Share

Bab 1351

Author: Hazel
Selina menambahkan, "Kamu juga nggak usah bertanggung jawab padaku. Aku anggap hal ini nggak pernah terjadi."

Melihat Tirta salah paham padanya, Selina segera menjelaskan. Bahkan, dia tidak berani menatap Tirta saat bicara. Kalau dulu, Selina pasti tidak berani membayangkan dirinya akan mengajukan permintaan yang begitu memalukan.

Mendengar Selina tidak memintanya bertanggung jawab, Tirta langsung memeluk Selina dengan erat dan berkata dengan ekspresi cemas, "Bu Selina, aku sudah merenggut kesuc
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpff lanjut
goodnovel comment avatar
Nanang Alfian
lanjut bang..
goodnovel comment avatar
Danick Cendani
penulisnya lambat,,
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3424

    Pemuda itu adalah Tirta yang baru saja tiba dengan tergesa-gesa bersama Selvi.Boom.Begitu tiba di Puncak Elokwi, Tirta tidak membuang-buang waktu untuk berbicara dan langsung melayangkan sebuah pukulan. Energi pedang yang panjang menyapu ke segala arah, seolah-olah hendak membelah langit dan bumi.Formasi pelindung di Puncak Elokwi langsung aktif. Bentuknya seperti mangkuk raksasa yang terbalik dan menutupi seluruh gunung. Meskipun tidak langsung hancur, permukaannya bergetar dengan hebat dan riak-riak besar menyebar dari puncaknya seperti ombak yang bergulung-gulung.Tak lama kemudian, sebuah sosok makhluk raksasa melesat keluar dari atas formasi itu. Wujudnya menyerupai binatang buas, tubuhnya seperti kambing dengan wajah manusia. Seluruh tubuhnya diselimuti sisik berwarna emas gelap dan setiap sisiknya memancarkan kilau logam yang dingin sekaligus terlihat nyata.Di bawah kedua ketiak makhluk itu, terdapat sepasang mata merah dan tatapannya terlihat mengerikan. Setiap kali menatap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3423

    Hal itu yang menyebabkan Sekte Bulan Berdarah kehilangan tiga ribu lebih anggotanya. Meskipun demikian, fondasi mereka tetap mampu menekan sepuluh sekte besar dan hanya berada di bawah tiga tanah suci besar.Namun, karena siapa pun yang berniat jahat bisa bergabung dengan Sekte Bulan Berdarah, kekuatan sekte ini jauh lebih lemah dibandingkan sekte-sekte jalan lurus. Ini merupakan kelemahan yang sangat jelas. Jika bukan karena kelemahan itu, sekte ini sebenarnya sudah lama mewujudkan ambisi besarnya untuk musnahkan tiga tanah suci besar dan menguasai seluruh dunia awani."Setelah selidiki selama dua hari, sekarang sudah pasti Istana Samara menderita kerugian yang sangat besar dan hanya tinggal nama. Asal formasi pelindung sekte berhasil ditembus, Sekte Bulan Berdarah bisa musnahkan Istana Samara dengan mudah dan balas dendam. Aku mau tahu siapa di antara para tetua yang berani memimpin pasukan dan buka jalan baru bagi Sekte Bulan Berdarah?"Di kursi utama aula dan di balik bayangan yang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3422

    Perkataan Selvi terdengar sangat tenang, seolah-olah dia hanya sedang membicarakan hal yang sangat sepele. Dan memang begitulah kenyataannya.Buk buk!Terdengar suara mayat yang terus berjatuhan menghantam tanah.Biasanya, suara seperti itu adalah suara yang paling sering didengar para anggota Sekte Bulan Berdarah. Hanya saja, selama ini yang mati selalu orang lain, yang mereka rasakan hanya kegembiraan dan kenikmatan karena memegang kekuasaan atas hidup dan mati.Namun sekarang, para anggota Sekte Bulan Berdarah yang menjadi korban. Suara tubuh yang menghantam tanah itu tidak terdengar menyenangkan lagi, malahan terdengar seperti lonceng kematian."Nenek, kamu mau apa, langsung bilang saja.""Kami pasti akan beri tahu semua yang kami tahu, nggak sembunyikan apa pun."Banyak anggota Sekte Bulan Berdarah yang sadar diri tidak berani melarikan diri lagi. Mereka berbalik arah sambil menahan rasa takut, lalu menangis sambil berlutut di hadapan Selvi dan Tirta."Aku tanya kalian, semua peti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3421

