Share

Bab 1131

Author: Hazel
Tirta meninggalkan Desa Persik pada pukul 1 siang. Dia pergi ke labirin obat untuk melihat pertumbuhan bahan obat-obatan. Untung saja, Nia mengikuti gambar yang diberikan Tirta dengan menggabungkan cara penanaman bibit bahan obat di buku kuno pengobatan.

Jika bukan karena Tirta memahami keistimewaan labirin obat, takutnya dia juga tidak bisa keluar. Tirta juga melihat banyak mobil polisi yang berpatroli di luar Desa Persik.

Dengan adanya perlindungan dari polisi, labirin obat, dan jimat, Tirta b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** yasmin korban berikut lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3162

    Febri menangis cukup lama. Matanya kini merah, sementara wajahnya yang sudah kurus tampak makin menyedihkan dan memilukan."Febri, apa pun yang terjadi, ceritakan saja padaku. Nggak perlu sungkan. Semua yang ada di sini orang sendiri kok," ucap Tirta sambil menyeka air matanya."Pak Tirta, kamu nggak perlu menyembunyikannya lagi. Aku sudah tahu semuanya." Tubuh Febri bergetar. Dia menunduk dan perlahan melepaskan diri dari pelukan Tirta."Kamu sudah tahu apa?" Firasat buruk langsung muncul di hati Tirta."Ayahku ... ayahku mungkin sudah nggak ada lagi di dunia ini." Febri tidak mampu menahan diri lagi dan kembali menangis."Apa maksudmu? Siapa yang bilang begitu? Belum lama ini aku pergi ke dunia misterius dan bertemu ayahmu.""Dia dan teman-teman seperguruannya hidup baik." Tirta mengernyit, lalu tersenyum untuk menenangkannya.Pada saat yang sama, dia juga berpikir bagaimana Febri bisa tahu soal ini. Jangan-jangan gadis itu diam-diam pergi ke dunia tersembunyi?Febri berkata, "Waktu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3161

    "Hehe, kita sama-sama anggota sekte, pasti akan sering bertemu. Tetua bersedia melupakan perselisihan, itu menunjukkan Tetua memang orang yang berlapang dada," puji Shindy, jelas tidak tulus."Kamu terlalu memuji," jawab Suryana."Karena kesalahpahaman sudah terselesaikan, aku nggak akan mengganggu lagi. Aku pamit dulu." Selesai berkata demikian, Shindy bersiap untuk berbalik dan pergi."Tunggu." Tiba-tiba, Suryana memanggilnya."Apa ada urusan lain?" tanya Shindy yang seketika merasakan firasat buruk."Kita sudah jadi anggota sekte selama bertahun-tahun. Bahkan tanpa hadiah pun, aku nggak akan mengatakan apa-apa.""Tapi, temperamen kedua muridku itu terkenal aneh. Menurut pendapatku, sebaiknya kamu juga menyiapkan hadiah lagi untuk minta maaf kepada mereka berdua.""Kalau mereka mengadu kepada pemimpin dan melaporkan kesalahanmu, aku juga nggak bisa menghentikannya. Aku pun nggak ingin melihat hal seperti itu terjadi."Mendengar kata-kata itu, Shindy langsung paham bahwa Suryana sedan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3160

    "Mana ada? Ini murni kecelakaan. Mereka berdua keracunan dan aku cuma bantu keluarin racunnya," jawab Tirta jujur.Namun, Devika sama sekali tidak percaya. Dia terus mendesak tanpa mau mengalah. "Kapan sih kamu nggak punya alasan? Jangan kira aku kayak Marila sama Shinta yang gampang dibujuk. Aku ini bukan orang yang bisa dipermainkan!""Kalau kamu nggak mulai menahan diri, aku benar-benar bakal mengulitimu hidup-hidup, terus mengebirimu biar kamu nggak bisa jadi laki-laki lagi!"Ucapan seperti itu sudah berkali-kali didengar Tirta. Dia segera mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan sikap mengalah. "Oke, oke, aku salah. Aku pasti akan berubah. Aku nggak akan berani lagi.""Huh! Karena sekarang banyak orang, aku nggak akan kasih kamu pelajaran. Tunggu malam nanti, lihat saja apa aku bakal ampuni kamu atau nggak!" Devika akhirnya melepaskan telinga Tirta.Penampilannya yang sok menjaga wibawa itu kembali mengundang tawa Saba dan yang lainnya. Marila dan Shinta bahkan tahu betul apa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3159

