Share

Bab 128

Penulis: Hazel
Tirta tentu ingin meniduri Irene. Begitu mendengar syarat Irene, Tirta akhirnya memahami semuanya. Dia langsung mendekapkan Irene ke pelukannya. Tubuh yang hangat membuat Tirta menjadi makin bergairah. Dia mencium aroma tubuh Irene yang wangi.

"Kak, bukannya permintaanmu ini kurang realistis?" ejek Tirta.

"Jangan bertele-tele, katakan saja kamu mau atau nggak?" balas Irene dengan wajah tersipu dan mencoba bangkit dari tubuh Tirta.

Tirta hanya jual mahal. Dia terkekeh-kekeh sambil memeluk Irene d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut broo
goodnovel comment avatar
Aria Alfatih
ternyata.......hmmmm
goodnovel comment avatar
Tommy Meyanu
siap kak ceritanya seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3226

    "Memusnahkan dunia awani juga bisa?" Setelah mendengar perkataan itu, kepala Irena langsung berdengung, seolah puluhan ribu petir meledak di dalam benaknya.Itu terutama karena para binatang iblis ini terlalu kuat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan dunia awani. Perkataan itu memberi guncangan yang luar biasa besar baginya."Ya ampun, Sayang. Kamu benar-benar hebat sekarang. Siapa lagi yang berani menyinggungmu?" Irena memeluk lengan Tirta erat-erat, seolah sedang menggantungkan seluruh nasibnya di sana."Benar juga. Kalau dari awal kita tahu pencuri kecil sepertimu punya status sehebat ini, untuk apa kita khawatir lagi?" ujar Lavanya sambil menahan keterkejutannya dalam hati."Pantas saja sejak pertama masuk ke sini, Tirta ingin melakukan hal seperti itu. Ternyata dia memang sama sekali nggak takut," kata Yumika sambil tersenyum.Priya setengah mengerti dan setengah tidak. Dia melirik Tirta sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan. Situasi saat ini benar-benar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3225

    Namun, wanita itu tetap membisu seperti batu, seolah memang tidak ada. Dia sama sekali tidak menggubris Tirta."Sialan, aku sampai nggak habis pikir. Kamu itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa aku bawa-bawa beban sepertimu?!" Tirta sampai memaki karena kesal.Dalam keadaan mendesak, dia tiba-tiba teringat satu cara lain untuk menyelamatkan diri, yaitu peta bintang.Di dalam peta bintang, Tirta masih ingat ada segumpal api yang pernah menyala hebat di Tebing Maut dan menyelamatkan nyawanya.Tepat ketika Tirta hendak mengeluarkan peta bintang, tiba-tiba naga berkepala tiga itu membuka mulutnya dan berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya berat dan menggelegar.Gema suaranya mengguncang seluruh langit dan bumi, langsung membuat Tirta mengurungkan niatnya."Salam hormat kepada Utusan Suci. Kami nggak nyangka Utusan Suci akan berkenan datang. Saya gagal menyambut kedatangan Utusan Suci dari jauh. Mohon Utusan Suci berkenan memaafkan.""Uuuu ....""Auuu ....""Grrr ...."Seketika, rat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3224

    Pemandangan itu bagaikan menemukan secercah harapan di tengah jurang keputusasaan. Semua orang tak kuasa menahan semangat yang kembali muncul dalam hati mereka.Namun, tiba-tiba saja para binatang iblis di belakang mereka yang semula sangat tenang dan patuh mulai bergerak satu per satu.Meskipun berada di darat, mereka tetap terus bergerak, bahkan membuka sebuah jalan lebar yang mengarah ke lautan."Auuuu ...."Binatang iblis yang sedang diinjak oleh Tirta dan yang lainnya adalah seekor kura-kura raksasa yang bentuknya menyerupai kura-kura biasa, tetapi ukurannya puluhan ribu kali lebih besar. Cangkangnya saja cukup luas untuk menopang sebuah gunung. Benar-benar mengesankan.Keempat cakarnya telah berubah menjadi seperti cakar naga. Kepalanya yang seharusnya bulat dan memanjang ditumbuhi tanduk naga serta sisik hitam pekat. Sisik-sisik itu memantulkan cahaya dan membuatnya tampak begitu gagah.Kultivasinya setidaknya berada di tingkat pencapaian agung. Namun, bahkan seorang kultivator

