MasukCallista hanya ingin hidup nyaman setelah transmigrasi ke novel kaya raya. Namun ia justru masuk ke tubuh antagonis paling dibenci keluarga Lilithana. Di hari pertama membuka mata, Callista sudah dituduh gila setelah menghajar putri kesayangan keluarga itu hingga berdarah. Tanpa ragu, keluarganya sendiri mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Awalnya Callista tidak peduli. Baginya, menjauh dari para tokoh utama jauh lebih aman. Namun tempat itu perlahan menghancurkan dirinya. Dan ketika keluarga Lilithana akhirnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit jiwa itu—Callista sudah terlalu hancur untuk kembali seperti dulu.
Lihat lebih banyakSuasana meja makan yang tadinya hanya sekadar kacau, kini perlahan bertransformasi menjadi panggung sandiwara kelas berat. Arsenia, yang merasa "porsi" perhatiannya tersedot habis oleh kemesraan Regan yang melayani Callista, akhirnya memutuskan bahwa sudah saatnya untuk mengeluarkan kartu As-nya: jurus Sesak Napas Dramatis Versi 4.0.Ia mendadak meletakkan sumpitnya dengan gemetar, tangannya memegang dada, dan matanya membelalak dramatis ke arah langit-langit ruangan."Aduh! Astaga... udara di sini tiba-tiba menjadi sangat tipis!" Arsenia terengah-engah, suaranya terdengar seperti peluit kereta api yang macet. "Ray... Rayden! Udara di ruangan ini tidak cukup! Aku merasa oksigennya habis tersedot ke sisi meja sana! Bisakah kau... bisakah kau mengipasi aku?"Rayden, yang sedang berada dalam fase "aku-ingin-pensiun-dari-pernikahan-ini", menoleh dengan tatapan datar yang sanggup membekukan air panas. Ia melihat ke sekeliling, lalu meraih buku resep masakan set
Puncak kekacauan malam itu tidak terjadi saat kuah hotpot terciprat ke jas mahal Rayden, melainkan saat Xayyan, pemuda yang otaknya sering kali bekerja dengan logika yang hanya dia sendiri yang paham, memutuskan untuk mengambil alih kendali panci hotpot. Dengan semangat seorang ilmuwan gila di laboratorium rahasia, Xayyan bangkit dari kursinya, membawa nampan berisi segala jenis sayuran yang tersisa, bakso-baksoan, mie instan, bahkan sisa keripik kentang yang entah kenapa dia bawa ke meja makan."Dengar semuanya! Aku punya teori revolusioner!" seru Xayyan dengan suara lantang, mengabaikan fakta bahwa Rayden sedang sibuk berusaha menyelamatkan harga diri jasnya dengan tisu basah. "Kalau kita memasukkan semua bahan ini secara bersamaan ke dalam panci, rasa kaldunya akan mengalami evolusi molekuler yang sangat drastis, sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang unik dan belum pernah dirasakan lidah manusia mana pun di dunia ini!"Ia memegang panci itu seolah sedang mem
Malam itu, ruang makan kediaman Regan disulap menjadi zona perang gastronomi. Alih-alih menyajikan hidangan yang elegan dan tenang, mereka memutuskan untuk mengadakan pesta hotpot. Asap mengepul dari panci besar di tengah meja, menyelimuti ruangan dengan aroma kaldu rempah yang menggoda. Namun, bagi para penghuni meja, hotpot ini bukan sekadar urusan perut; ini adalah instrumen perang psikologis.Regan, dengan ketelatenan seorang pelayan istana yang telah berlatih selama sepuluh tahun, secara otomatis mengambil alih posisi di samping Callista. Ia mengabaikan panci itu sendiri dan memfokuskan seluruh energinya pada "proyek" bernama Callista. Dengan gerakan yang begitu halus hingga hampir tampak seperti koreografi tari, ia meracik saus wijen dengan rasio yang sempurna, memotong daging wagyu kualitas A5 dengan presisi bedah saraf, dan kemudian, dengan satu gerakan sumpit yang sangat terlatih, ia menyuapi Callista seperti sedang memberi makan seorang ratu yang sedang dalam masa
Pintu depan kediaman Regan terbuka dengan gaduh, seolah-olah ada rombongan paduan suara yang baru saja kalah dalam kompetisi dan sedang meluapkan emosi. Rayyan dan Xayyan masuk ke ruang tamu, membawa sekotak donat artisan—jenis donat yang harganya bisa membuat satu orang makan kenyang selama seminggu—dan beberapa botol soda yang berbunyi krek-pess setiap kali tutupnya dibuka.Xayyan, sang pemuda yang memiliki kemampuan alami untuk benar-benar gagal membaca suasana, langsung bergerak seperti radar yang rusak. Ia mengabaikan Callista yang sedang menatapnya dengan tatapan "kalau kau mendekat, kau tamat," dan malah meluncur lurus ke arah Arsenia yang masih dalam posisi duduk anggun setelah sesi yoga-nya yang legendaris."Wah, Nia! Sembuh total? Hebat banget!" seru Xayyan dengan mata berbinar-binar penuh kepolosan. Tanpa aba-aba, ia meletakkan kotak donat mahal itu tepat di samping kaki Arsenia, seolah-olah Arsenia adalah sebuah kuil yang pantas menerima sesaji donat be
Sementara di sisi lain, Rayden tidak tahu apa yang mendorongnya ke rumah sakit jiwa hari itu. Mungkin rasa penasaran. Mungkin karena ia ingin memastikan Callista benar-benar kapok. Atau mungkin... karena ia merasa sesuatu yang tidak ia mengerti menggigit hatinya sejak kemarin.Yang jelas, langkahny
Enam hari.Hanya enam hari, tetapi bagi Callista, rasanya seperti enam bulan hidup dalam penjara tanpa cahaya. Setiap hari di rumah sakit jiwa itu berjalan dengan ritme yang sama: bangun dengan kepala berat akibat obat bius, makan bubur hambar yang bahkan tidak layak disebut makanan, lalu tidur kem
Malam itu adalah malam paling panjang bagi Callista.Ia dikurung di kamar yang tidak sesederhana bayangannya. Sejam setelah Rayyan dan Xayyan pergi, Callista duduk di ujung ranjang putih dengan wajah jengkel namun masih menyimpan keangkuhan."Rumah sakit jiwa itu nyaman kok," katanya sore itu sebel
Lorong itu sunyi, hanya suara roda brankar yang sesekali berdecit ketika seorang perawat lewat tergesa. Bau antiseptik menusuk, bercampur aroma karbol yang begitu kuat hingga Sera merasa perutnya mual. Langkah mereka berhenti di depan pintu bertuliskan Konsultasi Psikiatri Utama. Alden mengetuk pel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan