihat keadaan ini ... sepertinya dia akan segera menetas, 'kan?"Tak lama kemudian, Tirta dan Jade kembali. Begitu melihat pemandangan di hadapannya, jantung Tirta berdebar. Dia merasa sangat gugup, sesuatu yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Dia bahkan bernapas dengan sangat hati-hati karena takut akan mengganggu Genta."Ck, aku belum pernah melihatmu begitu gugup. Kalau orang yang nggak tahu melihatnya, mereka mungkin akan mengira kamu sendiri yang melahirkan telur naga ini," kata Selvi. Dia merasa agak terkejut saat melihat sikap Tirta, sehingga dia pun diam-diam mengirim transmisi suara itu sambil tertawa geli."Tentu saja bukan aku yang melahirkan telur naga ini, tapi aku utang satu nyawa padanya. Nggak, utangku kepadanya jauh lebih besar daripada sekadar satu nyawa. Jadi, kalau dia berhasil menetas, setidaknya aku bisa sedikit menebus kesalahanku padanya meskipun itu hanya hal kecil," jawab Tirta melalui transmisi suara."
Kabar itu menyebar dari satu ke sepuluh dan dari sepuluh ke seratus, lalu dari seratus ke seribu. Tak butuh waktu lama, kabar itu sudah sampai ke telinga berbagai monster iblis."Apa ....""Ternyata dia nggak mau jadi Raja Monster yang baru?""Kita selamat .... Kita benar-benar lolos dari maut!"Saat berbagai monster iblis masih diliputi perasaan terkejut dan campur aduk, Jade dan Tirta sudah terbang meninggalkan tempat itu untuk menemui Selvi dan Kaisar Obat.....Setelah Tirta dan Jade pergi, Selvi memeluk telur naga yang diberikan Tirta padanya. Tak lama kemudian, dia dan Kaisar Obat kembali ke tempat mereka sebelumnya memasang formasi.Namun.Bagaimanapun juga, tempat ini merupakan pusat tribulasi surgawi. Meskipun sasaran utama tribulasi itu adalah Tirta dan Jade, formasi di tempat ini tetap mengalami kerusakan yang sangat parah."Kalau mau menyalurkan energi nadi naga ke dalam telur naga ini, sepertinya aku harus memperbaiki formasi di tempat ini lebih dulu," kata Selvi. Dia sebe
Ternyata Jade tiba-tiba teringat pada gua aneh tempat dirinya pernah dikurung saat dalam perjalanan menuju tempat itu, sehingga dia sempat menceritakan hal itu pada Tirta.Oleh karena itu, Jade dan Tirta berpura-pura tidak mampu melawan. Begitu anjing iblis itu muncul, mereka langsung melancarkan serangan untuk membunuhnya dalam satu kesempatan."Jadi, bagaimana rencanamu menangani monster-monster iblis yang tersisa?" tanya Jade. Setelah berhasil membalaskan dendamnya, dia justru tidak terlihat begitu bahagia.Tirta bisa memahami perasaan Jade. Dibandingkan membalas dendam, Jade tentu lebih berharap Raja Monster terdahulu dan yang lainnya masih hidup. Namun, semuanya sudah menjadi kenyataan yang tidak bisa diubah. Dia hanya bisa mengganti topik pembicaraan untuk mengalihkan perhatian Jade."Monster-monster iblis utama sudah dibunuh. Soal sisanya ... aku juga nggak tahu harus berbuat apa pada mereka. Bagiku, bunuh atau nggak bunuh mereka sebenarnya nggak begitu berarti. Aku juga nggak m