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3223

    Wilayah terlarang Laut Utara sangat terkenal di seluruh dunia awani. Jika cerita tentang fenomena aneh ini tersebar ke luar, pasti akan menimbulkan kegemparan besar."Awalnya kukira ini akan menjadi perjalanan menuju kematian, nggak kusangka malah terjadi hal yang begitu luar biasa. Kalau kita semua bisa keluar hidup-hidup dari sini ... wilayah terlarang Laut Utara mungkin sudah ganti nama," kata Irena yang mulai merasa gembira."Jangan lengah sebelum benar-benar keluar dari sini. Wilayah terlarang tetaplah wilayah terlarang. Alasan tempat ini disebut wilayah terlarang tentu karena reputasinya yang mengerikan. Nggak pernah ada yang selamat.""Menurutku, nggak mungkin sesederhana ini." Yumika mengingatkan sambil tetap berwaspada.Binatang-binatang iblis itu terlalu besar. Setiap ekor memiliki ukuran yang sebanding dengan sebuah bukit kecil.Tubuh mereka terasa licin dan lengket, jadi kaki juga mudah tergelincir. Bisa dibilang perjalanan itu sangat sulit.Meskipun demikian, Tirta dan yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3222

    Binatang iblis yang jumlahnya tak terhitung itu berdesakan begitu rapat hingga seolah memenuhi seluruh cakrawala.Di belakang satu binatang iblis, masih ada binatang iblis lain yang lebih kuat. Pemandangan yang begitu mengguncang ini membuat Tirta sulit percaya bahwa semua itu benar-benar nyata.Kalaupun seluruh kultivator di dunia awani dikumpulkan di sini, mereka tetap tidak akan mampu menandingi para binatang iblis ini.Terlebih lagi, sekarang Pedang Penumpas Dewa tampaknya sudah kehilangan efeknya. Bahkan Tirta pun mulai merasakan kepanikan dan kegelisahan seolah tidak ada lagi tempat untuk meminta pertolongan."Sebenarnya mati bersama suamiku juga bukan hal yang buruk. Tapi di kehidupan berikutnya, tolong jangan gunakan peta hartamu itu lagi ya? Aku belum puas hidup, tapi sudah harus mati seperti ini. Sayang sekali."Irena menatap langit dengan mata kosong, merasakan keputusasaan yang mendalam."Aku juga nggak nyangka akan diteleportasi ke tempat seperti ini. Mungkin memang sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3221

    Di dalam Paviliun Ufuk, selain Bahadir, semua murid bergelimpangan di tangga panjang yang berlumuran darah. Tidak ada satu pun yang masih hidup."Ayah, aku nggak bisa pergi begitu saja .... Aku ... aku punya banyak obat suci penyembuh luka ....""Aku akan menyelamatkanmu ... lalu membalas dendam kepada Sodam!"Priya terkejut sekaligus murka. Dia hendak mengeluarkan obat-obatan penyembuh luka dari cincin penyimpanannya.Namun tepat pada saat itu, Sodam memegang pedang panjang yang masih meneteskan darah sambil berjalan mendekat dari belakang Priya dengan senyum dingin di wajahnya. Di belakang pria itu, sekelompok ahli Sekte Bulan Berdarah berpakaian hitam mengikuti."Hehe. Priya, aku memperlakukanmu dengan tulus selama ini, tapi kamu berkali-kali menginjak harga diriku!""Kamu lebih memilih dekat dengan si pecundang itu daripada mengucapkan sepatah kata pun kepadaku. Aku pasti akan bikin kamu merasakan akibat dari mengkhianatiku!""Pengawal! Cincang pemimpin Paviliun Ufuk di depan mata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1068

    "Eh? Apa caraku melafalkan mantra salah? Apa teknik ini palsu?" gumam Tirta yang kebingungan.Setelah selesai melafalkan mantra, Tirta tidak bisa menghilang ataupun menembus dinding. Dia mencari dalam ingatannya, lalu dia baru paham. Ternyata Tirta baru memasuki tingkat pembentukan energi. Dia hanya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1023

    Simon tertawa sinis, lalu mengomentari, "Kamu menyarankanku jangan bersikap keterlaluan? Memangnya orang seperti kalian pantas menegurku?"Tiba-tiba, ponsel Simon berdering. Dia bergumam, "Eh, Kakek yang menelepon. Apa Kakek sudah menyuruh orang untuk mencabut jabatan Pak Chandra?"Ekspresi Simon ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1004

    "Aku bukan ingin menjadi musuhmu. Aku cuma merasa ini hanya masalah kecil dan kamu nggak perlu terlalu mempersoalkannya," sahut Darwan dengan tenang."Masalah kecil? Pak Darwan, Anda benar-benar pintar bercanda! Wanitaku dipermalukan di depan umum dan kamu menyebutnya masalah kecil?""Walaupun kejad

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1077

    Fasahat menambahkan, "Jangan sampai omonganmu didengar pesilat kuno lain. Kalau Guru tahu, dia pasti akan menyalahkan kita. Ke depannya, jangan ungkit hal ini lagi!"Lior langsung tersenyum canggung dan mengakui kesalahannya, "Iya. Aku memang salah, Kak Fasahat. Ke depannya aku nggak akan bicara sem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status