    "Tirta, akhirnya kamu datang juga menjenguk kami! Sudah lama kami nggak dengar kabarmu!"Baru saja memasuki Nagamas, Saba dan Yahsva yang menerima kabar segera menyambut dengan rombongan mereka.Pada saat yang sama, Marila dan Shinta, dua saudari cantik itu juga ikut datang."Kak Tirta, aku benar-benar kangen kamu! Cepat peluk aku!""Pak Tirta selama ini ke mana saja? Sudah lama sekali nggak ada kabar.""Mereka berdua ini wanita barumu?"Sudah lama sekali, benar-benar sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Tubuh Saba dan Yahsva juga mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Meskipun setiap hari mereka meminum mata air spiritual yang diteliti Tirta, hal itu tetap tidak dapat mengubah keadaan.Bagaimanapun juga, mereka tidak berkultivasi. Mereka tidak mungkin memiliki kemampuan seperti para kultivator yang bisa dibilang tidak menua.Sementara itu, tubuh Marila dan Shinta pun tampak makin matang dan berisi. Kedua wanita itu langsung mengapit Tirta dari kedua sisi. Seketika, dia dikelilingi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3158

    "Kenapa? Memangnya sulit diwujudkan? Kalau aku memindahkan cukup banyak mata air spiritual, nadi spiritual, dan obat spiritual ke sini, seharusnya beres, 'kan?"Tirta merasa reaksi mereka terlalu berlebihan."Ini bukan soal sulit atau nggak. Ini sudah seperti mimpi di siang bolong. Kamu tahu setandus apa energi spiritual di dunia ini?""Bahkan nggak sampai sepersepuluh dari dunia awani. Ini ibarat danau yang sudah kering.""Kalaupun kamu memindahkan banyak mata air spiritual dan obat spiritual ke sini, semuanya tetap akan tercerai-berai, nggak akan bisa bertahan.""Itu karena dunia ini nggak punya sumbernya. Dengan kata lain, sumber asal dunia ini sudah mulai runtuh.""Kalau aku jadi kamu, aku mending mencari dunia lain yang energi spiritualnya melimpah, daripada susah payah melakukan sesuatu yang akhirnya sia-sia." Irena menggeleng."Kak Yumika, apa benar seperti itu?" tanya Tirta sambil berpikir."Secara teori memang begitu. Tapi kalau cuma membangun satu kawasan kecil dan menopangny

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3157

    "Aku nggak akan kasih kamu kesempatan itu," ujar Tirta yang bisa menebak isi pikirannya."Aku nggak punya niat seperti itu. Jangan nilai aku dengan pikiran jahatmu," kata pembunuh wanita itu dengan panik."Cih, mau membela diri saja ngomongnya berantakan. Kelihatannya otakmu jadi tumpul karena terlalu lama berkultivasi. Ngomong-ngomong, suamimu ini bahkan belum tahu siapa namamu." Tirta mengangkat dagunya yang putih bersih, lalu bertanya."Namaku Irena." Di bawah tekanan Tirta, pembunuh wanita itu akhirnya menjawab."Irena, hm ... namamu mirip sekali sama nama Kak Irene." Tirta mengingat nama itu. Dia melirik ke arah Yumika dan melihat wanita itu hanya memejamkan mata untuk memulihkan diri tanpa melakukan apa pun. Karena itu, dia juga tidak mengatakan apa-apa kepadanya.Sebenarnya, setelah kemampuan berpikirnya pulih sedikit, Yumika juga sedang memikirkan masa depannya.Namun, dilihat dari sikap Tirta, dalam waktu dekat dia tidak mungkin bisa meninggalkan sisi pria itu. Dia hanya bisa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1147

    "Memangnya apa yang bisa terjadi padaku, Bella? Jangan pikir yang aneh-aneh. Kamu sudah bekerja seharian. Pasti capek, 'kan? Mau aku pijat bahumu atau kakimu?"Merasa diperhatikan oleh Bella, Tirta tidak bisa menahan senyuman. Dia menarik Bella duduk di atas tempat tidur, menunjukkan sikap manisnya.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1259

    Sebelum Ayu sempat bicara, Darwan berbalik dan menegur Bella, "Dasar nggak sopan! Bu Ayu itu bibimu, masa kamu bercanda seperti itu dengannya? Cepat minta maaf pada Bu Ayu. Kalau nggak, aku beri kamu pelajaran!"Bella sama sekali tidak takut. Dia menjulurkan lidahnya dan menyahut, "Oke, Ayah!"Kemud

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1212

    "Gila .... Wanita ini kelihatannya cantik, tapi kejam banget!""Aku bahkan bisa mendengar suara sesuatu pecah tadi. Untung tadi aku nggak coba mendekatinya!""Cuma kejam nggak cukup. Yang dia pukul itu Doddy.""Ayahnya punya saham di semua toko emas lantai ini. Dia kaya dan punya pengaruh besar!""A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1188

    Hanya saja, suara mereka tidak terlalu keras saat memarahi Tirta. Bagaimanapun, mereka menunggu diselamatkan Tirta.Tirta yang sudah menikmati perhatian para murid wanita baru berjalan keluar dari kerumunan. Dia mulai menyingkirkan Air Kutukan para pesilat kuno pria dan pemimpin sekte.Tentu saja, T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status