    Saat berbicara, Radif susah payah menahan gejolak di dalam hatinya dan tersenyum.Priya sama sekali tidak menyangka para Tetua Agung itu akan bertindak secepat dan setegas ini. Kini, bukan hanya dia dan ayahnya yang telah ditangkap, bahkan peta bintang milik Tirta juga telah jatuh ke tangan mereka yang penuh ambisi itu. Dia langsung merasa sangat putus asa. "Tuan Tirta, aku benar-benar nggak berguna .... Kalau tahu akan seperti ini, aku harusnya nggak terima artefak ini."........Sementara itu, di pihak Tirta.Dari Panglima Iblis yang ditangkapnya sebelumnya, Tirta mengetahui markas utama Sekte Bulan Berdarah sebenarnya berada di wilayah yang berbatasan dengan bagian tenggara dunia awani. Tempat itu adalah Puncak Polakwi, Puncak Lakwi, dan Puncak Elokwi. Oleh karena itu, dia segera menunggangi angin dan awan menuju ke sana bersama Selvi.Meskipun saat meninggalkan Istana Samara, Tirta sempat ditendang Selvi hingga terbang. Namun, hal itu sama sekali tidak memengaruhi kecepatan perjal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3420

    Priya sudah lama menduga ayahnya akan mengatakan hal seperti itu, sehingga dia segera membujuk, "Ayah ... kita juga bukan tinggalkan warisan leluhur. Kalau dipikirkan dengan saksama, para tetua dan murid yang telah mencurahkan seluruh hidup mereka demi Paviliun Ufuk baru harta paling berharga sekte kita.""Ada pepatah kuno yang bilang pertahankan wilayah tapi kehilangan orang, berarti wilayah dan orang sama-sama hilang. Pertahankan orang tapi kehilangan wilayah, berarti kelak wilayah dan orang akan sama-sama kembali. Ayah sudah baca begitu banyak kitab, pemikiran Ayah harusnya nggak sempit di saat seperti ini."Ekspresi Zuhair terlihat bernostalgia, lalu menghela napas. "Priya, apa yang kamu bilang memang sangat masuk akal, tapi Ayah tetap sangat sulit lakukan hal itu. Kamu juga tahu. Sebelum ibumu meninggal, dia pernah tinggalkan pesan terakhir. Apa pun yang terjadi kelak, dia berharap bisa hidup dan mati bersama sekte. Ayah mana mungkin tega tinggalkan jasad dan wasiatnya di tempat i

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3419

    Hubungan dua belas Tetua Agung itu sebenarnya tidak benar-benar rukun seperti yang terlihat di permukaan juga. Mereka memiliki kepentingan dan rencana tersendiri. Jika mereka mengetahui keadaan yang sebenarnya, mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat kekacauan."Oh, jadi hanya masalah sekecil ini. Priya, kamu benar-benar terlalu panik. Kalau sikapmu yang gegabah seperti ini sampai tersebar, orang lain pasti akan menertawakanmu," kata Zuhair. Hatinya sebenarnya sedang bergejolak hebat, tetapi dia berusaha tetap tenang dan menasihati putrinya sambil tersenyum."Ya, Ayah. Aku nggak akan ulangi lagi," balas Priya yang langsung memahami maksud ayahnya dan ekspresinya pun kembali tenang."Ayo. Kalau senjata spiritual pelindungmu hilang, ya biarkan saja. Ayah akan pilihkan satu lagi untukmu," kata Zuhair dengan ekspresi yang tetap tenang sambil membawa Priya meninggalkan dunia kecil itu.Begitu sosok ayah dan anak itu menghilang, para Tetua Agung yang tadinya sedang medita

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1013

    Melihat Tirta berjalan ke sudut serta mengatakan dirinya bisa menyelamatkan Chandra dan lainnya, junior Keluarga Purnomo berkomentar dengan ekspresi sinis."Bahkan dia mengandalkan Keluarga Purnomo untuk menyelamatkan diri, tapi dia masih berani bilang bisa melindungi Pak Chandra dan lainnya.""Apa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 979

    "Oke, aku cicipi. Rasanya memang enak," ucap Tirta. Tentu saja dia menghargai pemberian Farida.Farida mengambil kotak makanan berwarna merah muda dengan ekspresi senang, lalu menimpali, "Baguslah kalau kamu suka. Setelah kamu kembali dari ibu kota provinsi, aku bawakan makanan untukmu setiap hari."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 877

    Arum menggigit bibirnya dan mengerlingkan matanya dengan agak kesal."Cih! Aku rasa Bu Yanti punya maksud lain denganmu! Kamu cantik, putih. Kalau dia nggak menyukaimu, mana mungkin setiap hari mencarimu!""Makin kamu melindunginya, makin aku merasa kalian punya hubungan istimewa! Lihat saja kakimu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 932

    "Aduh, maaf ... aku ...," ucap bos toko. Dia baru tersadar. Bos toko segera merapikan pakaiannya dengan ekspresi malu.Bos toko berniat mengambil tisu untuk menyeka punggung Tirta, tetapi dia mengkhawatirkan keselamatan anaknya. Dia merasa bersalah dan juga ragu. Bos toko berputar-putar di tempat.A

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status