Share

Bab 114

Penulis: Hazel
Setelah Wardah mengatakan hal itu, suasana di ruangan itu menjadi hening seketika. Raut wajah semua orang menjadi sangat masam, termasuk Tirta.

"Bibi, apa kamu punya bukti menuduhku malpraktik?" tanya Tirta. Penampilan wanita ini memang lumayan cantik, tetapi Tirta tidak bisa bersabar jika wanita ini terus memfitnahnya. Dia langsung berjalan ke arah wanita itu dan menanyakannya.

"Orang kampungan, kamu panggil aku apa tadi?" Wardah tampaknya tidak berniat untuk menjawab pertanyaannya, melainkan m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
hans
***** bongkar kelakuan bejatnya lanjut
goodnovel comment avatar
Abi Padli
ncrott aja itu perempuan....pasang nungging
goodnovel comment avatar
aanaqish
teruskan, semoga c nenek terus ketahuan sikap penipunya.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2968

    Situasi seperti ini bukan hanya membuat Rafif terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi. Jelas-jelas dia sudah mengerahkan teknik rahasia untuk meningkatkan kemampuannya, tetapi dia tetap tidak bisa mengalahkan Tirta.Bukan hanya serangan telapak tangan Rafif dikalahkan, bahkan barang berharga yang diberikan penguasa agung rusak sampai-sampai hampir menjadi barang rongsokan.Rafif tidak tahu Tapak Penakluk Naga adalah teknik andalan klan Genta. Kertas emas juga merupakan barang suci yang mencatat Mantra Evolusi Semesta. Tentu saja Tirta bisa mengalahkan Rafif dengan mudah.Kenyataannya sudah begitu jelas. Rafif terpaksa harus percaya. Hal ini karena Tirta sudah mendekati Rafif dalam sekejap."Arus Balik Galaksi!" seru Rafif. Dia membentuk segel tangan dengan cepat sehingga meninggalkan bayangan di ruang hampa.Rafif mengerahkan seluruh kultivasinya sampai maksimal. Dia menggunakan salah satu teknik andalannya dan kekuatannya sangat besar.Galaksi luas yang misteriu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2967

    Tujuh tetua berseru kaget."Eh? Kenapa kemampuan pemuda ini begitu mengerikan? Ini nggak mungkin!""Aneh sekali!""Sudah jelas kekuatan dari serangannya tadi setara dengan kemampuan kultivator tingkat pembentukan dewa tahap akhir. Nggak mungkin kita bisa melawannya!"Rafif yang berdiri di belakang juga terkejut. Dia bergumam, "Sudah kuduga, pemuda ini nggak biasa. Nggak disangka, kekuatan tempurnya begitu mengerikan!"Dalam sekejap, Tirta bergerak secepat kilat dan melancarkan serangan dengan kekuatan dahsyat. Ruang hampa berguncang dan hancur. Ditambah dengan kertas emas yang dikendalikan dengan kesadaran spiritualnya, Tirta langsung membunuh empat tetua.Darah menyembur dan bau amis darah merebak. Kemampuan yang ditunjukkan Tirta membuat semua orang ketakutan.Tiga tetua yang tersisa tidak berani bertindak lagi. Mereka mundur sembari berseru, "Cepat mundur! Kalau nggak, kita akan dibunuh pemuda ini! Dia itu siluman!"Tirta tidak mengejar mereka, melainkan menopang kertas emas di tang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2966

    Nayara membelai wajah Nova dengan tangan gemetaran seraya berucap, "Kamu nggak salah, tentu saja aku nggak akan biarkan kamu mati. Sayangnya, kemampuanku sangat lemah. Sekalipun aku bertarung mati-matian, juga nggak bisa melindungimu ...."Hanya saja, tangan Nayara terkulai. Lukanya terlalu parah dan darah menodai pakaiannya. Bahkan inti jiwanya hampir lenyap."Jangan ... Guru ...," panggil Nova. Dia bersandar di pelukan Nayara sambil menangis tersedu-sedu. Namun, dia tidak bisa mengubah apa pun."Tetua Nayara, sepertinya kamu benar-benar menyayangi muridmu ...," kata Tirta yang merasa tidak tenang. Dia tidak menyangka Nayara berani melawan Rafif, jadi dia tidak sempat menghentikan Nayara.Bagaimanapun, Tirta tidak mengerahkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang. Kesenjangan kemampuan dan kecepatan Tirta dengan Rafif terlalu jauh.Rafif yang berada di dekat sana mendengus dan berujar kepada para tetua, "Nggak usah bicara omong kosong lagi. Aku janji akan hadiahkan barang berharga pemberian

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2965

    Shanaya dan Nayara juga datang. Mereka tampak terkejut. Keduanya sangat terpukul melihat mayat Danendra dan enam murid lainnya yang tak berkepala jatuh ke tanah.Dua pria berseru secara bersamaan, "Danendra dibunuh!"Kedua pria itu berusia sekitar 40 tahun. Wajah mereka mirip dengan Danendra. Kultivasi mereka mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga. Mereka adalah kakaknya Danendra yang bernama Yuzrin dan Zamran.Suara Yuzrin dan Zamran memang menunjukkan mereka terkejut, tetapi sebenarnya mereka juga merasa senang. Mereka seperti mengatakan akhirnya Danendra mati!Rafif berujar, "Tetua Nayara, kamu yang membawa orang ini masuk ke sekte. Dia membunuh putra kesayanganku, itu berarti kamu itu komplotan pembunuh putraku! Aku baru ampuni kamu kalau kamu membunuh dua orang ini!"Rafif sangat cerdik. Melihat ekspresi Tirta yang tetap terlihat tenang, dia takut Tirta menyimpan trik untuk menyerang balik. Jadi, dia menyuruh Nayara bertindak agar bisa mencari tahu kemampuan Tirta.Tubuh N

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2964

    Tirta terkejut mendengar ucapan Nova. Dia berkomentar, "Apa? Formasi perlindungan sekte ini bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa kalau dikerahkan dengan kekuatan penuh?"Padahal status kultivator tingkat pemurnian dewa sangat tinggi di sepuluh sekte super besar dunia awani. Status mereka adalah tetua agung.Lavanya yang berstatus sebagai pemimpin sembilan gunung suci juga baru mencapai tingkat pemurnian dewa. Padahal Sekte Formasi Surgawi merupakan bagian dari tiga tempat suci terbesar.Namun, Sekte Hala hanya sekte kecil yang tidak terkenal. Kenapa formasi perlindungan sekte mereka begitu hebat? Siapa yang memasang formasi sehebat ini untuk melindungi sekte kecil begini?Wajah Nova memucat. Dia menjelaskan, "Benaran, aku juga mendengarnya dari guruku. Formasi sekte ini dipasang oleh orang yang menyokong penguasa agung itu, makanya formasi sekte ini begitu hebat. Selain Sekte Hala, dua sekte lain yang dibangun penguasa agung juga dilindungi formasi seperti ini."Nova menamba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2963

    Danendra merasakan dirinya hampir mati. Dia menangis saking takutnya, bahkan sampai kencing di celana.Danendra berteriak, "Jangan ... kamu nggak boleh membunuhku! Ayahku itu pemimpin Sekte Hala dan dia itu kultivator tingkat pembentukan dewa yang hebat! Dia punya kartu takdirku!""Begitu kamu membunuhku, ayahku pasti langsung tahu. Dia akan keluar dari pengasingan, lalu membunuhmu untuk membantuku balas dendam! Nggak ada untungnya bagimu kalau kamu membunuhku," lanjut Danendra.Danendra menyarankan, "Begini saja, kamu lepaskan aku. Aku jamin nggak akan mencari masalah denganmu lagi. Kumohon, aku benar-benar nggak ingin mati .... Aku juga nggak ingin inti jiwaku dilenyapkan!"Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Memangnya kultivator tingkat pembentukan dewa sangat hebat? Bagiku, kultivator tingkat pembentukan dewa nggak ada apa-apanya. Kamu yang membawa anggotamu untuk mencari masalah denganku dan menghina kekasihku, jadi hari ini kamu harus mati. Siapa pun nggak bisa menyelamatkanmu."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 89

    "Jangan mimpi. Sekarang ini masih siang, nanti kelihatan orang lain. Bukannya kamu mau mempromosikan klinik? Aku ikut denganmu. Malam nanti baru aku pergi mencarimu," bisik Nabila setelah memastikan tidak ada orang lain di sekitar mereka.Setelah berkata demikian, wajahnya menjadi tersipu malu."Hehe,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 43

    Namun, ketika tangan Tirta mulai bergerak ke bawah, Agatha langsung mendorong Tirta dan menolak, "Kamu nggak boleh menyentuhku lagi! Kamu sudah punya pacar. Kelak, kamu harus jaga sikapmu saat bertemu denganku."Agatha mengembuskan napas, lalu segera merapikan bajunya. Kulit Agatha sangat mulus. Agat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 78

    Sesampainya di toko giok, Tirta memilih empat kalung giok bernilai 2 miliar lebih. Setiap desain kalung itu sangat unik. Wanita mana pun akan jatuh hati melihatnya.Tirta awalnya merasa tidak enak hati memilih kalung semahal itu, tetapi Irene bersikeras memaksa. Tirta tidak berkesempatan untuk menola

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 79

    "Sepertinya, kamu mengira profesi dokter nggak bisa menghasilkan uang, ya? Atau kamu merasa ilmu medisku kurang hebat?" Tirta terkekeh-kekeh."Aku merasa setiap manusia memiliki kelebihan tersendiri. Kamu begitu ahli dalam menilai batu mentah, jadi aku merasa ilmu medismu seharusnya biasa-biasa saja.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status