Share

Bab 1258

Author: Hazel
Di sisi lain, akhirnya pesawat terbang yang dinaiki Tirta dan Bella mendarat di bandara Provinsi Dohe setelah melakukan perjalanan selama 2 setengah jam.

Elisa yang sudah turun dari pesawat terbang langsung menarik Ayu dan berujar dengan antusias, "Kak, orang-orang dari dunia fana sangat hebat. Kalian bisa menciptakan alat transportasi udara. Awan itu indah sekali, seperti kapas bersih yang melayang di langit."

Elisa meneruskan, "Aku tahu ini nggak mungkin, tapi aku benar-benar ingin memetik awa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3366

    "Ah .... Bocah ini terlalu mengerikan! Ketua, cepat datang bantu kami!"Tirta terus-menerus menarik busur dan menembakkan anak panah seolah tidak ada habisnya.Di antara lima atau enam kultivator tingkat semi pencapaian agung yang bertarung melawan tiga orang suci dunia awani, tubuh tiga orang langsung tertembus dan terbakar hingga menjadi abu.Pemandangan seperti itu benar-benar mengerikan. Bahkan para pembunuh yang sudah lama berhati kejam pun tak kuasa menahan rasa takut yang luar biasa.Melihat keadaan itu, para pembunuh yang tersisa segera melarikan diri menuju Bakrie, yang menjadi sandaran mereka. Sambil terbang, mereka berteriak meminta pertolongan.Dalam sekejap, situasi di medan perang berubah menjadi berat sebelah. Keunggulan mutlak itu pun sepenuhnya berada di pihak Tirta."Bagus, bocah! Bagus sekali! Kamu ternyata sudah membunuh begitu banyak anak buah eliteku! Kalau begitu, biar aku sendiri yang menghadapimu!"Amarah Bakrie langsung membubung tinggi. Di saat yang sama, dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3365

    Puft!"Irena, Kak Yumika, Nona Priya, hati-hati!" seru Tirta. Melihat dua pembunuh itu sudah mendekat dengan senyuman kejam di bibir mereka, dia sama sekali tidak menghindar. Dalam sekejap, dia mengaktifkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang dan menaikkan kekuatannya hingga tingkat semi pencapaian agung.Pembunuh yang berada di paling depan memang sempat merasakan firasat bahaya. Namun, saat dia hendak mundur, semuanya sudah terlambat karena Tirta langsung menghancurkan kepalanya dengan satu pukulan. Saat jiwa spiritualnya terbang mundur dengan ketakutan, Tirta mengeluarkan Busur Matahari yang telah lama tidak digunakannya.Tirta mengayunkan Busur Matahari hingga bunga api beterbangan, lalu seorang pembunuh lainnya langsung dipukul mundur. Lengan pembunuh itu mati rasa karena benturan itu, bahkan tulangnya pun hampir retak."Bocah ini ternyata bisa keluarkan kekuatan sebesar ini," kata salah satu pembunuh yang menyadari situasinya mulai memburuk itu, lalu segera melesat keluar dari kepunga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3364

    Sebelumnya, Tabib Suci telah menggunakan bubuk aneh agar para pembunuh Dinasti Pembunuh menampakkan diri dari ruang hampa dan keunggulan bersembunyi di kegelapan mereka pun hilang. Namun, bukan berarti kemampuan bertarung mereka menjadi lemah. Meskipun bertarung secara terbuka, daya tempur mereka juga tetap sangat mengerikan.Sebelas pembunuh senior tingkat semi pencapaian agung dan enam puluh pembunuh tingkat penebas dewa tahap akhir puncak kelas tinggi. Dengan kekuatan sebesar itu, daya tempur mereka benar-benar mengerikan. Meskipun harus menghadapi seluruh anggota sekte dari salah satu tiga tanah suci besar, mereka masih bisa bertarung dengan seimbang.Apalagi jika digunakan untuk menghadapi Tirta dan rombongannya, para pembunuh itu bisa menghabisi dengan mudah. Meskipun demikian, mereka tetap mengerahkan seluruh kemampuan. Tidak ada sedikit pun rasa lengah ataupun meremehkan lawan. Bagi seorang pembunuh, itu sama saja mempertaruhkan nyawa sendiri jika melakukan kesalahan karena mem

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3363

    "Sekarang bocah sepertimu malah nggak mau panggil aku Kakek Buyut. Bukankah itu terlalu nggak tahu sopan santun?" kata Bakrie. Dia tentu saja tidak tahu Lavanya sudah membocorkan rencananya pada Tirta, dia mengira Tirta masih belum tahu apa pun. Oleh karena itu, dia memasang sikap sebagai seorang tetua dan mulai memberi nasihat.Namun, ucapan Irena membuat ekspresi Bakrie langsung muram. "Kakek Buyut, bisa nggak jangan salahkan Tirta? Bukannya Kakek Buyut juga setuju permintaan Sekte Formasi Surgawi untuk bunuh Tirta? Kalian berdua sama saja. Mulai sekarang, cabut saja perintah pembunuhan Tirta. Aku akan suruh dia panggil Kakek Buyut. Kalau nggak, dia akan panggil Kakek Buyut dengan Ketua seumur hidup."Bahkan Tirta pun tertegun saat mendengar ucapan itu karena dia sama sekali tidak menyangka Irena akan berbicara blak-blakan seperti itu. Dengan ekspresi tetap tenang, dia diam-diam memberi isyarat pada Selvi dan Tabib Suci.Begitu menerima isyarat itu, keduanya langsung bersiap untuk me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3362

    Mengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3361

    "Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1711

    Tirta tertawa melihat anjing hitam menutupi bagian vital dengan ekornya. Dia juga terus mundur dengan ekspresi waswas. Hal ini karena seekor anjing yang menunjukkan gerak-gerik seperti ini sangat lucu.Tirta berujar, "Anjing hitam, jangan begitu. Aku nggak akan menyerangmu lagi. Turunkan kewaspadaan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1712

    "Aku nggak mau bertarung denganmu lagi. Ambil saja Tungku Petani Suci ini. Ke depannya jangan cari masalah denganku lagi! Aku nggak mungkin jadi penjaga rumahmu!" tegas anjing hitam.Anjing hitam merasa gusar diserang Tirta. Meskipun tidak benar-benar terluka, sebagian bulunya terbakar hingga gosong

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1710

    Pedang Terbang memelesat ke arah anus anjing hitam. Jika sedikit melenceng, bokong anjing hitam akan ditebas Pedang Terbang yang tajam.Anjing hitam menggonggong. Bokongnya menegang saat merasakan hawa yang dingin. Dia menambah kecepatannya untuk menjauhi Pedang Terbang.Kemudian, anjing hitam menge

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1752

    Tirta tentu tidak akan keluar. Dia menunjuk Shazana yang sedang bermeditasi dan menggeleng.Prita lanjut berbisik dengan ekspresi memelas, "Keponakanku, aku mohon keluar sebentar ...."Tirta mendesah. Dia terpaksa memasang formasi perlindungan di sekeliling Shazana, lalu menyelubunginya dengan Tekni

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status